Pagi itu kami tiba di Pulau Komodo, Loh Liang sekitar pukul 07.00. Langit biru cerah, dermaga Komodo pun photoable sekali untuk diabadikan. Sempat celingak-celinguk saat memasuki gerbang, membayangkan ada sekawanan Komodo yang mau sunbathing di pinggir pantai.

DSC01021

Tanah di Pulau Komodo cenderung landai dan datar. Ketika kami masuk ke tempat pembelian tiket, kami sudah melihat ada banyak komodo yang tertidur manja di bawah pohon rindang maupun di dapur warga.

Setelah proses administrasi selesai, kami ditemani 3 orang Ranger diajak mengelilingi pulau ini. Ada 4 pilihan trekking yaitu soft – medium – hard – adventure.

Jadi kami memilih yang mana? Yang medium aja sodara-sodara, demi melihat yang hard trekking harus ditempuh selama 4 jam, apalagi yang adventure yang jalur trekkingnya ga keliatan di peta (kayanya nyampe Labuan bajo itu hahahahaa).

Baru lima menit pertama kita udah nemuin sepasang Komodo yang asik pacaran. Untungnya mereka berbaik hati untuk mau ikut foto-foto ria sama kita.

Komodo di Komodo Island

Perjalanan trekking di Pulau komodo tidak terlalu berat karena banyak dilindungi pepohonan rindang. Tapi karena itulah gue ga berhenti liat kanan-kiri karena takut ada komodo yang ngintip. Sebenernya aman sih, mengingat 3 ranger menemani kita dari depan, belakang dan samping.

Kita menemukan ayam hutan, rusa, anak komodo, dan rumah babi hutan selama trekking. Namun 45 menit perjalanan selanjutnya kita tidak menemukan Komodo lagi. Kurang beruntung. Kami baru menemukan belasan komodo lagi justru di bawah rumah-rumah panggung warga.

DSC01165

 

DSC01172

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Rinca, atau oleh warga sekitar disebut Loh Buaya. Kontur Pulau Rinca ini seimbang antara hutan dan padang savanna sehingga trekking kita agak melelahkan karena cuaca yang panas. Kabarnya, komodo di Rinca inipun lebih agresif dan langsing.

Ada cerita mengenai seekor Komodo buas di Pulau Rinca. Para Ranger menyebutnya sebagai si Monster. Jadi, di tahun 2013 lalu si Monster menyerang dua orang Ranger yang sedang bertugas di dalam kantor secara tiba-tiba. Ranger-ranger tersebut sempat melakukan perlawanan hingga berhasil diselamatkan, namun keduanya akhirnya dimutasi ke Labuan Bajo karena menderita trauma berkepanjangan.

Singkat cerita, si Monster ini oleh petugas setempat diberi ciri kuning di bagian ekornya lalu diasingkan ke pulau terdekat dari kepulauan Komodo agar tidak memakan korban lagi. Namun, tiga bulan kemudian si Monster ini berhasil menyebrangi lautan dan menemukan habitat aslinya kembali ke Pulau Rinca dan menetap disana hingga saat ini dengan pengawasan ketat oleh para Ranger. Para Ranger juga bercerita bahwa disini sempat ada turis yang hilang karena keluar dari rombongan, dan baru ditemukan 3 hari kemudian kameranya saja.  Jadi, kalian harus tetap berhati-hati ya Guys !!!

Trekking di Pulau Rinca lebih melelahkan karena kita diharuskan mendaki gunung dan melewati padang savanna yang terik. Namun, di puncak Rinca kita mendapatkan spot bagus untuk mengabadikan panorama Pulau Komodo dari kejauhan.

Top of Rinca Island

 

BACA : TIPS BAGI TRAVELER YANG AKAN BERLIBUR KE KOMODO – FLORES

 

Baca sebelumnya postingan gue di : Pengalaman Live On Board – Sailing Komodo Flores

Gue mencoba merebahkan diri di atas atap kapal. Menatap jutaan bintang di langit. Menyadari bahwa rasi bintang itu memang benar terlihat jelas dari lautan. Mengerti kenapa dulu pelaut begitu ulung membaca astrologi karena bintanglah satu-satunya peta alam yang mereka miliki.

Angin laut yang hangat dan kapal yang bergoyang benar-benar membuai tubuh lelah ini. Belum lagi saat gue mengintip ke bawah laut, melihat percikan di samping deburan ombak yang menabrak kapal, gue melihat ada banyak plankton biru dan kuning cerah seperti kunang-kunang yang berlarian. Indah.

Pagi harinya, sepertinya memang sedikit terlambat kapal kami berlabuh ke Gili Lawa. Andai saja kami tiba sebelum matahari terbit, alangkah indahnya pemandangan Gili Lawa saat sunrise seperti yang diceritakan orang-orang.

Kapal kami berlabuh sekitar pukul 08.00 pagi. Dan saya sudah cukup fit hari itu. Alhamdulillah. Karena hari itu dirasa akan berat mengingat kami harus trekking dan snorkeling berkali-kali dalam satu hari.

Semangat 45, gue yang pertama kali dijemput sampan untuk mencapai daratan. Sibuk menyiapkan perlengkapan dokumentasi, gue dan aa memulai trekking.

Sedikit ngeri jika melihat tujuan kami. Puncak Gili Lawa terlihat begitu tinggi. Gue bertanya-tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa mencapainya.

trekking gili lawa

Di awal trekking kami masih bisa ketawa-ketiwi. Beberapa kali menghabiskan jatah air mineral, gue merasa mual kembali.

Jalur trekking Gili Lawa yang terjal dan meliuk-liuk, belum lagi panas yang menyengat membuat seluruh badan meronta lelah. Belum setengah perjalanan, gue sudah terpana dengan keindahan yang disajikan. Kedua ujung Gili Lawa Laut dan Gili Lawa Darat yang hampir bertaut, dibingkai oleh birunya laut, menjadi icon Flores yang sering gue lihat di media sosial, kini ada di depan mata gue sendiri. Priceless…

Journey of Gili Lawa

“aa… ayo ajak Phantom terbang…”

Aa ngeluarin isi tas ranselnya. Mumpung teman sekapal belum ada yang menyusul, kita mau terbangin Phantom.

Gue udah sibuk membayangkan betapa kerennya aerial video kami di Gili Lawa. Namun baru beberapa detik terbang, si aa langsung menjerit…

“Astagfirullah, neng… tangkap lagi Phantom!”

“Loh kenapa??”

“Udah tangkap dulu aja!”

Setengah panik setengah bingung, gue tangkep Phantom yang terbang rendah kea rah gue.

“Kenapa a?” Tanya gue lagi setelah Phantom mendarat mulus di atas tanah.

Aa cengengesan. Gue udah ga enak hati.

“Hehe… aa lupa ga masukin memori ke Phantom.”

Dhuaarrrr !!!! Anjrittttt, gebleeekkkkk !!! Semua sumpah serapah pengen rasanya nendang aa biar meluncur ke laut. Jadi daritadi gue berat bawa ransel, ternyata si Phantom kaga dikasih memori?? Duh, Gustiiiiiii….

Dengan wajah bête gue meneruskan trekking. Si aa udah teriak-teriak, “loh neng kok tasnya ga dibawa lagi?”

Gue cemberut. “Bodo !! Salah aa ga bawa memori, sekarang aa bawa aja sendiri semua ranselnya.”

Dan gue melenggang kangkung menuju puncak Gili Lawa yang luarrrr biasa panas itu.

DSC00799

Begitu sampai puncak, gue baru nyadar kalau air mineral gue udah abis dan aa sama sekali belum minum. Jadi ga tega, mana dia belum nongol-nongol.

Akhirnya sambil menunggu dia, gue sibuk mengagumi betapa indahnya lukisan Allah ini. Serius, ini indah maksimal.

DSC00796

Mungkin banyak orang menganggap foto Gili Lawa adalah sesuatu yang mainstream. Tapi tetap saja pemandangan ini ga pernah bosan untuk dikagumi.

Note :tolong abaikan warna kulit yang eksotis ini, bukti kalau gue bener-bener liburan!! LOL

view og gili lawa island

 

gili lawa flores

 

gili lawa in love

Setelah ga sanggup untuk membakar kulit lagi, kita memutuskan untuk turun melalui jalur yang lebih landai. Jalur pulang pun tak kalah epic untuk diabadikan. Berkali-kali gue berhenti melangkah hanya untuk berputar melihat keajaiban alam yang indah ini.

DSC00811

 

DSC00821

 

DSC00825

Tak butuh waktu lama untuk sampai di Manta Point. Lokasi ini dipenuhi oleh ratusan Pari Manta yang sedang mencari makan. Jangan teriak-teriak kaya orang ndeso ya kalau kamu bisa ngeliat banyak Manta yang melayang rendah di permukaan laut sehingga bisa terlihat kilapnya sayap kulit mereka yang hitam selebar hingga 8 meter itu hanya dari atas kapal !!!

 

Ingin pengalaman yang lebih spektakuler?? Ya nyelup dong ke laut !! Maka kamu akan merasakan sensasi mendebarkan dimana banyak Manta berenang kalem di bawah mata kamu, atau kadang berkeliling berenang di sampingmu, atau bahkan kalau kamu seorang freediver yang hebat, seringkali kamu akan mendapatkan Manta raksasa sedang berenang di atas kepalamu !!!

Tapi hati-hati ya, karena Manta senang berada di arus yang kuat. Sehingga kamu harus cukup tahu diri untuk tidak membiarkan tubuh kamu terbawa arus terlalu jauh.

Oke, setelah puas berenang bersama Manta, kapal kami berlayar menuju Pink Beach. Sebuah pantai langka karena memiliki pasir berwarna pink ini digadang-gadang menjadi salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir berwarna pink kemerahan.

Jika dilihat dari dekat, mungkin warna pink nya ga terlalu kelihatan. Tapi kalau dilihat di jauh, memang terlihat gradasi unik antara pasir pink dan air laut yang tosca.

Di Pink Beach ternyata koleksi terumbu karangnya lebih bagus lagi dibandingkan di Satonda. Warna terumbunya seperti yang gue lihat di Wakatobi. Berwarna-warni kaya pelangi. Bahkan aa melihat ada ikan unik yang belakangan kita tahu namanya , adalah ikan metamorphosis terhebat di dunia.

Sayangnya gue ga bisa berlama-lama snorkeling disana karena waktu gue cukup mepet mengejar sunset di Pulau Padar. Jika teman sekapal lainnya memilih berlama-lama di Pink Beach, maka gue dan aa menyewa kapal untuk mengantarkan kami ke Padar. Biayanya 400.000, dengan perjanjian kami diantarkan kembali ke Kelor Island, tempat dimana kapal kami akan bermalam.

Perjalanan dari Pink Beach ke Padar sekitar 1 jam. Ada yang menarik karena ternyata gue ngeliat satu pantai yang pasirnya jauh lebih pink daripada PINK BEACH. Bahkan ini merah banget. Ternyata, itulah yang bernama Pantai Namo. Kata empunya perahu, jika memungkinkan balik dari Padar kita dianter kesana karena snorkeling disana lebih cantik daripada di Pink Beach !!!

Ahhhh….

Semangat 45, jam 4 sore itu dengan mengerahkan tenaga yang tersisa saya mendaki puncak Padar.

trekking padar island

 

view of padar island

 

journey of padar flores

 

travelingg padar island flores

 

 

Kali ini tak lupa membawa memori untuk si Phantom, akhirnya kita berhasil menerbangkan Phantom di puncak Pulau Padar. Yippieee !!!!

IMHO, Pulau Padar ini lebih cantik daripada Gili Lawa. Keunikan yang dimiliki, yang ga bisa gue pahami sampai sekarang adalah kenapa tiga pantai di pulau ini memiliki lekukan yang simetris. Cantik maksimal. Cuma sayang karena kedatangan kami sudah terlalu sore, warna laut Padar tidak seterang Gili Lawa. Namun kami yakin jika kamu datang besok pagi di saat cuaca cerah, foto Pulau Padar bisa 10x lipat lebih cantik daripada yang kami miliki !!!

sunset padar island

Dan kami pun menghabiskan sore itu di pantai Padar ditemani kelapa muda segar.

Cerita selanjutnya, bertemu si Monster Komodo di postingan “Komodo dan Rinca, Tanah Dimana Binatang Purba dan Manusia Bertetangga”

 

Jika anda berencana berlibur ke Kepulauan Komodo, Flores, NTT – Indonesia dalam waktu dekat ini, berikut hal-hal yang harus diperhatikan :

  1. Trip Style : Backpacker or Luxury

Menjadi seorang backpacker maupun traveling dengan gaya mewah menjadi pilihan yang sama menyenangkannya. Jika anda masih melajang, ada baiknya mencoba gaya backpacker yang lebih bersahabat dengan kantong. Tidur bersama di kelas deck akan membuat teman-teman kamu bertambah karena kita benar-benar menghabiskan waktu berhari-hari secara bersama-sama. Apalagi untuk anda yang merindukan taburan bintang di langit yang jarang ditemukan di langit metropolitan, tidur di atas deck kapal yang terbuka membuat tidur kamu akan sangat indah dan melelapkan. Namun, biasanya di kelas ini kamu tidak akan menemukan fasilitas AC dan kamar mandi yang berair tawar sehingga harus berdamai dengan rasa gerah dan tahan untuk tidak mandi selama kamu berada di kapal.

Budget backpacker : 1,5-2jt / person untuk sailing trip standar 4D/3N

 

Namun jika kamu adalah pasangan yang sedang berbulan madu ataupun membawa anak / keluarga, mungkin tipe Luxury akan lebih membuat kalian nyaman dan lebih private. Fasilitas kapal dengan kabin ber-AC dan toilet air tawar menjadi kelebihan tersendiri yang harus diperhatikan bagi anda yang membawa anak kecil. Belum lagi interior kapal yang akan bagus untuk kebutuhan dokumentasi kamu.

Budget luxury : 2.8-5jt / person untuk sailing trip standar 4D/3N

 

Selebihnya, fasilitas kapal backpacker dan luxury akan sama baik dari segi kecepatan berlayar maupun destinasi. Soal makanan pun sebenarnya lebih ditentukan oleh keahlian sang koki kapal dalam meramu setiap menu yang tersedia.

 

 

  1. Barang-barang yang tidak boleh lupa dibawa

Pastikan anda membawa perlengkapan berikut ini saat bersailing trip ke Komodo :

  • Terminal Listrik

Rata-rata pasokan listrik hanya diberikan dari jam 7 malam – 5 pagi sehingga kamu perlu banyak colokan listrik disaat yang bersamaan. Hitung berapa handphone dan kamera yang membutuhkan charging per harinya karena listrik benar-benar terbatas. Jangan sampai kesempatan dokumentasimu jadi hilang karena kamu tidak disiplin mengisi penuh baterai di malam hari.

Sebaiknya, matikan mobile data di HP karena hanya akan menghabiskan daya baterai saja mengingat disana minim sinyal. Cukup gunakan HP mu untuk menerima telepon dan sms saja. Aktifkan mobile data hanya jika di daerah tersebut memiliki sinyal kuat, seperti di Pulau Komodo dan Gili Lawa. Selain kedua tempat itu, agak sulit menangkap sinyal HDSPA.

  • Powerbank

Benda ini sangat membantu jika kamu ingin tetap mengaktifkan seluruh peralatan elektronikmu.

 

  • Alat dokumentasi + memori yang besar

Saya yakin bahwa kamu tidak akan pernah merasa cukup puas untuk tidak mengambil foto (berkali-kali) di setiap sudut Flores karena keindahannya. Untuk saat ini, saya pikir Handphone membutuhkan memori minimal 4-8GB, Action Cam ( Go Pro or Xi MI) minimal 32Gb, Kamera DSLR/Mirrorless minimal 16Gb, dan untuk kamera terbang / Drone minimal 16Gb. Hanya sekadar saran berdasarkan pengalaman, kecuali jika kamu berniat membawa memori eksternal untuk memindahkan semua data setiap harinya.

  • Obat mual / antimo

Awal berada di kapal yang terus bergoyang akan membuat kamu mengalami mual dan pusing di awal-awal kehidupan Live on Board. Antimo dan minyak angin sangat membantu meredakan gejala tersebut. Percayalah, melewati aktivitas Live on Board dengan rasa pusing dan mual akan membuat kamu menjadi tidak menikmati pemandangan secantik apapun.

  • Tissue basah

Terbatasnya air membuat kamu harus pintar-pintar berhemat. Ada saatnya kamu harus membersihkan muka dan tubuh hanya dengan tissue basah.

  • Topi, kacamata hitam, dan selendang / sarung

Puncak Gili Lawa dan Padar memang indah dipandang mata. Tapi tahukah kamu bahwa untuk mencapainya diperlukan pengorbanan tenaga dan rasa panas terbakar yang luar biasa? Topi lebar dan kacamata hitam sangat membantu mengurangi rasa pedih dan panas di mata maupun di kulit wajah. Selendang pun tiba-tiba saja akan sangat membantu mendinginkan kulit jika kamu hanya memakai kaos/celana pendek saja.

  • Makanan ringan

Bayangkan kalian lost in Komodo beberapa hari tanpa adanya café ataupun sekedar warung kopi. Cemilan ringan, soda, coklat ataupun minuman berenergi akan menjadi sesuatu yang kalian rindukan jika kalian lupa membawanya.

  • Sunblock ber SPF tinggi

Percayalah, Flores itu panas luar biasa. Kulit kalian akan berubah menjadi eksotis hanya dalam waktu hitungan jam. Tak masalah jika berubah coklat, tetapi akan bermasalah jika kulit kalian menjadi kering dan mengelupas / terbakar jika kalian lupa memakai sunblock seluruh tubuh.

  • Antis

Masih karena keterbatasan air tawar, antis sangat berguna saat kalian ingin memakan sesuatu tanpa harus menghabiskan stok air tawar kalian.

  • Sandal gunung

Banyak yang menggunakan sandal jepit saat ke pantai dengan alasan simple. Namun di Flores kita tidak hanya berwisata pantai dan laut. Menggunakan sandal jepit saat trekking hanya akan menyulitkan pendakian kalian.

  • Alat snorkeling pribadi

Di beberapa case, alat snorkeling di dalam kapal terbatas. Jika memungkinkan, sangat disarankan kalian membawa (minimal) snorkel, mask, dan fin untuk bereksplorasi di laut Flores.

  • Drybag

Ini sangat penting karena drybag ini yang akan paling sering kalian pakai dimanapun dan kapanpun.

  • Hammock (optional)

Akan sangat menyenangkan jika kita bisa bersantai menikmati hembusan angin di atas hammock yang berayun sambil membaca buku atau sekedar berfoto. Hmm…

  • Kartu Te*komsel untuk sinyal komunikasi.

Kami mengerti keinginan setiap traveler untuk meng-share dokumentasi terbaik selama perjalanan di Flores. Satu-satunya sinyal yang dapat berjalan baik disana hanya si Merah, itupun terkadang benar-benar hilang di daerah Moyo, Satonda, Padar, dan perjalanan di lautan lepas.

  1. OOTD di Flores

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika yang disukai traveler dalam hal berpakaian adalah kostum yang simple dan tipis agar tidak memberatkan selama perjalanan. Untuk yang tidak berhijab, tentu bukan menjadi hal yang sulit. Namun untuk yang berhijab, saya sarankan kalian membawa 1 pakaian renang + 1 pakaian tidur + beberapa outer atasan. Itu saja sudah cukup. Jangan gunakan rok karena akan berkibar kesana kemari di daratan Flores yang berangin kencang. Tidak juga membawa jaket karena ternyata di malam hari pun udara cukup panas (saat musim kemarau).

 

Mengingat tempat yg dikunjungi masih seputar savanna kuning, perbukitan hijau dan laut biru terang, maka pilihlah warna-warna cerah agar hasil foto selfie kalian terlihat kontras dengan pemandangan di belakangnya.

  1. Keselamatan Jiwa

Pastikan anda dalam keadaan sehat karena sailing trip Komodo benar-benar membutuhkan kondisi stamina yang fit. Bayangkan jika dalam sehari anda harus mencelupkan diri ke lautan, kemudian naik ke perbukitan, kemudian mencelupkan diri lagi ke laut, dan berlangsung selama berhari-hari dimana tidak ada dokter.

 

Berada di puncak Lawa dan Padar memang memori yang tak terlupakan, tetapi jika anda merasa kelelahan saat mendaki, atau anak anda menangis kepanasan, jangan paksakan diri anda untuk tetap mendaki. Hanya anda sendiri yang dapat mengukur sejauh mana kemampuan anda untuk melakukan perjalanan, apalagi jika hal ini dilakukan bersama keluarga yang masih berusia balita.

 

Di Pulau Komodo dan Rinca, anda harus benar-benar mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Ranger, seperti tidak merokok, tidak gaduh, dan tidak keluar dari rombongan. Sudah ada beberapa orang yang menjadi korban dimangsa Komodo akibat lalai mematuhi peraturan tersebut.

 

Jika kemungkinan terburuk ada Komodo yang mengejar, larilah secara zigzag karena komodo hanya bisa berlari cepat dengan lurus. Jika memungkinkan, naiklah ke atas pohon tinggi yang memiliki cabang lebar atau atap rumah penduduk karena komodo akan kesulitan menaiki tangga. Namun tetap waspada karena di bagian atas justru menjadi rumah nyaman bagi para anak komodo yang masih muda.

 

Kenapa? Komodo bersifat kanibal sehingga seringkali anak komodo menjadi santapan komodo dewasa lainnya. Untuk berlindung, anak komodo sering ditemukan berada di atas pepohonan atau atap rumah.

 

Komodo dewasa seringkali terlihat di bawah kolong rumah penduduk maupun di bawah pohon rimbun untuk berteduh. Jangan sepelekan komodo yang terlihat sedang lengah, karena dia dapat berpura-pura tertidur untuk membuat mangsanya terlena.

 

Jauhi liur komodo karena sangat berbahaya. Liur komodo memiliki banyak bakteri yang dapat mematikan mangsanya dalam waktu 1-4 minggu.

 

Flores tak hanya berbicara tentang Pulau Komodo. Dalam perjalanan laut, ada banyak pulau indah yang sayang jika tidak kamu singgahi. Ada banyak tempat yang wajib menjadi destinasi yang harus kalian kunjungi saat bersailing ke Flores.

  1. Pulau Moyo

Pulau Moyo terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Merupakan pulau favorite mendiang Lady Diana karena memiliki pantai yang tenang, bawah laut yang mempesona dan air terjun yang indah. Salah satunya objek wisata yang terkenal adalah Air Mata Jitu

 

  1. Pulau Satonda

Satonda memiliki terumbu karang dan ikan jinak yang banyak dan asyik untuk dinikmati saat snorkeling. Berada di wilayah kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Selain bawah lautnya, Pulau Satonda terkenal dengan danau air asinnya yang sangat langka di dunia karena kadar alkalinitas (tingkat kebasaan) sangat tinggi dibandingkan dengan air laut umumnya.

  1. Pulau Kanawa

Pulau Kanawa merupakan sebuah pulau yang terletak di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur. Pulau yang memiliki luas sekitar 35 hektar ini memiliki keindahan alam dan bahari yang sangat mempesona terutama keindahan pantai dan kehidupan bawah laut yang sangat istimewa. Laut yang biru kehijauan, pasir pantai yang putih bersih dan disempurnakan dengan bentang langit luas yang seakan-akan menyambut kedatangan para wisatawan.

Pulau ini juga menawarkan sebuah taman bawah laut yang sangat sayang untuk dilewatkan. Keindahan bawah laut Pulau Kanawa dapat dengan mudah disaksikan sesaat setelah wisatawan sampai di dermaga. Permukaan air yang jernih memudahkan para wisatawan untuk dapat menyaksikan terumbu karang dan berbagai biota laut lainnya. Snorkeling dan diving merupakan sebuah pilihan tepat bagi wisatawan saat mengunjunggi lokasi obyek wisata ini. Di dasar lautnya, para pengunjung akan disuguhi sebuah pemandangan yang memukau dari ikan-ikan kecil yang berwarna-warni, penyu, mola-mola hingga keindahan beraneka ragam terumbu karang yang masih sangat terjaga keasriannya.

Satu lagi keistimewaan dari Pulau Kanawa ini, yaitu pada sore hari air laut Pulau Kanawa akan perlahan-lahan surut, sehingga para wisatawan dapat dengan mudah mengambil beberapa biota laut seperti bintang laut dan kepiting-kepiting kecil yang ada di pesisir pantainya. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh wisatawan, karena wisatawan tidak perlu menyelam atau berenang untuk melihat berbagai macam biota laut. Namun bagi wisatawan yang ingin melakukan bersnorkeling atau diving di lokasi wisata ini, tersedia Diving Center yang menyewakan perlengkapan menyelam bagi wisatawan.

Selain menyewakan peralatan menyelam, Diving Center tersebut juga akan memandu wisatawan untuk menuju lokasi menyelam yang tentunya istimewa. Bagi yang ingin menginap di Pulau Kanawa, terdapat 13 cottage yang dapat disewa. Meskipun cukup sederhana, namun cottage tersebut sangatlah nyaman. Suasana yang tenang, dekat dengan pantai dan ditemani dengan suara-suara alam yang sangat eksotik membuat wisatawan yang berkunjung ke pantai ini akan terasa sangat nyaman sehingga menimbulkan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran. Harga sewanya mulai dari Rp 300.000,- per malam.

 

 

 

 

  1. Pulau Gili Lawa

Pulau ini terbagi dua yaitu Gili Lawa Darat dan Gili Lawa laut. Memiliki bentuk pulau yang terlihat ingin bertaut satu sama lainnya, menjadikan gugusan kedua pulau ini menjadi indah jika dilihat dari ketinggian.

 

Anda hanya perlu trekking selama 30-60 menit untuk bisa mencapai puncak Gili Lawa dan mengabadikan dokumentasi disana. Moment terbaik untuk memotret disana adalah saat sunrise dan pagi hari karena air laut akan terlihat biru toska terang. Bawalah air mineral karena trekking ini cukup melelahkan dan tidak ditemukan penjual minuman satupun.

 

Di Gili Lawa sinyal sangat baik sehingga anda bisa puas mengupload keindahan Gili Lawa langsung on the spot.

 

  1. Pulau Padar

Keunikan pulau Padar adalah memiliki 3 pantai yang meliuk simetris dengan begitu cantiknya. Bukit yang harus didaki di Padar lebih berundak dan berbatu namun berbentuk garis lurus sehingga terkesan lebih mudah didaki dibanding Gili Lawa.

 

Moment terbaik untuk mengabadikan foto adalah saat sunrise di musim kemarau. Sehingga ada baiknya anda melakukan trekking ke Gili Lawa dan Padar dalam hari yang berbeda. Di Pulau Padar tidak terdapat sinyal sama sekali.

  1. Pink Beach

Jika birunya air laut dibingkai oleh pasir putih saja sudah begitu cantiknya, bagaimana jika dibingkai dengan pasir berwarna pink yang sangat kontras?

Hanya ada 7 tempat di dunia ini yang memiliki pasir pantai berwarna pink kemerahan / Pink Beach, dan 2 diantaranya terdapat di Indonesia, yaitu di Pantai Tangsi – Lombok dan di Kepulauan Komodo.

 

Belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

 

Tidak hanya pasir pantainya, Pink Beach di Komodo memiliki koleksi terumbu karang yang cukup lengkap dan bercitarasa dunia. Bisa disebut Pink Beach ini adalah icon terumbu karang yang paling baik yang bisa ditemukan di kepulauan Komodo.

  1. Pulau Namo

Namo Beach, mungkin masih terasa asing di telinga para traveler. Tidak semua guide di Komodo Trip yang mengetahui Secret Beach ini. Saya mengetahuinya dari penduduk asli Komodo yang kebetulan perahunya saya sewa untuk singgah ke Pulau Padar.

 

Namo Beach bisa anda lewati dari rute perjalanan Pink Beach – Padar Island. Dari kejauhan anda akan melihat pasir pink yang jauh lebih kemerahan dibandingkan Pink Beach itu sendiri.

 

Itulah Namo Beach, the second pink Beach at Komodo Island. Saya rasa dunia harus tahu bahwa di Indonesia terdapat bukan hanya dua, melainkan tiga pantai yang memiliki pasir berwarna pink ini.

 

Menurut saya, Namo Beach lebih indah daripada Beach Pink dengan kenyataan pasir yang lebih merah dan terumbu karang yang lebih rapat.

  1. Pulau Kalong

 

Disebut Pulau Kalong karena pulau kecil ini dihuni ribuan kalong. Pulau ini merupakan pulau tak berpenghuni yang kerap dijadikan tempat bersandarnya kapal di malam hari. Kontur Pulau Kalong berupa  kawasan hutan bakau yang dikelilingi laut lepas.

Untuk menuju ke Pulau Kalong, tentu saja harus menggunakan kapal. Idealnya, sampai di sana senja hari, menjelang malam tiba. Saat itulah, terlihat pemandangan menakjubkan dari dalam kapal. Dari pulau penuh bakau itu, ribuan kalong keluar dari sarangnya. Mereka terbang ke arah Pulau Flores dan sekitarnya untuk mencari mangsa. Panorama lebih indah ketika kalong-kalong terbang berlatar matahari yang tenggelam di langit barat. Kalong-kalong ini kembali ke sarangnya pada pagi hari.

 

 

  1. Pulau Rinca

Pulau Rinca adalah pulau kedua terbesar di kepulauan Komodo dan merupakan tempat tinggal bagi 3000 ekor KomodoKomodo di Pulau Rinca terkenal lebih agresif dan lebih mudah ditemui dibandingkan di Pulau Komodo sendiri.

 

Ada cerita mengenai seekor Komodo buas di Pulau Rinca. Para Ranger menyebutnya sebagai si Monster. Jadi, di tahun 2013 lalu si Monster menyerang dua orang Ranger yang sedang bertugas di dalam kantor secara tiba-tiba. Ranger-ranger tersebut sempat melakukan perlawanan hingga berhasil diselamatkan, namun keduanya akhirnya dimutasi ke Labuan Bajo karena menderita trauma berkepanjangan.

 

Singkat cerita, si Monster ini oleh petugas setempat diberi ciri kuning di bagian ekornya lalu diasingkan ke pulau terdekat dari kepulauan Komodo agar tidak memakan korban lagi. Namun, tiga bulan kemudian si Monster ini berhasil menyebrangi lautan dan menemukan habitat aslinya kembali ke Pulau Rinca dan menetap disana hingga saat ini dengan pengawasan ketat oleh para Ranger.

 

Trekking di Pulau Rinca lebih melelahkan karena kita diharuskan mendaki gunung dan melewati padang savanna yang terik. Namun, di puncak Rinca kita mendapatkan spot bagus untuk mengabadikan panorama Pulau Komodo dari kejauhan.

  1. Pulau Komodo

Merupakan pulau utama dan terbesar di wilayah Kepulauan Komodo. Penduduk asli Komodo banyak menetap disini, hidup satu tanah dengan ribuan ekor komodo. Bahkan, komodo lebih mudah ditemukan di dapur-dapur penduduk dan kolong rumah panggung mereka dibandingkan dengan di jalanan hutan. Hal ini disebabkan oleh bau masakan dapur yang merangsang komodo untuk mendekatinya.

 

Dalam setiap kolong rumah penduduk, rata-rata 3-8 ekor Komodo tidur santai disana. Jangan pernah lengah, karena meskipun sudah terbiasa dengan manusia di sekelilingnya, komodo tetap hewan kanibal yang sanggup memangsa korbannya secara buas. Bukan membunuh secara cepat seperti harimau karena Komodo tak pandai bertarung, ia lebih suka memangsa korbannya yang seringkali lebih besar dari tubuhnya hanya dengan menggigitnya saja.  Pasalnya, liur Komodo yang menempel pada luka korbannya lah yang berbahaya dan bisa melumpuhkan hingga mati pelan-pelan selama 1-2 minggu sejak tergigit. Komodo termasuk hewan yang sabar menunggu korbannya hingga mati karena ia sanggup bertahan tidak makan selama 1 bulan.

  1. Danau Kelimutu

 

Danau Kelimutu masuk dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, sebuah taman nasional terkecil dari enam taman nasional yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Tempat wisata ini berada di puncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut. Selain dikenal dengan nama Danau Kelimutu, tempat wisata ini juga dikenal sebagai Danau Tiga Warna. Sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan karena tiga kawah dengan jarak yang berdekatan, namun memiliki warna air yang berbeda. Warna air danau umumnya adalah merah, putih dan biru, namun bisa berubah menjadi hijau, hitam dan coklat, atau variasi warna lainnya. Uniknya, saat para peneliti mencoba mengambil air danau ini sebagai sampel, airnya bening tanpa warna.
Saat yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata ini adalah antara bulan Juni – Agustus dikarenakan hujan cenderung tidak turun sehingga medan yang harus dilewati terhitung aman.

Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Danau Kelimutu, berangkatlah mendaki antara jam 2-3 pagi dari Moni yang merupakan desa terdekat dengan lokasi danau. Sesampainya di puncak, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit di atas Danau Kelimutu yang luar biasa indah. Jangan lupa menyiapkan kamera, ya.

 

 

  1. Desa Waerebo

 

Wae Rebo memang indah dan menakjubkan, diselimuti oleh kabut tipis di seluruh perkampungan membuat Wae Rebo pantas mendapatkan julukan ‘kampung diatas awan’.Secara geografis kampung ini terletak diatas ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (m dpl). Wae Rebo merupakan bagian dari Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores.

Disini wisatawan mendapat kesempatan untuk melihat dan tinggal di Mbaru Niang, sebuah rumah tradisional Flores yang masih tersisa dan hanya ada di kampung Wae Rebo. Pada tahun 2012 silam, Mbaru Niang mendapatkan penghargaan dari UNESCO. Pemandangan alam perbukitan dan hutan hijau yang masih asri, dengan diselimuti kabut yang kadang tersibak oleh hembusan angin sehingga memperlihatkan tujuh buah Mbaru Niang yang berdiri dengan anggunnya, merupakan sebuah pemandangan bak di negeri khayalan.

 

Berencana menjadikan Flores sebagai destinasi selanjutnya? Baca tips bermanfaat berikut ini

Flores..

Ada banyak alasan kenapa traveler menjadikan tempat ini sebagai destinasi favorite di seantero Indonesia. Flores memiliki semua daya tarik wisata kelas dunia yang rasanya tidak cukup jika harus dinikmati hanya dalam waktu yang singkat.

Jika biasanya satu kawasan wisata bisa puas dinikmati dalam 3-5hari, maka untuk menikmati alam Flores dari barat ke timur sepertinya membutuhkan waktu 7-14hari. Bahkan lebih.

Kenapa ? Karena setiap lekuk kepulauan ini memiliki daya tarik yang tidak boleh terlewatkan. Dan wisata ke wilayah Flores membutuhkan tubuh yang fit dan tenaga ekstra, karena kontur wilayah yang panas dan diselimuti hutan savanna, juga karena kita akan menghabiskan sebagian besar waktu di atas kapal laut (Live on Board).

Jadi, saya memiliki beberapa alasan yang membuat Flores menjadi destinasi wisata yang paling tidak membosankan untuk dikunjungi berkali-kali :

  1. Best View at Every Angle Shoot

Flores memiliki ratusan pulau yang terpencar apik dan berdekatan. Hal ini menyebabkan kontur bawah lautnya memiliki gradasi warna yang sempurna bagi pecinta fotografi. Bagaimana tidak, dari hari pertama anda bersailing trip, anda akan disuguhkan pemandangan kepulauan ciamik dari kejauhan.

 

Belum lagi saat kapal berlabuh. Anda bisa menelusuri bibir pantai yang bersih dan melihat gemericik mutiara di atas tenangnya air laut karena pantulan sinar matahari. Best spot untuk mengabadikan gambar di bibir pantai berada di Beach Pink dan Pantai Namo karena warna pasirnya yang berwarna pink kemerahan. Unik dan berbeda dari pasir pantai kebanyakan.

 

Berlanjut ke pengalaman trekking. Best spot saat trekking ke puncak Gili Lawa dan Pulau Padar. Dalam perjalanan trekking akan ditemukan banyak sekali pemandangan mewah yang memanjakan mata untuk dijadikan background fotografi anda. Saya jamin anda tak akan pernah puas menikmati suguhan panorama yang luar biasa ini, kecuali jika anda tidak tahan dengan sengatan matahari yang memang terik. Suasana savanna yang kental menambah anggunnya dunia Flores yang langka.

 

 

  1. Best Snorkling Experience at Underwater’s Flores

Tidak hanya panorama atas laut yang akan membuat anda ketagihan untuk kembali lagi ke Flores. Dengan kontur kepulauan, menjadikan Flores memiliki aneka koleksi terumbu karang yang tersaji rapat dengan biota laut yang beraneka ragam pula. Hanya dengan snorkeling anda bisa melihat ikan nemo berjejer rapi dan menatap anda dengan malu-malu. Percayalah, anda akan terbius untuk berlama-lama berada di laut Flores untuk bermain dengan ikan-ikan jinak tersebut. Best spot : Pulau Satonda, Beach Pink, Namo Beach

Tak hanya terumbu dan ikan laut, di lokasi yang bernama Manta Point anda bisa melihat ikan Manta selebar 3-8 meter hanya dengan mata telanjang karena mereka seringkali berenang hingga permukaan laut. Cobalah untuk berenang sebentar bersama di Manta Point, maka anda akan dikagetkan dengan belasan Manta yang ikut berenang mengelilingi anda atau bahkan berenang di atas kepala anda !! Pengalaman yang tak akan terlupakan pokoknya. Namun anda harus berhati-hati saat snorkeling di Manta Point karena arusnya cukup kuat.

 

Manta point ini berada dekat dengan lokasi diving Taka Makassar. Lokasi ini memang disebut-sebut sebagai Manta Kingdom (Kerajaan Manta) karena merupakan jalur habitat Manta saat mencari makan plankton di siang hari.

 

 

  1. Amazing Marine Life When You Dive

Diving di Flores menjadi destinasi wajib bagi pecinta bawah laut yang berkunjung ke Flores. Ada banyak penyewaan perlengkapan dive di dekat pelabuhan Labuan Bajo. PADI dan SSI pun sudah banyak membuka kursus di area Labuan Bajo. Spot terbaik yang bisa kita selami selama di kepulauan Flores adalah Pulau Adonara, Pulau Babi, Pulau Lambata, Pangah Balang dan Wai Terang.

 

Arus di area Flores terbilang agak kuat sehingga disarankan hanya penyelam bersertifikat yang melakukan diving di area ini.

 

  1. The Dragon and Monster

Inilah yang menjadi icon utama kenapa anda harus ke Flores, khususnya ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Karena dua pulau inilah satu-satunya tempat di dunia yang masih memiliki hewan peninggalan jaman purba, yaitu Komodo.

 

Pulau Komodo dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 1991. Pada tanggal 11 November 2011, Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak dari pemilihan New 7 Wonders mengalahkan nominasi Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazum Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain.

 

Pulau Komodo adalah pulau terluas pertama dibandingkan Pulau Rinca, namun memiliki jumlah komodo yang hampir sama banyaknya. Komodo di Pulau Rinca dikenal lebih agresif dan mudah ditemukan dibandingkan di Pulau Komodo.

 

Jika anda ingin bertemu dengan binatang purba ini, anda akan diajak trekking kembali oleh para Rangers disana. Ada beberapa pilihan jalur trekking yang dibagi berdasarkan jarak. Small-Medium-Long-Adventure Trekking yang bisa dipilih saat tour at Komodo Island.

 

Small Trekking dapat ditempuh dalam 1 jam perjalanan. Sementara Medium ditempuh dalam 1,5-2 jam perjalanan. Long Trekking ditempuh 4 jam perjalanan. Semua pilihan trekking akan membawa kita pada habitat asli Komodo yaitu di hutan tropis dan padang savanna.

 

Jangan khawatir karena para Rangers akan mendampingi kita selama perjalanan dan membantu kita mengambil foto terbaik jika kebetulan kita menemukan komodo di perjalanan. Jangan pernah keluar dari rombongan karena akan menyulitkan Rangers mengawasi keselamatan kita. Hati-hati, Komodo sangat menyukai mangsa yang sendirian karena itu memudahkan mereka dalam melakukan penyerangan.

 

Meski Komodo disana terlihat jinak dan mengantuk, jangan menganggap remeh serangan mereka yang bisa tiba-tiba karena Komodo pengejar yang ulung. Kecepatan lari Komodo bisa mencapai 20km per jam. Komodo adalah binatang buas dan kanibal. Semua bangkai komodo tidak perlu susah payah dikuburkan karena dalam waktu singkat dapat dijadikan santapan lezat bagi komodo yang masih hidup.

 

Penglihatan komodo memang buruk, namun pendengaran dan penciumannya sangat tajam. Tidak perlu memakai parfum yang menyengat ataupun berteriak karena akan memancing komodo tertarik pada keberadaan kita.

 

Ada beberapa tips penting jika kalian ingin trekking ke Komodo yang dapat direview DISINI.

 

  1. Lost in Komodo, Back to Old Lifestyle

Tentu itu menjadi pengalaman tak terlupakan dan berbeda bagi sebagian besar traveler yang singgah di Flores. Hidup di atas kapal dan beraktifitas disana berhari-hari, melihat pulau-pulau kekuningan dari kejauhan yang memberi panorama langka yang membuat kita berdecak kagum, belajar hidup tanpa sinyal telekomunikasi yang mumpuni sehingga terasa lost in world, membiasakan diri tidur di bawah cahaya bintang dan deburan ombak serta belaian angin laut yang hangat, belum lagi suasana sunrise yang memanjakan mata saat kita bangun di pagi hari, membuat traveling ke wilayah ini menjadi kenangan tersendiri.

Sebisa mungkin, jauhkan handphone dari keseharianmu di Flores (kecuali untuk mengambil gambar) karena ini saatnya kamu benar-benar melepas penat dan menikmati prototype surga yang Tuhan ciptakan di dunia. Menikmati setiap detik yang berjalan lambat dengan sentuhan alam yang sungguh luar biasa, akan membuat siapa saja yang pernah datang kesini akan berjanji dalam hatinya untuk kembali kesini suatu saat nanti.

Pada tanggal 26 Februari 1992, Danau Kelimutu masuk dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, sebuah taman nasional terkecil dari enam taman nasional yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Tempat wisata ini berada di puncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut. Danau Kelimutu terdiri dari tiga buah ‘kubangan’ atau kawah dengan warna yang berbeda-beda.

Selain dikenal dengan nama Danau Kelimutu, tempat wisata ini juga dikenal sebagai Danau Tiga Warna. Sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan karena tiga kawah dengan jarak yang berdekatan, namun memiliki warna air yang berbeda. Warna air danau umumnya adalah merah, putih dan biru, namun bisa berubah menjadi hijau, hitam dan coklat, atau variasi warna lainnya. Uniknya, saat para peneliti mencoba mengambil air danau ini sebagai sampel, airnya bening tanpa warna.
Ketiga danau ini dipisahkan oleh tebing batu curam yang mudah longsor, sehingga wisatawan diharapkan mampu menjaga jarak aman saat berada di area sekitar danau. Saat yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata ini adalah antara bulan Juni – Agustus dikarenakan hujan cenderung tidak turun sehingga medan yang harus dilewati terhitung aman.

Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Danau Kelimutu, berangkatlah mendaki antara jam 2-3 pagi dari Moni yang merupakan desa terdekat dengan lokasi danau. Sesampainya di puncak, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit di atas Danau Kelimutu yang luar biasa indah. Jangan lupa menyiapkan kamera, ya.

 

SEJARAH DANAU KELIMUTU

Keberadaan Danau Kelimutu pertama kali ditemukan pada tahun 1915 oleh seorang Belanda bernama Van Such Telen. Saat itu ia mengatakan pada warga sekitar bahwa di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga buah danau dengan warna merah, putih dan biru. Warga tak mudah percaya karena tiga warna yang disebutkan Telen sama dengan warna bendera Belanda. Sampai kemudian warga membuktikan sendiri keberadaan Danau Kelimutu.

Keindahan tempat wisata ini semakin populer setelah dirangkum dalam sebuah lukisan karya Y. Bouman pada tahun 1929. Sejak saat itu, keindahan dan keunikan Danau Kelimutu semakin dikenal luas dan mulai banyak dikunjungi wisatawan.

MITOS DANAU KELIMUTU

Ketiga danau yang berbeda warna di puncak Gunung Kelimutu ini memiliki nama masing-masing. Warga setempat percaya bahwa danau ini merupakan tempat bersemayam jiwa-jiwa dari orang yang meninggal.

Nama ketiga danau ini antara lain Tiwu Ata Mbupu yang menjadi tempat jiwa-jiwa orang tua yang meninggal, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang menjadi tempat jiwa-jiwa orang muda yang meninggal, dan yang terakhir adalah Tiwu Ata Polo yang menjadi tempat jiwa-jiwa orang jahat yang meninggal. Tiwu sendiri dalam bahasa setempat berarti danau.

Dari ketiga danau tersebut, yang paling sering berubah warna adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai. Menurut warga setempat, hal ini dimungkinkan karena jiwa yang menempati danau ini masih muda dan labil sehingga mempengaruhi perubahan warna air danau.

PERUBAHAN WARNA BISA JADI PERTANDA

Warga setempat percaya bahwa perubahan warna yang terjadi di Danau Kelimutu bisa menjadi pertanda buruk akan terjadinya suatu bencana di Indonesia. Menurut mereka, hal ini pernah terjadi beberapa kali, di antaranya pada tahun 1992 dan 2004.

Pada tahun 1992, salah satu danau berubah menjadi coklat kemerahan seperti hati ayam. Tak lama kemudian, terjadi gempa bumi di Flores yang memakan banyak korban jiwa. Hal yang sama terjadi pada tahun 2004 di mana Aceh diterjang tsunami dan menimbulkan banyak sekali korban jiwa.

Menurut warga sekitar, Danau Kelimutu memiliki kekuatan magis yang luar biasa besar. Hal ini membuat danau sangat dikeramatkan. Warga juga seringkali menggelar upacara atau ritual khusus dengan membawa sesaji sebagai persembahan dengan tujuan meminta keselamatan dan keberkahan.

JIKA ANDA INGIN BERKUNJUNG KESINI, ADA BEBERAPA TIPS YG BERMANFAAT:

Akomodasi.

Ada beberapa penginapan yang bisa Anda pilih, seperti Kelimutu Crater Lakes Ecolodge, Watugana Bungalow, Bintang Lodge, Hotel Arwanti, Hotel Flores Sare, atau Sao Ria Wisata. Sebagian besar hotel-hotel di Desa Moni berfasilitas air panas, tetapi ada pula yang tidak. Harganya bervariatif, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 300.000.

Berbelanja.

Suvenir lokal tersedia di area parkir. Anda bisa menemukan kain ikat, kain tenun khas Flores. Setiap kabupaten di Flores memiliki motifnya masing-masing. Berikut beberapa toko yang menjual kain ikat, berbagai macam kerajinan tangan, dan barang antik.

Transportasi.

Akses ke Kawasan ini yaitu dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju Desa Kaonara, yang berjarak 93 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Dari Desa Koanara menuju Puncak Danau Kelimutu, berjalan sepanjang 2,5 km.

Waktu terbaik.

Kelimutu biasanya diselimuti kabut. Jadi lebih baik berkunjung pada dini hari sekitar pukul 03.30 agar dapat menyaksikan suasana matahari terbit yang menawan. Suasana inilah yang paling baik untuk menyaksikan pemandangan Danau Kelimutu.

 

Cara Menambah Nafsu Makan pada Anak

Salah satu tugas dari orang tua ialah menjamin bahwa anak-anaknya mendapat asupan gizi yang baik dan seimbang. Untuk mendapat gizi yang baik dan seimbang itu orang tua harus memperhatikan pola makan si kecil. Sering kali banyak anak kecil yang susah makan. Mereka mempunyai berjuta alasan untuk menolak makanan yang sebenarnya bermanfaat sekali bagi tubuh mereka. Hal tersebut menjadi masalah yang sangat serius bagi orang tua. Bagaiamana mungkin orang tuan bisa tenang apabila anaknya tidak makan? Anak yang susah makan lebih rentan terkena penyakit. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara menambah nafsu makan pada anak.

Cara Menambah Nafsu Makan Secara Alami pada Anak

  1. Perbanyak Olahraga

Saat anak berolahraga atau menggerakan tubuhnya secara aktif, detak jantungnya akan meningkat. Hal ini membuat pembakaran kalori di dalam tubuh lebih optimal. Dengan demikian nafsu makan si anak biasanya juga akan ikut naik.

  1. Biasakan untuk tidak minum sebelum makan

Apabila si anak dibiasakan minum sebelum makan dia akan merasakan perutnya penuh dan begah ketika makan sehingga nafsu makannya pun turun.

 

  1. Banyak konsumsi jeruk/ vitamin c

Kandungan vitamin C berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan ternyata juga berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan.

  1. Mengonsumsi Vitamin B dan Zinc

Seseorang yang mengonsumsi vitamin B secara teratur ternyata bisa meningkatkan nafsu makan dan mengontrol suasana hati bagi seseorang yang sedang malas makan. Zinc juga dinilai memiliki fungsi yang sama dengan vitamin B. Oleh karena itu apabila ada seseorang yang kekurangan zinc, nafsu makannya biasanya akan berkurang.

  1. Berikan variasi pada menu si kecil

Jangan terus-menerus memberi jenis makanan yang sama pada anak Anda. Mengubah menu makan setiap hari dapat meningkatkan nafsu makan anak Anda.

 

  1. Kasih dia makan ketika sedang asyik bermain

Salah satu faktor penyebab nafsu makan bayi dan balita berkurang adalah mainan. Mungkin, si kecil sedang sibuk dengan mainan baru sehingga dia tidak mau makan. Oleh karena itu, Anda perlu mengalihkan perhatian si kecil atau mencuri waktu untuk sekadar menyuapinya sedikit demi sedikit.

 

  1. Perlu kreatifitas untuk merias makanan

Anak kecil biasanya suka dan penasaran dengan yang berbentuk unik. Hiaslah makanan mereka seunik mungkin sehingga mereka merasa tertariik untuk memakannya.

 

 

Sumber : http://dedaunan.com/cara-menambah-nafsu-makan-pada-anak-secara-alami/

http://penambahnafsumakan.com/cara-menambah-nafsu-makan-bayi-dan-balita/