Bleaching dan Veneer Gigi, Apa Perbedaannya?

admin_ireztia

Terlihat rapi bersih sehingga terlihat menarik pasti menjadi dambaan setiap orang. Bila kita terlihat menarik maka rasa Percaya Diri kita pun meningkat. Salah satunya mempunyai gigi yang rapi putih dan bersih. Karena gigi yang sehat terawat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Sekarang banyak macam estetika gigi yang ditawarkan untuk membuat gigi tampak lebih putih dan bersih. Di antaranya dengan melakukan bleaching dan veneer gigi.

Bleaching dan veneer gigi memiliki tujuan yang sama. Sama-sama membuat gigi menjadi lebih putih. Tetapi, dalam proses dan hasilnya veneer gigi memang lebih unggul dibanding bleaching gigi.

Bleaching dan veneer sebenarnya memerlukan biaya tinggi namun mampu untuk memutihkan mahkota gigi. Hasilnya, seseorang dapat tampil menawan dengan gigi yang terlihat makin putih dan cerah.

Tetapi ternyata ada perbedaan antara bleaching dan veneer. Apa saja sih perbedaan bleaching dan veener? Simak penjelasanya ya.

1.Bleaching Gigi

Bleaching sendiri berarti suatu cara pemutihan kembali gigi yang berubah warna dengan proses perbaikan secara kimiawi agar mendekati warna gigi asli. Sedangkan untuk veneer adalah sebuah bahan pelapis sewarna dengan gigi dan diaplikasikan pada sebagian atau seluruh permukaan gigi yang mengalami cacat pada email, diskolorisasi maupun kelainan bentuk.

bleaching gigi
Pada bleaching, biasanya mahkota gigi akan diolesi dengan cairan khusus pemutih gigi. Proses bleaching di dokter dapat bertahan 6-12 bulan tergantung dengan kebiasaan pasien. Kalau sering minum teh dan kopi ataupun memiliki kebiasaan merokok, biasanya hanya 3 bulan warna gigi berubah putihnya lalu akan menurun. Nantinya warna gigi bisa kembali seperti semula.

Bleaching gigi biasanya dilakukan pada saat menghadapi momen tertentu. Misalnya saat tampil, lomba, show, atau pernikahan. Melakukan Bleaching rutin juga tidak disarankan, karena zatnya keras dan berbahaya bagi gigi. Perlu diingat jika bleaching hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang memiliki gigi sempurna. Dalam artian ini, tidak ada gigi retak, berlubang dan juga terkikis.

2.Veener Gigi

Veneer gigi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk membuat gigi lebih putih, memperbaiki gigi yang renggang maupun patah. Di sisi lain, veneer berfungsi untuk memperbaiki karies dimana berfungsi agar gigi tidak mudah pecah. Veneer bisa memperbaiki gigi sehingga susunannya jauh lebih rapi.

Bleaching dan Veneer

Veneer dilakukan dengan pemasangan wajah atau rumah untuk setiap mahkota gigi. Nah yang menarik, veneer bisa dilakukan untuk segala jenis warna gigi. Misalnya saja warna gigi kuning bahkan hingga abu-abu yang tak bisa dilakukan bleaching, disarankan untuk melakukan veneer.

Biasanya model veneer yang disukai seperti pemasangan gigi kelinci atau bisa jadi gigi susu pada bagiannya depannya. Maka tak heran jika seseorang setelah melakukan veneer, membuat gigi terlihat jauh lebih cantik. Namun ternyata, ada perawatan penting setelah melakukan pemasangan veneer. Jika salah dalam perawatan, maka gigi yang semula bisa jadi susunannya semakin buruk dari sebelumnya.

Veneer sendiri ada 2 macam:

Direct Vener (Composite Veneer)

veneer yang langsung dikerjakan dan dibentuk di gigi kamu dengan menggunakan bahan resin komposit. Veneer ini lebih ekonomis dan praktis karena dengan sekali kunjungan ke dokter gigi ahli estetis, veneer langsung terpasang hingga selesai. Kekurangannya adalah bahan composite mudah menyerap warna dan ketahanannya tidak selama yang porcelain.

Indirect Veneer (Porcelain Veneer)

veneer yang terbuat dari bahan porcelain. Veneer ini membutuhkan minimal 2x kunjungan ke dokter gigi. Yang pertama kali gigi dikecilkan dan dicetak. Veneer kemudian dibuat di Laboratorium minimal seminggu. Dan kunjungan keduanya, dipasang di gigi. Porcelain veneer lebih mahal dibandingkan composite veneer tapi ketahananannya lebih baik dan lebih stabil warnanya.

3.Perbedaan Bleaching dan Veener Gigi.

a.Bahan dan teknik yang berbeda

Dalam proses veneer, gigi akan dilapisi bahan porcelen, sedangkan bleaching gigi akan langsung diputihkan dengan bahan tertentu, tanpa dilapisi apapun. Kedua jenis perawatan tersebut relatif aman dilakukan.

Sementara veneer gigi atau facing adalah pemasangan wajah atau rumah untuk setiap mahkota gigi. Veneer bisa dilakukan untuk segala jenis warna gigi, mulai dari kuning hingga abu-abu. Untuk jenis gigi yang kuning sekali atau abu-abu, tidak bisa di bleaching tapi harus di veeneer. Dengan melakukan veener kadar atau tingkat putihnya gigi bisa disesuaikan sesuai keinginan. Efeknya juga gigi bisa rata, lebih panjang.

b.Daya Tahan

Memutihkan gigi dengan cara veneer memang akan lebih tahan lama dibandingkan bleaching. Ketahanan warna gigi yang di veneer bisa sampai 10 tahun. Layaknya warna baju, veneer pasti juga akan pudar, tetapi lebih lama. Sedangkan bleaching hanya bertahan sekitar satu tahun. Setelah itu, kembali seperti warna gigi awal.

c.Harga

Berbicara masalah harga dengan kualitas yang lebih bagus, estimasi harga veneer pun lebih besar dari bleaching. Biaya veneer dihitung per gigi, sekitar Rp 4 juta. Sedangkan bleaching sekira Rp 3 juta untuk semua gigi. Perlu diingat, jika perawatannya hanya seperti biasa, menggosok gigi dengan benar dan teratur.

Itulah kira-kira perbedaan bleaching dan veener gigi. Sekarang sudah tau ya kelebihan dan kekurangan bleaching dan veneer gigi. Jadi kamu lebih memilih metode yang mana? Jangan lupa baca juga pembahasan tentang Teknik, Manfaat, Resiko, dan Biaya Bleaching Gigi.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply