Traveling ke Misool – Raja Ampat : Danau Ubur-Ubur dan Puncak Harfat (Dapunlol)

ireztia

Baca sebelumnya tentang perjalanan saya traveling di Misool, tepatnya di Puncak Dafalen.

Jika dulu yang saya tahu bahwa berenang bersama ubur-ubur jinak di Indonesia hanya ada di Kakaban, Kep. Derawan, ternyata saya salah. Karena di Misool menawarkan pengalaman serupa. Tak hanya 1, melainkan 2 buah danau yang berisi ubur-ubur jinak yang siap menemani renang cantik kita.

Saat itu sudah lewat dari pukul 3 sore ketika kami tiba di pintu masuk menuju danau ubur-ubur. Namun kami kaget karena saat itu pintu masuk ditutup bongkahan batu yang cukup besar. Tidak mungkin kami bisa melewatinya. Sepertinya penghalang ini sengaja disimpan masyarakat karena kabarnya ubur-ubur di danau lain yang sering dikunjungi wisatawan semakin berkurang seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Jadi, mereka berniat melindungi danau ubur-ubur yang tersisa.

Namun beruntung karena pemandu wisata kami ada masyarakat asli Misool. Sedikit bernegosiasi dengan salah satu penduduk disana, akhirnya bongkahan batu tersebut rela untuk disingkirkan hanya untuk kami bertujuh. Beruntungnyaaa….

Menurut pemandu wisata kami, danau yang kami singgahi memiliki jumlah ubur-ubur yang jauh lebih banyak. Untuk mencapainya pun tidak sulit, hanya beberapa puluh meter dari tempat kami turun speedboat, kami sudah bisa menemukan danau yang terbentang luas dan dalam.

Berbeda dengan danau Kakaban yang memiliki tepian dangkal dan berlumpur, danau di Misool ini cenderung lebih dalam dan tidak memiliki tepian yang landai. Hal ini memudahkan kami untuk berenang bersamaan tanpa harus membuat air terlihat keruh.

Hanya berenang beberapa meter saja saya sudah didatangi oleh puluhan, ohh tidak, ratusan ubur-ubur yang berwarna oranye dan putih. Ubur-ubur yang berwarna putih mendominasi. Menjadikan ubur-ubur orange terlihat lebih menarik perhatian. Semakin berenang ke tengah, saya semakin menemukan ribuan ubur-ubur dalam satu frame kejapan mata.

Saya tak henti-hentinya bergumam dan berdecak gembira saat merasakan kaki saya disentuh ubur-ubur. Ya, disentuh.. bukan saya yang menyentuh karena saking banyaknya ubur-ubur disini. Saya begitu gembira melihat jutaan ubur-ubur jinak dan berusaha untuk tetap tenang agar tidak ada satupun ubur-ubur yang tersakiti oleh gerakan kaki saya.

Bahkan saya khawatir ada ubur-ubur yang menyelinap masuk ke dalam jilbab saya saking banyaknya. Geli bercampur takjub melihatnya, saya menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk menikmati pemandangan luar biasa ini. Ketika saya mulai lelah, saya baru sadar jika teman-teman yang lain sudah berada di pinggir danau kembali. Hanya tersisa saya yang terlena dan harus segera menyusul yang lain.

Perjalanan ternyata belum berakhir hari itu, karena cuaca cerah akhirnya kapten membawa kami untuk menikmati sunset di Puncak Harfat Jaya. Atau dikenal pula dengan sebutan puncak Dapunlol.

Kami sampai di dermaga Dapunlol sekitar pukul 5 sore. Dermaga tersebut kabarnya baru dibangun oleh Menteri Perikanan dan Kelautan, Ibu Susi. Tak hanya dermaga, ternyata akses jalan menuju puncak Harfat sudah sangat bagus. Dermaga yang diteruskan dengan kayu berundak hingga ke puncak membuat perjalanan kami sangat mulus.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 – 30 menit untuk menaiki sekitar 700 anak tangga menuju puncak Harfat Jaya. Namun bisa menjadi lebih lama jika kita tergiur untuk mengabadikan panorama di sekitar karena di setiap tanjakannya menyuguhkan pemandangan yang menggoda. Dan apa yang tersaji di depan mata saya ternyata tidak kalah indah dengan Puncak Dafalen yang saya datangi tadi pagi.

Di atas Puncak Harfat Jaya, saya memastikan untuk bisa mengabadikan momen sejauh mata memandang dalam bidikan kamera. Akan terlihat jelas bahwa Misool tidak pernah berhasil mencampurkan warna lautnya. Dibandingkan warna langit yang terkadang berubah sangat cepat, mata anda akan lebih menyukai warna lautan. Pastilah bibir tidak akan berhenti bergumam untuk memuji keindahan alam.

Dan hari itu begitu sempurna bagi saya. Tuhan dan alam mengizinkan saya untuk menikmati keindahan-Nya dengan memberikan cuaca yang bagus di hari itu. Beruntung, karena dalam hari yang sama, saya berhasil menyambangi surga-surga tersembunyi di Misool. Mulai dari Puncak Dafalen, Goa Telapak Tangan, Goa Keramat, Danau Ubur-Ubur, dan Puncak Harfat Jaya.

Lelah? Iya.

Tapi semua ada harganya. Dan pengalaman saya hari itu sangat mahal. Kini saatnya saya kembali ke homestay, untuk beristirahat dan menikmati cantiknya langit malam di Misool. Karena besoknya saya akan ditawarkan pengalaman lain yang berbeda lagi. Yaitu snorkeling di area Balbulol dan Yapap, serta tak lupa aktifitas terpenting jika kita datang ke Raja Ampat. DIVING !!!

Sungguh, saya semakin mencintai negeri ini karena benar adanya bahwa Indonesia tercinta ini masih memiliki surga indah dunia yang tersembunyi dan belum terjamah oleh peradaban. Mari lestarikan kekayaan Nusantara dengan menjaga alam dan mencintai setiap jengkal tanahnya.

NOTES:

  • Misool terletak di area Selatan Raja Ampat. Untuk menuju ke Misool ambil penerbangan menuju Sorong. (Penerbangan Jakarta – Sorong biasanya via transit di Makassar, budget Rp. 4 juta PP). Dari Sorong dilanjutkan dengan speed boat selama 4-5 jam perjalanan.
  • Terdapat homestay Nut Tonton, homestay terbaik yang ada di Misool dan berlokasi dekat dengan Misool Eco Resort. Budget mulai 750.000 – 950.000 / kamar per hari.
  • Sewa kapal ke Misool sangat mahal sehingga untuk mendapatkan budget trip sekitar 6 juta selama 5 hari, anda harus share hingga 20 orang dalam satu kali trip. Lebih baik ikut penyedia trip seperti 8elapan Trip¬†yang menyediakan Misool Trip dengan budget 6 juta (exclude tiket pesawat).
  • Penginapan yang tersedia hanya homestay, pilihan lain adalah Misool Eco Resort dengan rate Rp. 5,8 juta per orang per hari.
Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply