Traveling ke Misool – Raja Ampat : Goa Putri Termenung

ireztia

Misool, Raja Ampat memang tak hanya memiliki sejuta pesona tapi juga menyimpan banyak misteri. Selain itu, lokasinya yang berada di Selatan Raja Ampat masih membuat Misool belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Selain karena aksesnya yang tidak mudah, biaya yang harus anda keluarkan untuk mencapai surga tersembunyi ini cukup menguras isi kantong.

Walaupun begitu, Misool tidak akan gagal menyuguhkan anda petualangan yang tidak akan pernah anda lupakan. Kali ini anda akan saya ajak untuk berpetualang seru di Misool.

Akhir tahun 2017 menjadi sangat berkesan bagi saya. Bagaimana tidak, jika akhirnya salah satu bucket list saya dalam traveling tercapai. Akhirnya saya ke Raja Ampat!! Yeayy…

Sebenarnya trip yang ditawarkan oleh @8elapantrip garapan @setiawati80 itu adalah Misool-Wayag yang memakan waktu 9 hari. Namun, karena alasan waktu kami harus memilih salah satu antara Misol vs Wayag. Dan akhirnya kami memilih Misool, alasannya karena Misool masih lebih sepi daripada Wayag yang memungkinkan kami mengeksplore Misool lebih private.

Tanggal 17 Desember kami sudah berangkat dari Bandung sekitar pukul 17.00. Sedikit drama karena saat itu hujan deras dan kesulitan menemukan driver gocar. Pesawat kami terbang pukul 00.10, sehingga kami pikir masih cukup waktu untuk memesan tiket bus Primajasa ke Soekarno-Hatta pukul 18.00

Akhirnya kami mendapatkan gocar dan sampai di pool Primajasa Batununggal pukul 18.00 tepat. Ternyata, bus Primajasa terakhir pukul 17.00 dan berangkat lagi pukul 22.00 donggg. Intinya kita ga dapet tiket. Mungkin karena flight tepat tengah malam tidak terlalu banyak. Piye???

Panik. Kami disarankan naik taksi lagi untuk naik bus secara NGETENG PEMIRSA dari Leuwipanjang dan turun di Slipi. Dari situ kami naik taksi lagi buat nyampe terminal 2D (kalau ga salah). Tepat waktu, kami sampai di Bandara pukul 22.30.

Sesampainya di Sorong

Kami naik pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Sorong tanpa transit sehingga kami sampai di Domine Eduard Osok Airport tepat pukul 06.00. Bertemu dan berkenalan dengan 5 teman traveller baru kami yang lainnya (yang ternyata seru banget dan kita bakal ngerencanain trip bareng lagi ke Sumba tahun 2018 ini), kami naik Avanza menuju Pelabuhan Sorong. Gak lama, hanya sekitar 10 menit berkendara dari bandara Sorong menuju pelabuhan.

Kapal charteran kami sudah siap menunggu di pelabuhan. Kapal yang akan menemani kami selama di Misool itu dimiliki oleh Bang Akbar dengan para ABK-nya yang gokil sangat dan jago free diving. Di kapal, kami diberi sekotak nasi kuning yang ternyata, ENAK BANGET ya Allah. Ini nasi kuning kayanya santennya banyak bener, gurih banget soalnya. Belom lagi bawang gorengnya diganti sama keripik talas yang renyah banget. Saya yang tadinya gak terlalu laper pun habis juga makan nasi kuning itu.

Perjalanan Sorong – Misool memakan waktu 4 jam. Alhamdulillah, cuaca dan ombak bersahabat, meskipun terkadang kami seperti diobok-obok sesekali. Saya memilih tidur di kapal. Oiya, speedboat bang Akbar sejatinya bisa menampung penumpang hingga 18-20 orang, namun karena sekarang kami bertujuh, ditambah Mbak Wet dan ABK berjumlah 3 orang, jadilah saya bisa tidur selonjoran sendirian. Mantep banget.

Setelah hampir 4 jam, saya memutuskan untuk naik ke atas dek. Dan seketika kantuk saya hilang. Bagaimana tidak, jika pemandangan alam Raja Ampat yang selama ini hanya bisa saya lihat di mbah Google, kini terpampang nyata di depan mata saya.

Batu karang raksasa yang berdiri tegak dengan leher karang yang lebih kecil membuat dia tampak seperti jamur raksasa di mata saya. Jamur raksasa hijau yang mengapung di lautan. Cantik sangat.

Dan destinasi pertama kami adalah Goa Putri Termenung. Speedboat bersender santai di pantai kemudian kami mulai berjalan di pesisir dan naik ke atas bukit. Tak lama, hanya sekitar 5 menit kami sampai di mulut goa.

 

Pulau dimana terdapat Goa Putri Termenung bernama Pulau Len Makana. Di pulau ini, berdiri dengan kokoh Goa Putri Termenung. Intinya, goa ini adalah Goa Batuan Kapur. Setelah mendaki, kita disambut oleh beberapa burung wallet yang menandai bahwa kita telah tiba di mulut goa yang sempit.

Burung- burung ini rupanya agak terusik dengan kedatangan kita. Sarang – sarang burung wallet menempel, berjajar, dan menghias dinding goa dengan rapi.

Uniknya dari goa ini adalah salah satu batuan yang menyerupai putri yang sedang duduk termenung. Mungkin batu inilah yang mengilhami orang yang pertama kali menemukan goa ini menamakannya sebagai Goa Putri Termenung. Seperti daerah lainnya di Indonesia, pasti ada cerita atau mitos dibalik hasil alam yang berbentuk unik.

Konon, ada seorang putri yang sedang merenung dan menyatu dengan arteri dinding goa ini. Dipercaya, sang putri ketika merenung berada di tengah latar yang cukup luas. Kami cukup lama berfoto-foto di Goa ini. Stalaktit dan stalagmit menggantung di sisi goa yang ternyata terus tumbuh memanjang. Indah tapi jangan menyentuhnya. Konon, jika anda bersikukuh memegangnya, mereka akan berhenti untuk memanjang.

Kami turun dari Goa Putri Termenung sekitar pukul 16.00. Ketika kami turun ke bibir pantai, ternyata langit sudah mendung. Tak lama hujan pun turun. Kapten bilang ombak agak besar sehingga kami harus menunggu untuk beberapa saat.

Tak ingin rugi, kami malah berenang di pantai dan berfoto bersama. Ternyata, dalam keadaan hujan sekalipun pantai ini menyajikan pemandangan yang epik banget.

pantai di misool

Setelah cuaca membaik, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke homestay kami di Nut Tonton. Sebuan homestay yang luar bisa homey dan photoable berdiri kokoh di atas bibir pantai yang indah. Terumbu karang di sekitar dermaga masih sangat sehat sehingga kami bisa bersnorkeling hanya dengan meloncat dari depan kamar.

Terumbu di sekitar dermaga Nut Tonton Homestay

 

nut tonton homestay

Selama 3 malam ke depan, kami akan merasakan indahnya tidur di atas pantai dengan dermaga yang indah dan sunrise yang memanjakan mata.

Baca petualangan kami selanjutnya di Traveling ke Misool – Raja Ampat : Puncak Dafalen

NOTES:

  • Misool terletak di area Selatan Raja Ampat. Untuk menuju ke Misool ambil penerbangan menuju Sorong. (Penerbangan Jakarta – Sorong biasanya via transit di Makassar, budget Rp. 4 juta PP). Dari Sorong dilanjutkan dengan speed boat selama 4-5 jam perjalanan.
  • Terdapat homestay Nut Tonton, homestay terbaik yang ada di Misool dan berlokasi dekat dengan Misool Eco Resort. Budget mulai 750.000 – 950.000 / kamar per hari.
  • Sewa kapal ke Misool sangat mahal sehingga untuk mendapatkan budget trip sekitar 6 juta selama 5 hari, anda harus share hingga 20 orang dalam satu kali trip. Lebih baik ikut penyedia trip seperti 8elapan Trip yang menyediakan Misool Trip dengan budget 6 juta (exclude tiket pesawat).
  • Penginapan yang tersedia hanya homestay, pilihan lain adalah Misool Eco Resort dengan rate Rp. 5,8 juta per orang per hari.
Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply