Hukum Bleaching Gigi Dalam Islam, Bolehkah?

admin_ireztia

Hukum Bleaching Gigi dalam islam. Hal yang wajar jika orang di dunia ini ingin tampil cantik dan menarik secara keseluruhan. Karena hampir semua orang memiliki keinginan seperti itu. Tidak hanya perempuan, para pria pun kini terlihat banyak yang datang ke pusat-pusat perawatan tubuh. Mereka datang untuk mendapatkan penampilan yang terlihat sempurna.

Biasanya yang diperhatikan dari penampilan selain fashion masalah gigi dan mulut juga sangat terlihat. Memiliki gigi yang rapi dan putih berkilau merupakan keinginan banyak orang. Langkah pertama yang banyak dilakukan orang untuk mempercantik gigi adalah dengan membuat gigi terlihat lebih putih.

Warna gigi merupakan variabel penting dalam senyum yang menarik. Itulah alasannya orang ingin giginya kelihatan lebih putih untuk membuat mereka terlihat lebih muda dan lebih cantik dalam rangka meningkatkan rasa percaya diri. Karena itu kini orang pun beramai-ramai membeli produk pemutih gigi tak sedikit mereka datang ke dokter gigi terdekat.

Bagaimanakah sebetulnya Islam memandang perawatan pemutihan gigi dengan bleaching ini? Apakah halal hukum Bleaching gigi bagi seorang Muslim?

Pemutihan gigi dengan cara bleaching bisa jadi merupakan salah satu cara untuk memelihara keindahan gigi. Kuning keabu-abuan dan putih keabu-abuan, atau putih kekuning-kuningan adalah warna gigi yang normal.

Baca Juga : Bleaching dan Veneer Gigi, Apa Perbedaannya?

Penyebab Perubahan Warna Gigi

Warnaan gigi ini ditentukan ketebalan dan translusensi email, ketebalan dan warna dentin yang melapisi di bawahnya dan warna pulpa. Dengan bertambahnya usia, email dapat menjadi lebih tipis. Dentin dapat menjadi lebih tebal karena adanya proses fisiologis yang terjadi di dalam gigi.

Warna gigi dapat berubah dikarenakan adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu faktor-faktor dari dalam yang dapat menyebabkan perubahan gigi. Faktor instrinsik ini berhubungan dengan adanya penumpukan noda yang terdapat di dalam email dan dentin.

Noda ini dapat berasal antara lain dari penggunaan antibiotik tetrasiklin. Mengakibatkan perdarahan di dalam pulpa gigi (proses nekrosis/kematian gigi) dan gangguan pada saat tumbuh kembang gigi geligi.

Selain itu faktor ekstrinsik juga mempengaruhi. Faktor ini merupakan faktor-faktor dari luar yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Misalnya saja noda tembakau pada orang yang merokok, minuman seperti teh atau kopi, atau bahan tambal gigi berupa amalgam.

Apapun etiologi atau penyebab dari perubahan warna gigi ini dapat ditanggulangi dengan prosedur bleaching. Ataupun dengan teknik yang berbeda-beda tergantung faktor penyebabnya.

Bleaching atau teknik pemutihan gigi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Biasanya menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gel pemutih gigi, pasta gigi, hingga obat kumur.

Menjaga Kebersihan Dalam Islam

Seperti yang kita tahu Islam sangat mencintai kebersihan dan keindahan. Islam amat menganjurkan umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan dan bersih dalam berbagai.

Seperti sabda Rasulullah SAW :

“Kebersihan sebagian dari iman” (HR. Muslim, At-Turmudzi dan Ahmad).

“Sesungguhnya Allah itu indah mencintai yang indah” (HR Muslim).

Sama seperti artikel sebelumnya, baca juga Hukum Veneer Dalam Islam, Haramkah?

Terkait dengan anjuran membersihkan gigi, Rasulullah SAW bersabda:

“Siwak membersihkan mulut dan membuat ridha ALLAH” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Al Hakim dan Al-Baihaqi)

“Kalau saja tidak memberatkan umatku akan aku suruh menggunakan siwak setiap akan shalat” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Sunah yang diajarkan oleh  salah satu bentuk upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan cara bersiwak dan gosok gigi.

Hukum Bleaching Gigi Dalam Islam

Terkait dengan bleaching, maka pembahasan tak akan lepas dari domain proses perubahan dalam diri manusia. Allah SWT telah menciptakan alam semesta termasuk manusia dalam keadaan seimbang, baik, dan indah. Oleh karenanya, Islam melarang (mengharamkan) merubah ciptaan Nya, khususnya pada manusia. Apalagi perubahan tersebut berdampak pada kerusakan.

hukum bleaching gigi

Khusus pada manusia, berusaha merubah dirinya yang tidak ada alasan yang kuat merupakan bentuk tidak mensyukuri nikmat Allah. Dan merubah ciptaan Nya merupakan salah satu cara syetan untuk menyuruh manusia agar mereka bermaksiat. Sehingga merubah ciptaan Allah adalah kemaksiatan yang diharamkan.

Halal atau Haramkah?

Merunut dari penyebab perubahan warna gigi itu sendiri, maka hal ini tidak termasuk merubah ciptaan yang diharamkanNya. Karena gigi pada dasarnya berwarna putih, dan jika tindakan memutihkan gigi tersebut tidak merusak kesehatan maka hukumnya boleh.

Memutihkan gigi sendiri tidak termasuk mengubah ciptaan Allah SWT yang masuk kategori haram. Sebab, gigi pada dasarnya berwarna putih. Jika tindakan memutihkan gigi sendiri tak masalah, yang harus diperhatikan adalah metodenya. Menjaga kebersihan gigi agar tampak putih dengan bersiwak tentu dibolehkan. Bahkan, bernilai sunah muakad karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Namun jika tindakan memutihkan gigi itu dilakukan dengan cara dikikir sela-sela gigi, sehingga gigi kelihatan tidak rapat, hukumnya dilarang. Rincian ini juga disampaikan oleh Syaikh Musthofa al-Adawi dalam Fatwa Beliau.

Harus benar-benar diperhatikan dampak jika menggunakan teknik bleaching. Memutihkan gigi dengan teknik bleaching ternyata bisa menyebabkan gigi sensitif karena menggunakan bahan-bahan kimia. Gigi yang sensitif akibat pemutihan dengan bahan kimia berarti proses tersebut kurang aman.

Setelah melakukan bleaching, bisa muncul efek seperti kesemutan ringan pada gigi saat mengonsumsi minuman dingin atau panas. Artinya, jika hal itu terjadi, sensitivitas pada gigi meningkat. Hal ini juga disebabkan adanya abrasi pada lapisan gigi.

Jika hal itu terjadi, hukum bleaching gigi sebaiknya tidak dilakukan. Karena justru merusak kesehatan. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih, “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.”

Pada dasarnya, memutihkan gigi yang dilakukan tanpa ada tindakan mengikir sela-sela gigi, hukumnya dibolehkan. Dalam fatwa syabakah islamiyah dinyatakan.

فعملية تبيض الأسنان هي عملية تهدف إلى تلميع الأسنان التي أصبحت باهتة أو مصفرة أو غدت داكنة، والأصل في إجراء هذه العملية الجواز حتى يثبت ما يقتضي منعها

Memutihkan gigi adalah tindakan untuk membuat gigi menjadi putih cemerlang. Hukum bleaching gigi semacam ini adalah boleh, hingga terdapat kondisi yang menyebabkannya menjadi terlarang. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 74450).

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply