Teknik, Manfaat, Resiko, dan Biaya Bleaching Gigi

admin_ireztia

Bagi sebagian orang, memliki gigi yang berwarna kuning adalah suatu masalah. Sehingga tak jarang mereka mencari cara agar bisa memutihkan gigi, salah satunya dengan cara bleaching. Jika menjadikan bleaching sebagai solusi praktis untuk mendapatkan gigi putih, maka hal yang perlu diketahui pasti mengenai harga bleaching gigi.

Seperti apa bleaching gigi? Apakah benar-benar efektif membuat gigi menjadi putih? Jika bleaching gigi merupakan solusi praktis untuk mendapatkan gigi putih, maka yang perlu diketahui pasti mengenai harganya, mahal gak ya.

Sebelum kita cari tahu tentang berapa budget yang harus disiapkan untuk bleaching gigi. Kita simak dulu beberapa ulasan bleaching gigi berikut ini yuk!

1.Apa Itu Bleaching?

Memliki gigi yang berwarna putih bersih tanpa noda tentu menjadi dambaan setiap orang bukan? Bagi sebagian orang, memliki gigi yang berwarna kuning adalah suatu masalah yang sangat mengganggu. Membuat kita menjadi tidak percaya diri. Sehingga tak jarang kita mencari cara agar bisa memutihkan gigi, salah satunya dengan cara bleaching.

Kamu mungkin sudah pernah mendengar kata bleaching, namun masih awam seperti apa tekhnik bleaching gigi itu. Bleaching gigi merupakan suatu proses atau teknik memutihkan gigi dengan menggunakan bahan tertentu. Bleaching gigi bermanfaat untuk membuat warna gigi menjadi lebih putih dan cerah.

Proses bleaching dilakukan dengan menggunakan bahan tertentu agar warna gigi menjadi lebih putih dan cerah. Pemutihan ini dilakukan pada bagian email gigi dan dilakukan dengan memberi hidrogen peroksida sebagai bahan kimia untuk memutihkan email gigi.

Proses bleaching biasanya membutuhkan waktu tidak hanya sekali. Melainkan bisa beberapa kali kunjungan ke dokter gigi kecantikan. Hal ini untuk memastikan agar proses bleaching benar-benar dapat menghasilkan warna putih sesuai yang diinginkan. Selain itu untuk mengcontrol efek samping yang sering menyertai proses pem-bleaching-an gigi.

2.Penyebab Warna Gigi Berubah

Pada dasarnya gigi kita berwarna putih. Karena berbagai faktor terutama makanan dan kebiasaan maka gigi menjadi berubah warnanya. Paling sering akan berubah menjadi kuning.

Sebenarnya apa sih penyebabnya?

Yang pertama dan paling sering menjadi penyebab perubahan warna pada gigi adalah makanan dan minuman. Beberapa makanan dan minuman yang berpotensi membuat warna menjadi kuning. Makanan minuman tersebut adalah kopi, anggur merah/wine, teh dan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan terlalu panas atau dingin.

Selain apa yang dikonsumsi, faktor kebiasaan seperti merokok juga mempengaruhi warna gigi. Asap rokok sangat mudah membuat warna gigi menjadi berubah

Efek obat-obatan juga bisa menjadi penyebab perubahan warna gigi, seperti obat untuk ibu hamil. Apenyebab yang terakhir yaitu dikarenakan faktor usia dan kerusakan jaringan pada gigi.

3.Prosedur Bleaching Gigi

Terdapat 2 jenis metode atau prosedur untuk melakukan bleaching pada gigi. Metode atau jenis yang dipilih disesuaikan dengan jenis gigi yang akan di bleaching. Masing-masing metode memiliki ukuran waktu bleaching yang berbeda.

• Bleaching intra korona ( bleaching yang dilakukan pada gigi non vital).
Bleaching jenis ini dilakukan pada gigi yang berubah warna namun tidak pada keseluruhan gigi yang bersifat global. Perubahan warna karena kerusakan gigi seperti gigi yang mati akibat patah, proses karies gigi, kematian jaringan pulpa, diselesaikan dengan metode ini.

Untuk melakukan bleaching jenis ini, pertama-tama gigi yang sudah rusak dilakukan perawatan terlebih dahulu. Khususnya perawatan pada saluran akar (perawatan endodontik). Selanjutnya bahan bleaching yakni superoksol (hidrogen peroksida 30-35%) dan sodium perborat akan dimasukkan ke dalam mahkota gigi. Kemudian mahkota akan ditambal sementara. Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk mendapatkan warna gigi putih kembali.

• Bleaching pada gigi vital (gigi yang masih hidup).
Ini merupakan jenis bleaching yang biasa dilakukan pada gigi normal. Untuk bleaching pada gigi vital ini masih terbagi lagi menjadi 2 bentuk.

1. At Home Bleaching

Metode at home bleaching dilakukan sendiri di rumah. Umumnya menggunakan tray, point-on atau strip. Namun yang paling memberikan hasil sesuai keinginan adalah yang menggunakan tray. Sehingga tray lebih banyak dipilih untuk metode jenis ini.

bleaching gigi

Untuk melakukannya pertama-tama dilakukan pencetakan tray untuk menyesuaikan dengan bentuk gigi dan rahang pasien. Warna gigi pasien akan dicatat untuk mengcontrol perubahan warna nantinya selama proses bleaching berlangsung. Penggunaan tray dimaksudkan agar bahan bleaching bisa terfokus hanya mengenai gigi saja tanpa mengenai jaringan lunak seperti gusi dan sekitarnya).

Apabila tray sudah tercetak maka penggunaan dan perawatannya tinggal memasang bahan bleaching pada tray. Kemudian tray ini tinggal dipasang di gigi. Waktu perawatan sekitar 2-8 jam per hari tergantung dari bahan bleaching yang digunakan.

Keseluruhan waktu total yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil gigi putih biasanya bervariasi. Namun rata-rata bisa mencapi sekitar 2 minggu. Pasien hanya harus rutin mengganti bahan bleaching pada tray setiap harinya, dan mengcontrol proses perubahan warna giginya tiap hari.

2. In Office Bleaching

In office bleaching untuk perawatannya ditangani langsung oleh dokter. Metode ini paling cocok bila menginginkan hasil yang cepat. Namun secara biaya lebih mahal. Untuk melakukannya digunakan bahan hidrogen peroksida 35% yang biasa dibantu dengan penyinaran atau dengan bantuan sinar laser.

 bleaching gigi

Jenis hidrogen peroksida ini lebih aktif dan efektif daripada bahan karbamid peroksida yang biasa digunakan untuk jenis in home bleaching. Namun penggunaannya harus ditangani langsung oleh dokter gigi karena sensitifitasnya bisa menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.

Adanya bantuan penyinaran atau laser membuat proses oksidasi menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu proses penyelesaian bleaching dengan cara ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dalam perawatannya. Sehingga hasil bleaching gigi bisa dirasakan secara langsung.

4.Resiko dan Efek Samping Bleaching Gigi

Beberapa resiko serta efek samping selalu muncul dalam bentuk variatif pada pasien yang melakukan bleaching gigi. Secara kuantitas dan kualitas juga berbeda-beda pada masing-masing kasus.

• Alergi
Penggunaan bahan dan reaksi kimia yang terjadi pada proses bleaching bisa menimbulkan alergi pada sejumlah orang. Bentuk alergi yang muncul biasanya berupa rasa gatal atau panas di mulut. Selain itu bisa juga hingga timbul bengkak dan kemerahan pada mulut.

• Muncul rasa nyeri
Rasa nyeri muncul akibat bahan bleaching menyentuh bagian pulpa gigi yang penuh dengan saraf. Rasa nyeri ini muncul sekitar 24-48 jam setelah prosedur bleaching dilakukan. Biasanya terjadi pada metode in office bleaching. Lama waktu munculnya rasa nyeri biasanya variatif tergantung pada lama penyinaran atau pemanasan dengan laser yang dilakukan ketika perawatan.

• Sensitifitas gigi
Pasca bleaching tingkat sensitifitas gigi bisa naik. Khususnya ketika gigi menghadapi rasa dingin, akan bisa timbul rasa ngilu. Hal ini terjadi karena zat kimia peroksida yang digunakan pada proses bleaching mengenai jaringan gigi yang lain. Bagi pasien yang memiliki riwayat gigi sensitif maka rasa ngilu akan bisa berlebih dan bisa jadi sangat mengganggu.

• Kerusakan struktur jaringan keras
Zat kimia yang digunakan ketika proses bleaching bisa memiliki dampak pada kerusakan struktur email gigi. Hal ini disebabkan oleh proses oksidasi yang terjadi selama proses perawatan. Kerusakan struktur email ini bisa menyebabkan jaringan gigi menjadi lebih mudah rusak. Salah satu bentuk kerusakan adalah munculnya lubang gigi.

• Kerusakan saraf dan pembuluh darah pada gigi

Prosedur perawatan bleaching yang tidak hati-hati dapat menyebabkan bahan kimia mengenai pulpa gigi. Pulpa gigi ini berisi penuh dengan saraf dan pembuluh darah yang menyuplai gigi. Selain itu, bila prosedur dilakukan pada gigi pasien yang berlubang kerusakan saraf ini sangat potensial untuk terjadi. Oleh sebab itu pasien dengan gigi berlubang selalu diawali dengan proses penambalan gigi terlebih dahulu.

• Kerusakan jaringan lunak yang terjadi pada rongga mulut

Kerusakan ini terjadi bila bahan bleaching mengalami kontak langsung dengan mukosa rongga mulut. Bahan kimia bleaching memang tergolong bahan aktif yang seharusnya tidak boleh terjadi kontak langsung dengan jaringan lunak. Bentuk kerusakan akibat kontak ini akan bisa timbul luka atau sariawan pada rongga mulut.

• Gigi kembali menguning dalam beberapa waktu
Metode bleaching bukanlah metode yang bersifat permanen untuk merubah warna gigi menjadi putih dan cerah. Oleh sebab itu, dalam beberapa waktu akibat pola makan juga, gigi yang sudah di bleaching bisa kembali menjadi menguning. Oleh sebab itu untuk menjaga keawetan bleaching, sejumlah perawatan gigi mungkin butuh dilakukan pasca proses bleaching dilakukan.

Baca Juga : Resiko Veneer Gigi Yang Harus Kamu Tahu

5. Kondisi yang Tidak Disarankan untuk Bleaching Gigi

Beberapa kondisi sangat tidak disarankan pada pasien untuk melakukan bleaching. Hal ini karena kondisi yang tidak disarankan tersebut dapat memberikan potensi resiko yang sangat besar bila tetap dilakukan. Terdapat beberapa kondisi dimana pasien sangat tidak disarankan untuk melakukan bleaching, diantaranya :

• Pasien dengan usia muda (anak-anak/remaja)
Pasien dengan usia muda sangat tidak dianjurkan untuk bleaching gigi. Hal ini karena pada usia muda, kondisi ruang pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah masih sangat besar. Sehingga sangat rawan resiko kerusakan pulpa dan pembuluh darah.

• Pasien dengan Kasus Fluorosis yang berat atau pada kasus hipoplasia email dan amelogenesis imperfekta
Pasien dengan kasus seperti ini mengalami pengikisan email gigi yang sangat berat. Bila email gigi ini terkikis dalam kondisi yang berat maka bila dilakukan bleaching. Karena akan berpotensi besar membawa resiko kerusakan jaringan keras maupun jaringan lunak.

• Pasien dengan gigi yang banyak memiliki riwayat tambalan atau restorasi
Pasien dengan riwayat tambalan gigi seperti ini sangat rawan terhadap potensi kerusakan jaringan. Jaringan keras maupun jaringan lunak dimana bahan bleaching bisa masuk melalui tambalan gigi.

• Pasien dengan riwayat alergi terhadap peroksida
Bahan utama bleaching adalah peroksida aktif. Bila pasien memiliki riwayat alergi terhadap peroksida. Maka sangat tidak disarankan melakukan bleaching karena resiko terkena alergi yang sangat berat bisa saja terjadi.

5. Biaya Bleaching Gigi

Pemutihan gigi paling baik dilakukan oleh dokter gigi. Harga perawatan untuk bleaching gigi variatif tergantung jenis metode yang digunakan serta hasil seperti apa yang diinginkan. Biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan dental bleaching bervariasi, namun memang relatif cukup mahal.

Untuk harga perawatan paling murah sekitar 300–400 ribu. Pada in office bleaching, harga perawatan regular sekitar 2,5 juta– 3 juta. Namun bila membutuhkan penyinaran atau penggunaan laser, biaya akan bertambah hingga mencapai 4 juta dalam satu kali perawatan.

Bila hasil bleaching masih dirasa tidak maksimal, pasien bisa mencoba melakukan veener. Untuk metode veener gigi, pasien bisa meminta hasil sesuai yang dia inginkan. Namun, harganya sangat mahal. Untuk veener pada satu gigi saja bisa menghabiskan budget hingga Rp 5 juta.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply