Kebiasaan Entrepreneur Dalam Mengelola Keuangan

admin_ireztia

Mungkin selama ini kamu bertanya-tanya, apa sih rahasia kesuksesan dari entrepreneur dunia? Seorang entrepreneur yang sukses bukanlah Entrepreneur yang asal – asalan dalam mengelola keuangan. Mereka punya cara & strategi agar keuangan bisa dikelola dengan baik. Kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan inilah yang berimbas kepada kesuksesan.

Memangnya apa saja kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan sehingga mereka menuai kesuksesan? Terus simak kebiasaan-kebiasaan entrepreneur di bawah ini :

1. Pay Me First

Artinya bayar saya duluan, apa sih maksudnya?

Ketika kamu memiliki sebuah pemasukan atau mendapatkan keuntungan, jangan gunakan uang ini untuk keinginan semata. Usahakan kamu tidak menggunakannya untuk membayar kebutuhan dan lain sebagainya terlebih dahulu. Tapi gunakan uang ini untuk urusan perut dahulu atau disebut kebutuhan pribadi baru setelah itu uang di tabung.

kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan

Ingat, keinginan sama kebutuhan beda, harus bisa bedain mana yang lagi ingin dibeli tapi ga butuh, mana yang butuh banget karena itu memang kebutuhan

Ingat ! Pay Me First, bukan Pay All First !

2. Membuat Pembukuan

Kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan yang selanjutnya adalah mereka biasa membuat Pembukuan. Maksudnya pembukuan itu apa? Kamu tidak harus membuat neraca seperti di perusahaan-perusahaan besar. Tidak. Tetapi pengertian pembukuan disini adalah pisahkan antara pengeluaran usaha dengan pengeluaran pribadi. Jadi pastikan supaya kamu memiliki hidup yang disiplin.

kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan

Kalau kebiasaan ini tidak pernah dilakukan dan tidak biasakan dari yang kecil, maka perusahaan sebesar apapun bisa menjadi amburadul dan bangkrut. Gara-gara kebiasaan ini tidak ditulis.

Hal sekecil apapun selalu usahakan ingat lalu ditulis. Contohnya uang untuk parkir, nominalnya memang kecil tapi harus dicatet detail. Jika tidak dicatat nanti bakal bingung deh ini uang kemana. Selain itu kita juga bisa tahu nanti ujungnya, uang kita selama ini habis dimana.

3. Memisahkan Rekening Pribadi dengan Rekening Bisnis !

Jangan lagi campuradukan rekening pribadi dengan bisnis. Biasakan untuk membedakan, jangan campur aduk. Jadi ini uang untuk usaha, tetapi terpakai untuk kebutuhan rumah tangga.

Kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan dengan memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis ini harus dilakukan. Sehingga ketika usahanya butuh modal, terpakai disini.

Ini seringkali menjadi problem. Menjadi masalah. Itulah sebab cashflow di dalam usaha itu tidak boleh diutak-atik. Kemudian biaya apapun yang ada di dalam usaha itu tidak boleh diutak-atik.

kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan

Kalau kita tidak memisahkan, maka nanti kecampur antara pengeluaran perusahaan sama pribadi. Semakin tidak disiplin semakin tidak terlihat uang kita habis dipakai apa.

Hal yang tidak kalah penting yang harus dilakukan adalah segera menyelesaikan utang konsumtif dan cicilan. Pertama selesaikan utang-utang kartu kredit, cicilan dan utang KTA. Biasanya orang-orang menggunakan utang konsumtif ini untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dan kebutuhan darurat.

Seharusnya kebutuhan gaya hidup dipenuhi dari pendapatan, bukan dari utang. Untuk kebutuhan dana darurat, lebih disarankan agar memiliki dana special untuk keperluan-keperluan darurat. Besarnya dana darurat sekitar 9 – 12 kali pengeluaran bulanan.

4.Investasi

Agar bisnis kita bisa berkembang jangan pelit untuk berinvestasi di perusahaan sendiri, apalagi jika saat ini Anda masih menjalankan usaha dalam skala yang kecil. Gunakan peralatan, teknologi serta alat yang tepat dan sesuai untuk usaha atau strategi pemasaran yang viral bertujuan untuk mempromosikan bisnis, intinya adalah jangan ragu untuk berinvestasi di usaha sendiri.

Ketika kita menerima uang banyak, prioritaskan dulu mau gengsi & gaya atau malah investasi. Semua pengusaha yang benar-benar usaha, bukan gaya-gayaan akan investasi ke hal yang berguna.

Jadi, kalau ada sebuah peluang dimana butuh uang banyak dan bisa mendatangkan omset maka prioritaskan untuk invest kesana bukan untuk gaya-gayaan.

Jadi contohnya, prioritas mereka adalah bagaimana untuk membesarkan usaha. Maka mereka akan prioritaskan kesitu. Jadi bukan berarti kebanyakan orang ketika sudah menerima uang besar, mereka akan bergaya dulu. Ganti handphone dulu, ganti ini, ganti itu. Beli sesuatu yang tidak perlu. Pokoknya bergaya dulu, gengsi dulu nomor satu.

Ketika ingin mengelola sesuatu, para entrepreneur yang sukses itu pasti punya prioritas. Jadi ketika mereka membutuhkan barang yang nilai investasinya bagus, dan barang ini bisa menghasilkan uang lebih dan mendatangkan omzet. Mereka tidak akan segan-segan untuk investment di tempat tersebut.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah investasi tanpa strategi dan tanpa rencana keuangan. Apa yang terjadi jika seseorang berinvestasi tanpa menggunakan strategi atau rencana yang matang?

Tentu saja investasi tidak akan optimal. Idealnya jika memiliki sebuah rencana keuangan dan strategi berinvestasi, agar hasil lebih optimal dan dapat mewujudkan segera tujuan-tujuan keuangan.

Hal yang tak kalah penting, selain kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan mereka juga bisa menyeimbangkan antara waktu untuk bekerja dengan waktu bersama keluarga.

Selama ini mungkin kita mengira entrepreneur yang sukses adalah mereka yang selalu bekerja, workoholic dan lainnya. That’s wrong, karena yang perlu dicermati kebanyakan dari mereka justru menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan karir.

Untuk itu jika selama ini kamu menghabiskan hampir sebagian besar waktu di kantor, coba luangkan waktu lebih usai jam kantor di rumah bersama keluarga. Karena dengan menghabiskan waktu bersama keluarga kita akan merasakan energi positif. Energi tersebut datang dari orang-orang yang mencintai kita.

Itulah kebiasaan entrepreneur dalam mengelola keuangan sehingga mencapai kesuksesan. Tak kalah pentingnya baca juga Pentingnya Ilmu Cash Flow Bagi Pengusaha.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply