Perbedaan Clay Mask Dan Mud Mask Untuk Kulitmu

admin_ireztia

Sekarang semakin banyak jenis-jenis masker, semakin banyak juga yang harus kita ketahui tentang kegunaan masker tersebut. Yuk baca artikel tentang pengertian, manfaat dan resiko Operasi Laparoskopi. Seringnya, clay mask dan mud mask yang dikira satu jenis masker. Padahal, terdapat perbedaan clay mask dan mud mask merupakan 2 jenis masker yang sangat berbeda, begitu juga dengan kegunaannya. Ternyata banyak perbedaan clay mask dan mud mask.

Mud mask bersifat hydrating, sedangkan clay mask lebih cenderung bersifat sebagai drying-agent. Itu salah satu perbedaan clay mask dan mud mask. Kalau sampai salah pilih, bisa-bisa kulit kita menjadi rusak bukannya membaik. Penting untuk mengetahui jenis kulit sebelum memilih produk yang akan kita gunakan pada kulit wajah kita. Agar kita tidak salah pilih memilih produk.

Lalu, apa saja perbedaan clay mask dan mud mask ini? Yuk, cari tahu jenis mask yang mana yang cocok dengan jenis kulit kamu

1.Mud Mask

perbedaan clay mask dan mud mask

Bentuk dan Warna

Mud mask atau yang lebih dikenal dengan masker lumpur memiliki warna abu-abu tua. Kalau dilihat dari warnanya, sekilas mud mask hampir sama dengan clay mask. Namun dari bentuknya, keduanya sangat berbeda. Clay mask bertekstur seperti tanah liat.

Manfaat Masker

Yuk kita lihat manfaat dari penggunaan masker lumpur. Lumpur yang digunakan untuk masker tentu tidak sama dengan lumpur yang ada di tempat bermain pasir. Beberapa negara yang terkenal sebagai penghasil lumpur adalah negara-negara di Eropa dan Maroko, dengan ciri khas tingginya mineral yang terkandung di dalamnya.

Tahu ngga ternyata tidak mudah membersihkan kotoran di balik pori-pori hanya dengan menggunakan pembersih wajah. Sedangkan jika menggunakan masker lumpur yang mengandung banyak mineral, lumpur dapat masuk ke dalam pori-pori dan menyerap kotoran yang menyangkut pada pori-pori.

Beberapa masker lumpur bahkan mengandung partikel yang sangat kecil dan halus sehingga kotoran yang telah lama mengendap dapat ikut terangkat.

Bahan-bahan mineral dalam masker lumpur juga dapat merawat kulit ketika muncul bercak hitam akibat melanin sekaligus mampu mencerahkan. Sebagai tambahan, ketika kita membasuh masker lumpur, kulit mati dan sebum akan rontok, sehingga kita akan merasakan efek kulit yang lebih bersih.

Manfaat mud mask masuk kedalam kategori skin healing agent. Secara ringkasnya fungsi utama mud mask adalah untuk memperlancar sirkulasi peredaran darah pada kulit, membersihkan kulit dari debu dan kotoran, melembapkan dan menyegarkan kulit, serta membuat kulit menjadi lebih cerah dan lembut. Tak hanya itu, masker ini juga memperbaiki jaringan kulit sehingga dapat meningkatkan elastisitas kulit dan membuat tampilan kulit menjadi lebih muda.

Cara Pemakaian Mud Mask

Mud mask merupakan produk water-based dan memiliki sifat hydrating sehingga cocok baik digunakan pemilik kulit kering. Untuk menggunakannya, kamu harus memastikan kulit wajah sudah bersih dan kering.

Oleskan produk tipis-tipis pada seluruh permukaan wajah menggunakan jari atau kuas masker, diamkan hingga mengering selama 20 hingga 30 menit. Bilas masker menggunakan air hangat atau washcloth untuk mengangkat sisa masker pada wajah.

Karena masker ini merupakan water-based jadi memiliki sifat hydrating. Hal ini yang membuatnya masuk ke dalam kategori skin healing agent. Jika kamu memiliki kulit kering, masker jenis ini sangat cocok untukmu. Gunakan mud mask sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu untuk hasil yang maksimal.

2.Clay Mask

perbedaan clay mask dan mud mask

Bentuk dan Warna

Clay mask adalah masker dari tanah liat sehingga teksturnya pun mirip dengan tanah liat. Selain mengangkat kotoran dan debu, clay mask juga berfungsi sebagai drying skin agent atau menyerap minyak berlebih pada wajah.

Manfaat Masker

Meski dari bentuk tampak hampir sama, namun ternyata kedua masker ini memiliki manfaat yang berbeda. Jika kamu memiliki kulit wajah berminyak yang cenderung berjerawat, masker jenis clay ini cocok untukmu.Namun, karena formulanya dapat membuat kulit kering, jangan gunakan masker ini setiap hari.Sebaiknya gunakan 2 kali dalam seminggu saja.

Clay mask terkenal dengan kemampuannya menyerap racun, tetapi tidak hanya itu loh. Ternyata clay mask juga mampu menyerap bakteri dan patogen berbahaya baik di permukaan maupun dalam pori-pori kulit yang bertanggung jawab atas berbagai masalah kulit seperti jerawat dan alergi.

Clay mask bekerja sebagai antibiotik alami yang dapat mengatasi infeksi kulit dan bahkan menyembuhkan masalah kulit seperti eksim, dermatitis, dan psoriasis. Sebagai bahan alami, clay mask bahkan berfungsi lebih baik karena tidak turut membunuh bakteri baik di wajah.

Dunia modern tidak hanya menawarkan kemajuan dalam teknologi, tetapi juga dalam hal polusi. Clay mask yang memiliki sifat detokfisfikasi akan membersihkan wajah dari polusi, nanopartikel, cacogenic, logam berat, zat kimia, dan berbagai kotoran kulit tersebut. Hasilnya tentu saja kulit akan lebih bersih, segar, dan sehat.

Bukan hanya kotoran dan racun saja loh yang diserap clay mask, tetapi juga hidrogen dari sel kulit. Bila hidrogen terbebaskan dari kulit, maka oksigen memiliki tempat lebih luar untuk memperbaiki dan meremajakan kulit. Perederan di kulit pun akan lancar, dan tentu saja kulit menjadi lebih sehat.

Tampilan pori-pori yang minim adalah hal yang diidamkan banyak wanita. Pori-pori yang kecil bukan saja memiliki fungsi sebagai penyempurna visual, tetapi juga tanda dari kulit sehat. Pori-pori akan tampak besar saat sebum, bakteri, debu, dan kotoran menyumbatnya.

Seperti yang kita tahu, clay mask sangat ahli dalam penyerapan sebum, kotoran, dan bakteri dari pori-pori kulit sehingga setelah penggunaan clay mask, kulit akan terasa sangat kencang dan bersih.

Cara Pemakaian Clay Mask

Kebanyakan dari kita selama ini menggunakan clay mask dengan mendiamkannya sampai sangat kering dan terlihat pecah. Ternyata itu adalah cara yang salah! Ya, kamu tidak boleh membiarkan clay mask benar-benar sangat kering pada wajah. Pasalnya, terdapat tiga fase dalam clay mask.

Pertama adalah fase basah dimana biasanya clay mask baru saja kita balurkan pada wajah untuk beberapa menit. Pada fase ini kulit menyerap berbagai mineral penting dari clay mask. Kedua adalah fase awal clay mask mengering, di mana saat fase ini clay mask membuat peredaran darah pada wajah semakin lancar. Yang ketiga adalah fase kering, di mana hal ini malah menyerap kelembaban dari kulitmu yang dapat membuat kulit dehidrasi, kering dan iritasi, bahkan kadang terasa gatal.

Oleh karena itu, saat menggunakan clay mask, pastikan kamu hanya berada pada fase kedua saat membilas wajah. Cara mengetahuinya adalah dengan melihat dan merasakannya. Saat mulai mengering biasanya clay mask akan berubah warna menjadi lebih terang dan masih tetap terasa agak lengket, itu saat yang tepat untuk membilas clay mask.

Nah itu dia perbedaan clay mask dan mud mask. Sekarang lebih pahamkan, sayangi kulit kita ya jangan asal-asalan jika kita akan memakai produk yaa.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply