Inilah Daftar Upacara Adat di Surabaya yang Wajib Ditonton

ireztia

Indonesia adalah negara yang kaya dengan keragaman adat istiadat. Tiap daerah memiliki tradisi dan ritual yang menarik untuk ditonton, diikuti, serta dieksplorasi. Salah satu di antaranya adalah Surabaya. Kota Pahlawan ini memiliki nuansa sejarah dan budaya yang unik. Dengan penduduk yang terdiri atas berbagai suku dan etnis, ragam budaya di Surabaya semakin lengkap. Dan kali ini, kita akan membahas apa saja upacara adat di Surabaya yang wajib ditonton.

Berbagai upacara adat diselenggarakan secara rutin di Surabaya dalam rangka memelihara warisan dari leluhur. Selain itu, momen tersebut juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung. Nah, apa saja macam ritual yang menarik tersebut? Tapi sebelum itu, Anda booking hotel di Surabaya terlebih dahulu untuk mendapatkan momen menarik di Surabaya ini. Berikut di antaranya:

1. Temu Manten Pegon

Temu Manten Pegon termasuk dalam rangkaian upacara pernikahan di Surabaya. Upacara adat di Surabaya ini adalah untuk momen mempertemukan pengantin wanita dengan pengantin pria. Ritual dimulai dengan mengarak pengantin pria untuk menjemput pengantin wanita. Selanjutnya, kedua calom mempelai diarak diikuti oleh iring-iringan yang meriah.

(sumber : miner8.com)

Bukan hanya budaya asli Surabaya, ritual Temu Manten Pegon juga kental dengan unsur budaya Arab, Tionghoa, dan Belanda. Ada sejumlah prosesi penting yang biasanya dilakukan, antara lain penyerahan mahar dan sri genggem. Sri genggem adalah tempat perhiasan yang biasanya diisi dengan emas. Makna pelaksanaan upacara ini adalah sebagai ucapan terima kasih dan memberi nafkah pada istri.

Ada pula prosesi perebutan ayam jago, prosesi penciuman tangan dari istri kepada suami dan dari kedua mempelai kepada orang tua. Selain itu, ada pengarakan mempelai yang didampingi dua pasang muda mudi. Terakhir adalah perebutan bubak kawah atau peralatan memasak.

2. Tradisi Larung Ari-Ari

Larung Ari-Ari adalah sebuah tradisi yang masih bisa ditemukan di Surabaya saat ini, terutama di kalangan masyarakat pesisir. Dalam tradisi ini, ari-ari akan dihanyutkan ke laut dengan tujuan supaya dapat bersatu dengan air. Harapan orang tua, anak akan memiliki wawasan yang luas dan tetap teguh dalam menghadapi gelombang kehidupan.

(sumber : silontong.com)

Sebelum dilarung, ari-ari terlebih dahulu dicuci sampai bersih oleh ayah bayi lalu dimasukkan dalam kendi. Selanjutnya, bersama berbagai perlengkapan lain, ari-ari dibawa ke laut. Mengiringi proses ini, tembang Mocopat Dandhang Gulo Malatsih diperdengarkan. Untuk menutup rangkaian upacara, diadakan pesta dengan tumpeng lengkap di rumah.

3. Sedekah Bumi Sambikerep

Upacara adat di Surabaya lainnya yang menarik untuk diikuti di Surabaya adalah Sedekah Bumi Sambikerep. Makna upacara adat ini adalah untuk mengucap syukur atas hasil bumi yang berlimpah. Selain itu, tradisi masyarakat Sambikerep ini sekaligus menjadi doa agar tetap mendapatkan ketenteraman dalam kehidupan.

(sumber : suara-publik.com)

Pada acara sedekah bumi, warga mempersiapkan berbagai makanan dan buah-buahan di tampah-tampah. Ada pula tumpeng dari buah-buahan yang selanjutnya diperebutkan pada acara Sedekah Bumi. Bukan hanya itu, warga juga mendatangi punden, yaitu tempat keramat di Sambikerep, dan membunyikan gamelan serta tarian. Ada pula pertunjukan gulat okol dan ludruk atau wayang.

Selain ketiga upacara adat di Surabaya tersebut, masih ada banyak tradisi lain yang identik dengan masyarakat Surabaya. Beberapa di antaranya adalah nakokake, peningsetan, pacangan, babaran, megengan, sepasaran, pitonan, tingkepan, dan sebagainya.

Bagi Anda yang penasaran dengan berbagai ritual menarik di Surabaya, berkunjunglah ke kota ini. Anda bisa booking hotel murah di Airy sebagai sarana akomodasi. Ada banyak hotel di Surabaya yang menawarkan fasilitas lengkap. Menginap di hotel yang nyaman akan membuat perjalanan wisata lebih mengesankan.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply