penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan

admin_ireztia

Berawal dari film series yang aku tonton, jadi penasaran nih tentang kulit ikan tipalia yang bisa menyembuhkan luka bakar. Wow ko bisa?! Bisa lho ternyata, hehe. Jadi ternyata di ilmu kedokteran sudah digunakan tekhnik penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan tilapia.

Penasaran seperti apa penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan. Seperti apa sih ikan tipalia ini sehingga bisa digunakan untuk penyembuhan luka bakar?

Ikan Tilapia.

Tilapia adalah nama umum untuk jenis ikan nila. Tilapia umumnya ikan air tawar, hidup di aliran-aliran, kubangan, danau, sungai dangkal. dan jarang dijumpai di air payau. Sepanjang sejarah bernilai penting untuk perikanan artisan di Afrika dan Levant, serta meningkat perannya dalam akuakultur dan akuaponik. Tilapia dapat menjadi spesies invasif yang bermasalah pada habitat air hangat baru, yang masuk baik disengaja maupun tidak, tetapi umumnya tidak pada iklim sedang karena tidak mampu hidup di air yang dinginnya di bawah 21 °C.

penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan

Tidak hanya bisa dikonsumsi, akan tetapi ikan tilapia atau ikan nila ini digunakan dalam ilmu pengobatan. Kulit ikan tilapia ternyata bermanfaat untuk menyembuhkan dan mengurangi rasa sakit akibat luka bakar.

Penyembuhan luka bakar

Dilansir Daily Mail, metode pengobatan luka bakar dengan menggunakan kulit ikan tilapia, atau ikan nila, dilakukan tim dokter di Dr Jose Frota Institute Burns Unit di Fortaleza, sebuah wilayah di timur laut Brasil. Pengobatan ini juga diyakini merupakan yang pertama dalam sejarah kesehatan.

Maria Candido da Silva (36), seorang pramusaji di sebuah restoran di Russas, Brazil, terkena ledakan dari tabung gas di restoran tempatnya bekerja. Akibatnya dia menderita luka bakar di tangan, leher dan sebagian wajahnya. Lalu para dokter menawarkan pengobatan alternatif menutupi luka bakarnya dengan kulit dari ikan air tawar biasa.

penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan

Da Silva menjelaskan bahwa beberapa menit setelah kulit ikan ditempelkan pada lukanya, perlahan rasa panas dan sakit berganti dengan rasa sejuk. Dia tidak lagi merasakan sakit, dan merasa nyaman. Bahkan kulit ikan tidak meninggalkan bau.

Pengobatan inovatif ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan oleh suatu tim peneliti yang dikepalai oleh Dr Odrico Moraes sejak dua tahun yang lalu, di Nucleus of Research and Development of Medicines (NPDM) di Federal University of Ceara (UFC).

Kandungan kolagen yang tinggi.

Para peneliti ini menemukan bahwa ternyata kulit ikan tilapia mengandung pelembap, kolagen dan lebih tahan dari penyakit. Padahal biasanya kulit ikan ini sering dibuang begitu saja, setelah dagingnya dikonsumsi. Sayang sekali jika tidak digunakan karena kandungan kolagen pada kulit ikan ini sangat tinggi. Sehingga penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan.

Lebih Ekonomis

Ikan tilapia memang banyak tersebar di sungai-sungai air tawan, maupun diternakkan oleh warga setempat untuk dikonsumsi dagingnya. Sebelumnya, para dokter menggunakan kulit babi, maupun jaringan dari tubuh manusia, untuk mengobati luka bakar. Namun, rumah sakit di Brasil mengalami kekurangan bahan untuk luka bakar tersebut, sehingga mereka harus menutup luka bakar dengan perban yang harus diganti secara rutin. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa sakit bagi pasien.

Oleh karena itu, tim dokter mencoba melakukan penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan tilapia. Tentu saja kulit ikan yang digunakan sudah melewati proses sterilisasi dan pembekuan sehingga bersih dari ancaman kuman dan bakteri. Dan jika disimpan di lemari pendingin, kulit ikan tilapia akan bertahan hingga dua tahun.

Tekhnik penyembuhan

Cara pengobatannya juga sederhana. Kulit ikan tilapia yang sudah steril ditempelkan ke seluruh permukaan luka bakar, lalu dibungkus perban. Pemberian krim tambahan sudah tidak dibutuhkan lagi. Dokter baru membuka perbannya setelah, setidaknya, 10 hari. Kulit ikan tilapia mengandung kolagen tipe 1 dalam jumlah yang tinggi, dapat bertahan lembab lebih lama dan tidak perlu diganti.

Hasilnya, setelah kulit ikan yang sudah kering itu diangkat, kulit yang terbakar itu sembuh. Dibutuhkan beberapa kali perawatan dengan kulit ikan tilapia untuk mengembalikan keadaan kulit yang rusak akibat terbakar tersebut.

Namun, para dokter mengatakan, bahwa terapi dengan kulit tilapia dapat memangkas biaya pengobatan sampai 75 persen daripada menggunakan salep sulfadiazine. Pasien juga merasa lebih nyaman, karena tidak merasakan sakit karena harus berganti perban serta kulit yang terbakar terasa lebih sejuk. Dengan fakta bahwa ikan tilapia sangat mudah diperoleh, para peneliti dan dokter berharap terapi ini akan tersedia secara komersil agar pengobatan luka bakar menjadi lebih mudah dan cepat.

Baca Juga : 10 Merk Body Lotion Pemutih Badan

Penyembuhan luka bakar lainnya

Memang banyak produk yang menawarkan perawatan luka agar luka lebih cepat sembuh. Tapi masih ada cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan alami disekitar kita.

Faktanya ada banyak tumbuhan herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai obat luka agar lebih cepat sembuh.

1. Lidah Buaya

Ekstrak dari lidah buaya memiliki kualitas yang bagus untuk penyembuhan luka. Terbukti sangat efektif dalam kasus luka akibat terbakar, sengatan matahari, goresan dan juga luka lainnya. Lidah buaya dapat mencegah aktifitas inflamasi luka dan mempercepat penyembuhan.

2. Kunyit

Bahan yang satu ini merupakan salah satu dari obat tradisional yang digunakan untuk penyembuhan luka dan cedera. Kunyit ini memiliki antiseptik dan juga agen anti perdangan yang kuat. Namun anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter jika sedang mengkonsumsi obat pengencer darah.

3. Bawang Putih

Meskipun aroma khasnya mungkin bukan pilihan pertama, namun bawang putih cukup efektif sebagai ramuan penyembuhan luka. Bawang putih adalah antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Ini mempercepat pematangan kolagen di jaringan kulit dan bertindak sebagai antiseptik untuk mencegah infeksi.

4. Madu

Pada luka ringan seperti luka teriris atau terbakar, madu berperan sebagai anti bakterial, dengan cepat membersihkan dan mencegah infeksi berikutnya. Menurut satu analisis dari banyak studi yang dilakukan oleh peneliti New Zealand menemukan bahwa luka bakar yang diobati dengan madu sembuh.

5. Chamomile

Memiliki Anti-inflamasi dan antimikroba lain yang kuat, chamomile adalah ramuan yang sangat baik yang dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit.

6. Kentang

Tempatkan beberapa potong kentang mentah di atas area yang terinfeksi sambil menahannya di tempat dengan perban. Biarkan dalam semalam dan ganti dengan kentang segar di siang hari. Tergantung pada infeksinya biasanya akan mengeluarkan nanah dalam 1-3 hari.

Itulah penjelasan tentang penyembuhan luka bakar dengan kulit ikan. Ternyata dari bahan makanan yang kita bisa temui sehari-hari bisa digunakan sebagai penyembuhan luka bakar. Dengan harga yang lebih ekonomis tentunya cara ini berhasil memangkas biaya pemulihan yang biasanya bisa memakan banyak biaya. Luar biasa kan!

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply