Kecak Dance, Pertunjukan Seni Tari Bali yang Mendunia

ireztia

Jika ini merupakan liburan pertama anda di pulau Bali, anda wajib memasukan Tari Kecak Uluwatu kedalam daftar destinasi wisata anda. Tari Kecak Uluwatu atau Uluwatu Kecak Dance adalah perkumpulan kelompok seni masyarakat Desa Pecatu, Denpasar-Bali. Desa yang terletak paling Selatan di Bali ini terkanal akan objek wisatanya yaitu Pura Uluwatu. Selain itu, desa ini terkenal akan fasilitas dan hotel wisata berada.

Tari Kecak Uluwatu / Kecak dance bukan hanya tarian yang disajikan oleh penari kepada para penikmatnya.

Ciri khas lain dari Tari Kecak Uluwatu adalah tarian ini tidak diiringi oleh alat musik. Iringan tarian ini adalah suara “cak cak” yang diucapkan para penari secara serempak dan menciptakan harmonisasi.

If this is your first holiday in Bali Island, you have to list Uluwatu Kecak Dance into your tourist destinations. The dance is an association of art group of Pecatu Village, Denpasar, Bali. The village is located at the southern Bali that is popular with the tourist attraction, Pura Uluwatu. In addition, the village is famous for its facilities and hotels.

Uluwatu Kecak Dance is not just a dance that is performed by dancers to the audience. Another characteristic of Uluwatu Kecak is the dance that is not accompanied by musical instruments. This dance is accompanied by the sound of “cak… cak… cak…” that the dancers say simultaneously and it creates harmonization.

I. Lokasi Kecak Dance

Tari Kecak Uluwatu atau Uluwatu Kecak Dance diselenggarakan di panggung berbentuk lingkaran outdoor di pinggir pura Uluwatu. Pura Uluwatu terkenal akan panorama sunset yang indah dan tebing yang mempesona yang membuat tempat ini sungguh populer pada wisatawan domestic dan mancanegara.

Pertujukan Tari Kecak Uluwatu atau Uluwatu Kecak Dance sangat special karena posisi panggung yang membuat pementasan tari ini begitu spektakuler dan juga diadakan di kawasan sacral bagi umat Hindu di Bali. Stage dengan kapasitas 1400 orang ini akan memberikan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Pemandangan yang begitu menakjubkan yaitu Pura Uluwatu yang berdiri tegak dan kokoh diatas tebing yang menjulang sekitar 150 meter dari permukaan laut.

Uluwatu Kecak Dance is held on an outdoor circle stage beside Uluwatu temple. Uluwatu Temple is famous due to its beautiful panorama of the sunset and wonderful cliffs. That makes this place really popular for domestic and foreign tourists.

The dance is very special because of the stage position that makes this dance show so spectacular. It is also held in the sacral area for Hindus in Bali. The stage with a capacity of 1400 people will provide amazing scenery. The wonderful scenery is that Uluwatu temple stands upright and sturdy on the cliff towering about 150 meters from sea level.

Disamping kiri dan kanan pura, anda akan bisa memanjakan mata dengan pemandangan tebing yang begitu luar biasa indah. Tingkah laku para kera yang berkeliaran bebas dan liar di sekitar pura juga begitu menarik untuk diamati.

Beside the right and the left of the temple, your eyes will be enjoyed by the charming and beautiful cliffs. The behavior of the wild monkeys around the temple is also so interesting to notice.

II. Tari Kecak Uluwatu

Setelah penata adiacara mengumumkan bahwa pertunjukan tarian akan segera dimulai, segerombolan laki-laki dengan memakai kamen yaitu sarung khas bali dan udeng yaitu ikat kepala akan memasuki are panggung dan menyuarakan “cak.. cak…cak”.

Sesaat sebelum pertunjukan dimulai, seorang pemangku adat atau sesepuh akan memercikan tirta suci pada para penari. Setelah itu, suara “cak…cak.. cak” akan kembali menyeruak sebagai pembuka pertunjukan ini. Cerita ramayana dijadikan cerita pementasan oleh Kecak Dance. Adegan pertama diawali dengan munculnya sepasang penari yang memainkan karakter Rama dan Shinta ke tengah-tengah panggung.

After someone announces that the dance show will begin soon, a group of men wearing Kamen which is a Balinese sarong and udeng that is a headband will enter the stage area and say “cak … cak … cak”.

In a while, before the show begins, someone will splash “holy water” onto the dancers. After that, the sound of “cak … cak .. cak” will re-voiced as the opening of this show. Ramayana story is played by the dance show. The first scene begins with the appearance of a pair of dancers who play Rama and Shinta characters into the center of the stage.

III. Jalan Cerita Tari Kecak

Dalam Tari Kecak Uluwatu, dikisahkan seorang Raja yang arif dan bijaksana bernama Dewa Rama yang sedang berupaya menyelamatkan permaisurinya, Dewi Sita. Dewi Sita diculik oleh seorang Raja Raksasa yang kejam yaitu Rahwana. Perjalan yang panjang dan penuh rintangan pun dilalui oleh Raja Rama Dewa yang ditemani oleh adiknya, Laksamana.

Diceritakan pula detik-detik saat Rahwana menculik Dewi Sita. Kemudian, kejadian ini dilihat oleh Jatayu, seekor garuda yang adalah sahabat dari Raja Rama. Saat Jatayu mengetahui bahwa wanita yang hendak diculik adalah istri sekaligus permaisuri dari sahabatnya, Jatayu segera berusaha untuk menyelamatkannya. Namun, karena kekuatan Rahwana begitu dahsyat, Jatayupun berhasil dikalahkan.

In Uluwatu Kecak Dance, a wise king named Sang Rama Dewa is trying to save his queen, Dewi Sita. Dewi Sita was kidnapped by the king of giant, Rahwana. The long journey and full of difficulties were passed through Sang Rama Dewa who is accompanied by his brother, Laksamana.

The second scene tells when Rahwana kidnaps Sita. Later, that is seen by Jatayu, a garuda bird which is a friend of Rama. When Jatayu know that the woman who will be kidnapped is the wife and queen of his best friend, Jatayu immediately try to save her. However, because Rahwana’s power is so great, Jatayu is defeated.

Adegan berikutnya, dikisahkan pula Raja Rama yang hanya ditemani Laksamana. Kemudian mereka berdua bertemu dengan Hanoman. Hanoman adalah panglima pasukan kera yang merupakan keponakan dari raja kera, Sugriwa. Karena merasa pernah berhutang budi terhadap Sang Rama Dewa, pasukan kera yang dipimpin oleh Hanoman dan Raja Sugriwa bersedia membantu untuk menyelamatkan sang permaisuri.

Karena kesaktiannya, Hanoman bisa menyelinap masuk ke istana Rahwana dan bertemu Dewi Sita. Kemudian, Hanoman membakar istana tersebut yang dalam tari kecak dinamakan “fire dance”. Dalam fire dance, Hanoman ditangkap dan dibakar oleh prajurit Rahwana yang semuanya adalah raksasa.

Cerita kemudian diakhiri dengan kalahnya Raja Rahwana dengan panah sakti milik Sang Dewa Rama. Pada akhirnya, Sang Rama bisa bersatu kembali dengan permaisurinya, Dewi Sita.

In the next section, being also told Rama who is only accompanied by his younger brother then meet with Hanoman. Hanoman is the commander of the monkey troop who is the nephew of the monkey king, Sugriwa. Feeling indebted to Rama, the monkey troop is led by Hanoman and King Sugriwa are willing to help to rescue the queen.

Due to Hanoman’s magic, he can sneak into the Rahwana’s palace and meet Dewi Sita. Later, Hanoman burns the palace and in the dance show, that occurrence is called “fire dance”. In the fire dance, Hanoman is arrested and burned by Rahwana’s warriors who are giants.

The story then ends with the defeat of Rahwana due to a magic arrow belonging to Rama. In the end, Sang Rama can reunite with his queen, Dewi Sita.

IV. Hal yang Menarik di Tari Kecak Uluwatu

Cerita dalam tarian ini sungguh menarik untuk dinikmati. Selain itu, muncul beberap karakter lain yang sangat menarik untuk diamati karena dibawakan oleh pemuda-pemudi masyarakat Pecatu dengan lemah gemulai.

Anda akan melihat sekitar 70 laki-laki yang berada di sekitar panggung membentuk lingkaran. Kemudian, mereka akan melatakan tangan ketas dan mengerakannya secara serempak. Di tengah-tengahnya, para penari akan membawakan cerita Ramayana. Ornamen kain kotak-kotak hitam putih menambah suasana sacral tarian ini dan dapat menghipnotis ribuan pengunjung untuk memenuhi tempat ini.

Bukan itu saja, sekitar 20 menit pertunjukan tarian sedang berlangsung, anda bisa menikmati matahari terbenam di depan stage kecak Uluwatu. Suasana ketika langit berubah warna ini akan menmbah aura magis tarian itu. Berada di tempat ini akan memberikan anda pertunjukan ganda yaitu dari pemandangan senja yang indah dan tarian yang begitu memikat.

The story which is played by the dance show is really interesting to enjoy. In addition, there are several other characters that are very attractive to be seen because the show is played by the young people of Pecatu community with a graceful movement.

You will see about 70 men who are around the stage in a circle. Then, they will raise and move their hands simultaneously. In the middle of the stage, the dancers will play the Ramayana story. The black-and-white checkered ornaments add to the sacral atmosphere of the dance show and can hypnotize the thousands of visitors to come to this place.

Not only that, about 20 minutes of dance show is ongoing, you can enjoy the sunset in front of the stage of a dance show. The atmosphere when the sky changes color will provide the magical aura of the dance. Being an audience in this show will give you a double show that is the beautiful twilight scenery and the attractive dance.

V. Jadwal Pertunjukan dan Harga Booking

Jadwal pertunjukan Tari Kecak Uluwatu adalah mulai pukul 18.00- 19.00 Wita. Tiket Tari Kecak Uluwatu terbatas dan memiliki minimal booking yaitu pemesanan 1 minggu sebelum pertunjukan tarian. Sementara harga tiket adalah Rp90.000/orang. Jika anda berada dalam group dengan jumlah 20 orang atau lebih, biaya adalah Rp85.000/ orang. Jika grup anda berjumlah 50 orang atau lebih, biaya kecak dance adalah Rp80.000/ orang.

The schedule of Uluwatu Kecak Dance show is from 18.00 to 19.00 WITA. The ticket of the dance show is limited and has the minimum booking that is one-week reservation before dance show. The ticket cost is Rp90.000/ person. If you are in a group of 20 or more, the cost is Rp85.000/ person. If your group is 50 or more, the cost of Uluwatu Kecak Dance is Rp80.000/ person.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply