11 Rekomendasi Kuliner Khas Malang

admin_ireztia

Mmm kuliner, pasti langsung terbanyang makanankan, kali ini kita akan bahas kuliner khas Malang, Jawa Timur. Ga lengkap kalo traveling ke Kota Malang kita gak nyicipin kuliner khas Malang. Memang di Malang ada tempat wisata yang asik? Ada dong yuk baca wisata Air terjun di Malang yang wajib dikunjungi.

11 Rekomendasi kuliner khas Malang yang aman di kantong membuat lidah bergoyang dan perut kenyang cocok untuk para traveller.

1. Sego Resek

Kuliner khas Malang

“Sego” artinya nasi dan “Resek” yang berarti sampah adalah menu andalan sebuah warung sederhana yang menjual nasi goreng dengan rasa yang unik. Nasi goreng resek ini dicampur dengan kaldu ayam dengan menambahkan nasi, aneka pelengkap seperti telur, daging ayam, sayur dan jeroan di atasnya.

Rasa gurih nasi goreng resek ini berasal dari kaldu ayam yang digoreng dengan waktu yang cukup lama. Tidak hanya gurih nasi goreng ini pun mempunyai rasa yang khas berasal dari cara memasaknya yang menggunakan tungku berbahan bakar arang.

Ada dua jenis nasi goreng rese yang ditawarkan, biasa dan spesial. Perbedaan di antara keduanya terdapat pada kelengkapan bahan. Nasi goreng rese spesial menggunakan ati ampela, sedangkan Nasi Goreng Resek biasa tidak. Selain ati ampela, pengunjung pun dapat memilih ikan sebagai menu tambahan.

Penasarankan pingin icip-icip? Kalau mampir ke Kota malang silahkan datang ke Kasin, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso dekat dengan perempatan lampu merah arah ke daerah Kasin (Jl. Arif Margono) buka dari pukul 17.30 WIB – 22.00 WIB.

2. Sate Landak Bu Ria

kuliner khas malang

Nah kalau yang satu ini kulinernya sedikit ekstrem, karena di tempat ini daging yang dijadikan bahan sate berasal dari daging landak, bulus dan biawak. Tekstur daging landak hampir sama seperti daging kambing. Namun, serat dagingnya lebih halus. Jika ditambah irisan jeruk nipis dan tomat serta bawang merah, rasa sate ini menjadi segar saat disantap.

Selain olahan masakan daging landak, di warung ini juga terdapat menu daging bulus yang diolah menjadi sup. Menu ini juga menjadi favorit para pengunjung karena dipercaya sebagai penambah stamina pria. Berbeda dengan daging landak, daging bulus bertekstur kenyal. Daging bulus paling pas disajikan dengan kuah sup yang bening karena begitu lumer di mulut.

Sementara itu, di etalase lemari yang berada di pojokan pintu rumah makan terdapat deretan minyak bulus dan biawak yang dikemas dalam botol. Minyak tersebut sengaja dipampang oleh Khoiriyah untuk dijual. Sebab, minyak bulus dipercaya berkhasiat untuk menghilangkan flek noda hitam wajah dan mengencangkan kulit.

Untuk sate biawak hewan yang mirip sekali dengan komodo ini ternyata memiliki daging yang nikmat. Beberapa pelanggan mengatakan kalau dagingnya mirip ayam dengan tekstur lebih keras dan kenyal.

Sate yang disajikan di Kedai Bu Ria terjamin kenikmatan dan kesehatannya. Anda tidak perlu takut apakah nanti satenya beracun atau tidak. Bu Ria telah mengolah daging dua hewan menakutkan itu menjadi sesuatu yang nikmat dan layak untuk dijadikan sebagai sumber protein alternatif.

Harga yang ditawarkan di kedai ini tidak mahal hanya berkisar Rp 20.000 saja. Kedai bu Ria berada di Jl. Raja Bugis No.47, Saptorenggo, Pakis, Malang, Jawa Timur.

3. Rawon Nguling

Kuliner khas Malang

Malang juga memiliki kuliner jenis rawon yang sangat legendaris. Terletak di Jalan Zaenal Arifin, Rawon Nguling berhasil menjadi salah satu kuliner Malang yang terbaik. Kuliner yang mengolah daging sapi dengan bumbu rempah ini cocok sekali disantap saat sarapan atau makan malam. Apalagi kuah rawon ini nikmat hingga ingin menyeruputnya hingga habis.

Yang menjadikan Rawon Nguling berbeda dengan rawon kebanyakan adalah daging yang menjadi isiannya. Biasanya kedai rawon menyajikan daging yang cukup alot karena tidak memotong serat. Daging pada rawon ini cukup empuk dan diiris besar-besar. Satu porsi rawon akan membuat perut terasa puas menikmati daging dan juga kuahnya yang istimewa.

Satu porsi rawon istimewa lengkap dengan nasinya dibanderol seharga Rp40.000. Meski terdengar cukup mahal, tapi sepadan dengan banyaknya daging dan juga rasanya yang juara. Untuk pendamping rawon, bisa disantap dengan tempe, mendol, perkedel, babat goreng, dan juga empal daging yang gurih dan tidak terlalu alot.

4. Rumah Makan Cairo

Kuliner khas Malang

Rumah Makan Cairo yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean ini buka dari pukul 08.00 hingga 22.00. Kedai yang buka sejak tahun 1953 ini menyajikan kuliner khas Timur Tengah yang sangat khas dan autentik. Disini tersedia berbagai olahan makanan yang terbuat dari kambing dan menggunakan bumbu-bumbu yang sangat kuat.

Kuliner Malang yang satu ini menyediakan beberapa menu andalan yang akan membuat siapa saja ketagihan. Ada kambing guling yang rasanya gurih dan sama sekali tidak amis. Selanjutnya ada sate dan aneka nasi seperti nasi kebuli, nasi briyani, dan nasi mandhi. Selain olahan khas Timur Tengah, daging kambing juga diolah menjadi krengsengan dengan cita rasa lokal.

Harga makanan di sini bervariasi dan bergantung pada jenis dan juga banyaknya bahan yang digunakan. Paling murah ada nasi gulai dan kikil dengan harga Rp20.000. Menu dengan jenis sate kambing dan krengsengan dibanderol mulai dari Rp40.000-an satu porsi. Selain makanan besar yang bisa disantap di sini, kedai ini juga menyediakan menu ringan seperti martabak.

5. Hok Lay

Kuliner khas Malang

Kuliner Malang memang sangat beragam, mulai dari yang tradisional hingga peranakan Tionghoa. Di salah satu sudut Kota Malang atau tepatnya di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 10, ada sebuah kedai tradisional yang telah menjadi legenda hingga sekarang. Dibuka pertama kali pada tahun 1946, Hok Lay terus menyajikan kuliner-kuliner autentik yang tidak hanya lezat tapi juga cukup murah.

Ada tiga makanan yang menjadi ciri khas dari Hok Lay hingga bisa bertahan lebih dari 70 tahun. Pertama adalah cwiemie yang diolah dengan sangat presisi. Rasa kuah olahan mie ini sangat gurih dan mie yang digunakan juga lembut. Selanjutnya, topping yang digunakan juga bisa menyatu sempurna hingga Anda tidak akan puas jika hanya menyantap 1 mangkuk saja.

Selanjutnya ada lumpia khas Hok Lay yang rasanya tidak perlu diragukan lagi. Satu porsi lumpia berisi dua lumpia goreng dengan isian ayam dan rebung yang tidak mengeluarkan bau. Lumpia ini memiliki rasa sama seperti yang ada di Semarang meski saus dan acarnya cukup khas.

Terakhir, Hok Lay yang terletak tidak jauh dari alun-alun ini memiliki minuman bernama fosco. Minuman ini dibuat dengan sangat tradisional dan selalu berganti setiap hari. Campuran susu dan cokelat yang ada pada fosco akan membuat cwiwmie dan lumpia yang Anda santap menjadi lebih sempurna.

6. Hot Cui Mie

Kuliner khas Malang

Selain bakso, makanan khas Malang yang terus ada dan dikenal oleh masyarakat luas adalah cwiemie atau cui mie. Olahan mie yang diolah secara tradisional ini cukup banyak muncul di kawasan Malang. Namun, yang paling khas dan autentik adalah Hot Cui Mie yang terletak di kawasan Jalan Kawi Atas dan menempati sebuah ruko kecil yang selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung.

Kuliner Malang ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00. Kalau ingin makan di sini disarankan untuk datang lebih pagi atau menghindari masa liburan panjang. Saat hari libur, harus mengantre cukup lama atau beralih ke cabang lain dari kedai ini yang terletak di salah satu mal.

Hidangan di Hot Cui Mie cukup beraneka ragam. Aneka olahan mie yang ditawarkan memiliki cukup banyak pilihan topping dengan harga mulai dari Rp20.000-an. Selain mie, juga ada pilihan menu lezat lainnya seperti nasi goreng, kwetiau, dan hot plate. Terakhir, menu yang harus dicipi adalah mie dengan mangkuk kulit pangsit yang gurih dan bisa dimakan.

7. Ronde Titoni

Kuliner khas Malang

Suguhan ringan yang cocok untuk udara Malang yang dingin saat malam. Kuliner khas Malang ini namanya Ronde Titoni berada di Jalan Zainul Arifin Malang. Kedai disini menyajikan aneka ronde dan juga angsle ini buka sejak tahun 1948 dan terus bertahan sampai sekarang.

Kenikmatan dari Ronde Titoni tidak perlu diragukan lagi. Bahkan para pembesar kuliner seperti Pak Bondan saj pernah mampir ke tempat kuliner di Malang ini. Meski tempatnya kecil dan sederhana, rasanya sangat sempurna. Bahkan, satu mangkuk ronde saja tidak terasa puas hingga rasanya ingin membungkus beberapa porsi.

Menu utama di kedai ini adalah angsle dan ronde. Untuk ronde ada dua jenis, pertama ronde kering dan yang kedua ronde basah. Kedua makanan ini sama-sama nikmat dan membuat tubuh jadi hangat. Tumbukan jahe terbaik yang digunakan serta bola-bola ketan dengan isi kacang tumbuk manis membuat kudapan sederhana ini selalu ramai pengunjung.

8. Pia Mangkok

Kuliner khas Malang

Kalau Jogja memiliki Bakpia Patok yang sering kali dijadikan oleh-oleh khas Jogja, Malang memiliki Pia Mangkok yang sudah sangat melegenda. Terbuat dengan bahan-bahan terbaik dan dikerjakan secara tradisional, kuliner khas Malang ini selalu menjadi oleh-oleh wajib yang harus dibeli ketika mengunjungi Malang.

Pia Mangkok memiliki bungkus yang unik. Kue yang telah dipanggang hingga keemasan ini dimasukkan ke dalam bungkus kertas. Bungkus ini akan membuat pia jadi lebih awet dan terlihat unik. Kita bisa memborong aneka jenis pia mulai dari rasa orisinal seperti kacang hijau hingga rasa modifikasi seperti durian, cokelat, hingga keju yang dicari oleh banyak orang.

Harga satu bungkus pia cukup murah. Untuk isi 25 hanya dihargai Rp75.000 saja. Selain itu untuk rasa cokelat dan tangkwee juga dibanderol dengan harga relatif sama meski kemasannya lebih kecil. Pia Mangkok memiliki dua toko di Malang, pertama di Jalan Semeru dan yang kedua berada di kawasan Jalan Soekarno Hatta.

9. Pangsit Mie Bromo Pojok

Kuliner khas Malang

Olahan mie cukup menjamur di kawasan Malang. Setelah Hok Lay ada pula Bromo Pojok yang menyediakan menu mie terbaik kuliner khas Malang. Ada mie dengan udang goreng nikmat dan saus yang sangat pedas, ada juga mie dengan topping jamur dan ayam. Terakhir, ada es campur khas Bromo Pojok yang berbentuk mirip gunung dengan siraman sirup dan juga topping buah-buahan.

Pangsit Mie Bromo Pojok terletak di Jalan Pattimura No. 53. Selain di sini, kita bisa mencicipi juga mie ini di pusat perbelanjaan di Malang seperti misalnya Malang Town Square. Olahan mie terbaik ini siap memanjakan lidah yang haus dengan kenikmatan kuliner khas Malang yang teksturnya lembut dan topping-nya juara.
Harga yang ditawarkan tempat kuliner ini mulai dari Rp20.000 untuk makanan dan Rp15.000 untuk minuman, cukup murah sehingga kita bisa menikmati semua sajian hingga puas. Kedai ini buka mulai pukul 09.00-21.00 setiap harinya.

10. Depot Gang Djangkrik

Kuliner khas Malang

Satu lagi kedai yang menjual kuliner khas Malang sejak puluhan tahun silam. Namanya Depot Gang Djangkrik dan terletak di dua lokasi yang berbeda. Pertama di Letjen Sutoyo No. 136, Malang dan yang kedua di Jalan Soekarno-Hatta No 4-B. Dua tempat kuliner Malang ini menyajikan kuliner peranakan yang autentik dan juga nikmat.

Di Depot Gang Djangkrik yang buka dari pukul 09.00-21.00 ini, kita bisa memesan aneka olahan mie pangsit. Selain itu juga ada bubur ayam tradisional yang rasanya akan membuat siapa saja jadi ketagihan dan ingin kembali datang ke sini. Harga makanan di kedai ini mulai dari Rp20.000-an saja. Jika hanya ingin mencicipi menu-menu halal bisa datang ke cabang di Jalan Soekarno-Hatta.

11. Pecel Kawi

Kuliner khas Malang

Bagi masyarakat Jawa Timur, pecel sudah menjadi kuliner khas yang biasanya disantap pada pagi hari. Di Malang sendiri, pecel sudah berkembang dengan pesat dan salah satu tempat kuliner khas Malang yang terbaik adalah Pecel Kawi yang terletak di Jalan Kawi atau dekat dengan perempatan arah Jalan Besar Ijen.

Pecel Kawi buka pertama kali pada tahun 1975. Sejak puluhan tahun silam, kedai ini terus menyajikan hidangan pecel yang ciamik, lengkap dengan lauknya yang beragam. Di tempat wisata kuliner di Malang yang satu ini, kita bisa menikmati tempe, tahu, ayam goreng, jeroan sapi, hingga empal yang digoreng garing dan rasanya sangat gurih.

Selain menjual pecel, tempat kuliner Malang yang selalu ramai dikunjungi saat jam sarapan ini juga menjual lodeh, rawon, dan aneka makanan tradisional Jawa lainnya. Untuk harganya cukup bervariasi tergantung makanan yang dipesan. Untuk paket pecel lengkap harganya tidak sampai Rp20.000 per porsi.

Itu dia 10 rekomendasi kuliner khas Malang. Semoga menjadi gambaran dan referensi jika ingin pergi berlibur entah itu traveling atau memang sengaja datang untuk menikmati kuliner Khas Malang.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply