Hukum Veneer Dalam Islam, Haramkah?

admin_ireztia

Hukum veneer dalam Islam. Naluriah ya jika wanita selalu ingin tampil cantik dan menawan. Tentu jika sudah menikah, kecantikan sejatinya hanya untuk suaminya. Walaupun banyak juga wanita yang tampil cantik hanya untuk mendapat pujian.

Selain sebagai alat untuk menghancurkan makanan, gigi juga bisa menjadi hiasan senyum. Ketika orang tersenyum, gigi mereka akan terlihat dan itu membuat tawa mereka semakin indah. Oleh karena itulah, banyak orang yang berlomba-lomba untuk mempunyai gigi yang cantik dan pastinya mempunyai warna yang cantik.

Salah satu cara yang dilakukan untuk gigi tampil cantik adalah melakukan pemutihan gigi dengan bleaching dan veneer gigi. Bleaching dan veneer gigi bahkan menjadi tren gaya hidup bagi seseorang yang ingin tampil menawan.

Veneer adalah lapisan tipis yang ditempelkan secara permanen pada permukaan gigi. Proses penempelannya hampir mirip dengan pemasangan kuku palsu, bedanya veneer dilakukan pada gigi. Veneer dilakukan untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga didapatkan gigi putih yang bersih dan menutup renggang diantara jajaran gigi serta memperbaiki gigi yang patah atau keropos.

Sedangkan crown gigi adalah sarung yang berbentuk gigi yang dilapiskan ke atas gigi untuk mengembalikan bentuk, ukuran dan kekuatan gigi. Penggunaan crown gigi dilakukan untuk mengembalikan bentuk gigi yang tidak utuh yang disebabkan oleh karies, patah , terkikis atau sebab lainnya.

Apabila veneer dan crown digunakan sebagai pengobatan, seperti untuk menguatkan gigi yang terkena karies atau mengembalikan bentuk gigi yang patah karena kecelakaan maka veneer dan crown diperbolehkan.

Berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abdurrahman bin Tharafah bahwa kakeknya ‘Arfajah bin As’ad terpotong hidungnya pada hari al Kulab lalu dia mengambil hidung perak namun ia menjadi busuk lalu Nabi saw memerintahkannya agar mengambil hidung emas.’

Lalu apakah boleh seorang Muslim melakukan pemutihan gigi? Bagaimanakah pandangan hukum veneer dalam Islam, Halal atau Haramkah?

Islam pada dasarnya mencintai kebersihan dan keindahan. Karena itu, Islam menganjurkan umat Islam untuk menjaga kebersihan dan senantiasa bersih dalam segala hal.

Allah SWT berfirman, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum kamu mereka suci.

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah [2]: ayat 222).

Termasuk menjaga kebersihan diri adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga kondisi gigi dan mulut dengan bersiwak.

Rasulullah SAW bersabda, “Siwak membersihkan mulut dan membuat ridha Allah.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, an-Nasa`I, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi).

Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Kalau saja tidak memberatkan umatku, akan aku suruh menggunakan siwak setiap akan shalat.”

Siwak dan sikat gigi menjadi cara seseorang untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Sehingga, gigi yang kotor dan berwarna kuning justru harus dibersihkan.

Veneer gigi mempunyai manfaat memutihkan gigi. Memutihkan gigi tidak termasuk mengubah ciptaan Allah SWT yang masuk kategori haram. Sebab, gigi pada dasarnya berwarna putih.

Jika tindakan memutihkan gigi sendiri tak masalah, yang harus diperhatikan adalah metodenya. Menjaga kebersihan gigi agar tampak putih dengan bersiwak tentu dibolehkan. Bahkan, bernilai sunah muakad karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Terus bagaiman hukum veneer dalam Islam?

Jika memutihkan gigi dengan veneer gigi hanya untuk tujuan kecantikan yang nantinya malah akan jatuh pada hal tabarruj, maka jelas tidak diperbolehkan.

Rasulullah bersabda : ”Aku melaknat wanita-wanita yang mengikir (gigi) agar lebih cantik dan wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah” ( HR. Muttafaq Alaih)

Larangan akan hal ini juga bisa kita ambil dari Al-Quran, Allah telah berfirman: “…dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan sebagai pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An Nisaa :119)

Kecantikan sesungguhnya memang terletak pada hati setiap insan, jadi sebaiknya janganlah berlebih-lebihan dalam suatu hal. Lebih baik untuk memperbaiki diri sendiri dari dalam hati, dan lakukan perawatan secara alami untuk bagian luar tubuh agar tetap cantik luar dan dalam.

Bagi seseorang yang telah memakai crown untuk hal penyembuhan. Maka jika ia meninggal crown tersebut tidak wajib untuk dilepaskan selama bahan yang digunakan adalah bahan yang suci. Tdak ada sedikitpun najis didalamnya.

Semua kembali lagi kepada kepercayaan dan keiman kita masing-masing ya. Disini hanya sekedar berbagi gambaran sebagai informasi bukan untuk menggurui. Itulah gambaran tentang hukum veneer dalam Islam.

Semoga bermanfaat yaa.
Baca juga : Prosedur dan Biaya Veneer Gigi Yang Harus Dipersiapkan

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply