Mengupas Rahasia Pola Pikir Orang Kaya

pola pikir orang kaya

Menjadi kaya pastinya menjadi impian semua orang. Tapi keadaan tersebut nyatanya tidak mudah digapai begitu saja. Butuh waktu dan konsistensi untuk disiplin terhadap segala sesuatunya, terlebih jika kita dilahirkan bukan dari golongan orang kaya sehingga kita harus memulainya dari nol. Ditambah kita pun harus mengetahui apa saja hal yang dihindari oleh orang kaya.

Menjadi orang kaya itu bukan berbicara hal yang bersifat kasat mata berupa materi saja. Tetapi didasari “pola pikir orang kaya”. Karena banyak contoh real tentang orang-orang yang terlahir sebagai anak yang orangtuanya kaya raya namun akhirnya tetap menjadi jatuh miskin karena tidak diimbangi dengan pola pikir orang kaya. Waktu mereka digunakan untuk menghabiskan saja, bukan belajar untuk mempertahankan atau justru menambah banyak pohon uang mereka.

Sementara untuk orang-orang yang memiliki pola pikir orang kaya, seberapa pun jatuh bangunnya mereka, ketika mereka berada dalam kondisi sangat terpuruk, mereka dapat kembali bangkit, berdiri, berjalan, berlari, bahkan terbang untuk kembali hidup di atas.

Kenapa?

Karena letak sumber kekayaan mereka bukan dari materi yang bisa dihitung, tetapi ada dalam pikiran bawah sadar mereka. Ada dalam pola pikir orang kaya yang sudah mendarah daging sehingga itu menjadi sumber kekuatan utama mereka untuk meraih kesuksesan dan kekayaan.

Lalu apa saja rahasia pola pikir orang kaya yang bisa kita bongkar? Kita bahas satu per satu ya.

1. Orang kaya selalu punya tujuan hidup yang jelas.

Rata-rata jika bertanya pada orang, apa tujuan hidup kamu, apa cita-cita atau impian kamu, mereka akan menjawab :
“Ingin sukses.”
“Ingin berguna bagi keluarga.”
“Ingin jadi orang kaya.”
“Ingin masuk surga.”

Masih mending daripada jawaban-jawaban absurd seperti “Apa ya? Saya sendiri belum tahu apa tujuan hidup saya.” Kemudian nyengir.
#elus-elusdada

Semua tujuan hidup rata-rata baik. Tetapi jarang yang bisa menerjemahkan secara jelas dan detail. Ingin sukses itu terlalu luas maknanya, terlalu bercabang jalan untuk mencapainya. Dan parahnya, orang-orang bahkan tidak tahu jalan mana yang akan mereka pilih untuk menuju kesuksesan tersebut.

Saya seringkali mendengar orang yang bingung ketika ditanya, “Apa rencana hidup kamu?”

Sebagian ada yang bilang, “Let it flow.” Sementara saya tidak mengerti bagaimana orang bisa membiarkan hidupnya mengalir begitu saja tanpa ada rencana besar apapun di dalam kepalanya. Padahal hidup ini hanya singkat dan sementara. Kita terus bertambah tua dan ringkih. Kenapa mereka tidak merasa rugi untuk membiarkan waktu mereka semakin berkurang tanpa ada kejelasan tentang hal positif apa yang ingin mereka raih??

Jangan pernah iri terhadap orang yang sudah lebih dahulu sukses meskipun kalian sama-sama memulai di titik yang sama. Karena bisa jadi, orang tersebut SUDAH TAHU DULUAN ARAH MANA YANG AKAN DIA AMBIL dan dia KONSISTEN menghadapi segala rintangan yang ada di jalan tersebut.

Sebenarnya, otak sangat mampu menerjemahkan keinginan kita dan mewujudkannya dari alam bawah sadar jika kita sendiri mampu membuat rencana hidup yang tergambar dengan jelas. Yang terpenting adalah BUATLAH PETA HIDUPMU DENGAN JELAS AGAR PIKIRAN BAWAH SADAR KITA AKAN MENYIMPAN INFORMASI LENGKAP TERSEBUT.

Jika pikiran bawah sadar kita sudah tahu arah dan tujuan yang akan dicapai, maka pengambilan keputusan yang terjadi secara spontanitas akan menuju ke arah yang sesuai dengan tujuan akhir kita. Bukankah kalian sering mengalami mengendarai motor atau mobil tanpa berpikir karena kalian sudah sangat hapal arah tujuan berkendara kalian? Nah, seperti itu pula kalian menentukan arah tujuan hidup kalian.

Ibaratnya, kalian tidak akan mudah berbelok atau salah arah karena sudah punya pegangan jalan hidup.

Selain harus jelas, kalian juga harus menentukan kapan mau merealisasikan tujuan hidup kalian itu. Karena wacana tanpa aksi sama saja seperti mimpi di siang bolong. Kalian tidak akan pernah mendapatkan apa-apa meskipun kalian memiliki jutaan mimpi jika tidak disertai dengan aksi yang konsisten.

Saya sendiri merealisasikan tujuan hidup yang detail dengan bantuan whiteboard yang saya pasang di ruang kerja. Saya memiliki 2 whiteboard dan 1 notes di computer. Notes di computer saya isi dengan tujuan hidup saya jangka panjang saya (1-5ahun mendatang) yang bisa saya review setiap semester apakah hidup saya apa kemajuan atau stuck di titik yang sama. Ini penting sebagai bahan evaluasi diri dan menjaga semangat kerja yang pastinya kenceng kendor.

Sementara 2 whiteboard saya gunakan untuk menuliskan job list yang harus saya kerjakan dalam bulan berjalan. Saya akan menuliskan target yang lebih banyak di atas kemampuan saya agar saya bisa mem-push diri terus-menerus untuk mencapai target. Setiap list yang sudah saya kerjakan akan saya coret. Semakin banyak list yang saya coret, saya semakin bersemangat karena itu artinya saya semakin dekat dengan tujuan akhir saya.

Saya melakukan kebiasaan baik tersebut sejak tahun 2008. Dan terserah kalian percaya atau tidak, saat saya membaca ulang kembali di tahun 2017 tentang seluruh target tahunan yang saya tulis dari 10 tahun lalu tersebut, ternyata saya berhasil mewujudkan 99% keinginan saya di waktu yang sudah saya tuliskan sendiri saat itu. Tidak meleset 1 tahun pun.
THE POWER OF MINDSET !!!

2. Disiplin dan Menghargai waktu.

Detik ini ketika kalian membaca tulisan saya, akan berbeda dengan detik kalian saat ini. Artinya, setiap detik menjadi momen berharga yang akan menjadi penentu kapan kalian akan berhasil mencapai tujuan hidup.

Orang kaya yang sukses cenderung memiliki jadwal yang sudah tertulis jauh-jauh hari. Mereka terbiasa mengisi setiap waktu yang mereka miliki dengan sesuatu yang produktif. Mereka akan merasa rugi jika ada waktu kosong mereka di jam kerja sementara mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Saya sendiri mengaplikasikan pola pikir ini dengan cara saya sendiri. Saya akan meluangkan waktu 15-30 menit sebelum saya tidur malam untuk mereview apa yang harus saya kerjakan keesokan hari. Cara seperti itu akan membuat saya tahu apa yang harus saya persiapkan untuk saya bekerja besok sehingga meminimalisir waktu yang terbuang.

Cara seperti ini juga akan membuat saya tahu target harian apa saja yang harus saya selesaikan lengkap beserta pukul berapa harus saya kerjakan. Apa yang saya lakukan ini karena saya menyadari, BAHWA SEBAGAI PENGUSAHA, SAYA TIDAK MEMILIKI BOS YANG BISA MENEGUR SAYA JIKA SAYA MALAS, YANG BISA MENYURUH SAYA UNTUK DISIPLIN ADALAH DIRI SAYA SENDIRI.

Nah, jika semua target harian telah saya selesaikan dengan baik dan saya memiliki waktu luang lebih di hari tersebut, barulah saya akan melakukan sesuatu yang lebih rileks seperti berselancar ke situs-situs traveling maupun membuka link-link youtube favorite saya atau bahkan pergi ke salon.

3. Bisa membedakan mana hal prioritas dan bukan. Waktu yang terbatas membuat kita harus memilih apa yang harus dikerjakan.

Memiliki schedule yang padat dan produktif bukan hanya hak pengusaha yang sudah sukses saja lho. Siapapun yang baru memulai pun harus melakukannya. Jadwal harian yang jelas akan membuat kamu bisa memilih kerjaan mana yang prioritas untuk kamu selesaikan.

Apalagi dengan keajaiban media sosial saat ini dimana bumi menjadi benar-benar tak berbatas, saya merasa bahwa waktu 24 jam sehari menjadi terasa kurang. Jika dahulu waktu kita hanya terkuras oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita, sekarang beda.

Ada berapa jam waktu yang kamu buang untuk bersosialisasi di dunia maya?

Membalas chat baik itu soal kerjaan atau hanya curhatan. Belum lagi kepo sama hidup orang di timeline Path, Facebook dan Instagram. Sementara pekerjaan real kamu di dunia nyata pun membutuhkan fokus yang tidak berkurang sedikitpun.

Maka jangan heran kalau gaya hidup orang sekarang memiliki waktu tidur yang jauh lebih sedikit dibanding tempo dulu. Tidur jam 1 malam dan bangun jam 5 pagi menjadi rutinitas harian. Terkadang, kesehatan pun menjadi tumbalnya. Hal ini terjadi karena dewasa ini kita membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam sehari untuk bisa mengerjakan pekerjaan utama kita sekaligus mengurusi urusan ‘dunia maya’ kita.

Tidak ada yang salah dengan dunia maya saat ini. Banyak hal-hal positif yang menguntungkan bagi pengusaha juga didapat dari dunia maya. Bahkan saat ini, saya pun sedang bersosialisasi dengan anda melalui dunia maya, bukan?

Yang harus diperhatikan adalah bisa membedakan mana hal yang prioritas harus dilakukan dan bukan. Waktu yang diberikan Allah dalam sehari tetaplah 24 jam. Bijaklah mengatur waktu agar semua yang kita kerjakan bernilai positif dan berkontribusi untuk kebaikan banyak orang. Melakukan hal yang kurang prioritas bukan untuk dihindari, tetapi dikurangi jatah waktunya. Berani bilang “tidak” kepada kegiatan yang kurang bermanfaat.

Mencari tahu kehidupan orang lain alias kepo melalui media social untuk menambah pengetahuan atau motivasi hidup sah-sah saja. Menyebarkan good influence di media sosial pun harus diapresiasi. Tetapi jika waktu kalian bermedia social itu digunakan untuk mencari tahu hidup orang, mengomentari hidup mereka atau bahkan menjadi pencarian musuh baru, malah akan membuat waktu kamu terbuang tanpa arti apa-apa.

Coba kalian perhatikan, kebanyakan pengusaha sukses yang kaya itu sangat jarang punya waktu untuk memusingkan apa yang terjadi pada orang lain karena waktunya tersita dengan hal-hal produktif. Come on, oranglain udah bisa terbang tinggi karena bisa mengerjakan prioritas hidup dia, masa kamu mau duduk disitu-situ aja karena gak tahu mana yang jadi prioritas hidup kamu sendiri?

4. Selalu berpikir jangka panjang terhadap segala keputusan.

Biasakan untuk berpikir, “Nanti bagaimana,” bukannya “Bagaimana nanti.”

Berkaitan dengan rencana jangka panjang, biasanya orang-orang sukses / kaya selalu mampu melihat peta hidupnya jauh ke masa depan. Bahkan mereka dapat menjawab secara rinci apa yang harus mereka raih di 25 tahun mendatang dengan lugas.
Karena kesuksesan itu banyak macamnya di dunia ini, jangan pernah membanding-bandingkan kesuksesan orang lintas lingkungan. Semua bidang punya parameter yang berbeda untuk mendefinisikan kesuksesan. Namun yang penting, KALIAN SUDAH DAPAT MENETAPKAN KESUKSESAN SEPERTI APA YANG INGIN DIRAIH SEJAK USIA MUDA.

Fokuslah pada satu tujuan kesuksesan tertentu. Jangan mencla-mencle. Jangan bosenan. Jatuh dikit nyerah, dikritik orang sebentar langsung down. Terus beralih ke bidang lain. Itu bukan pola pikir orang kaya.

Teruslah berjalan maju terhadap apa yang sudah kamu tentukan. Berbelok atau malah berbalik arah dari tujuan semua malah akan membuat kamu kembali mundur ke titik nol. Seperti ibarat kamu berenang di laut, sudah kepalang basah. Satu-satunya pilihan adalah berenang sebaik mungkin dan bertahan saat diterjang gelombang. Kalau tidak, kamu tenggelam.

Ketika melakukan sesuatu keputusan, pertimbangkan semua dengan matang termasuk efek jangka panjang yang akan terjadi di hidup kamu masa mendatang akibat keputusan tersebut. Entah itu keputusan memilih bahan baku, keputusan cara pemasaran, keputusan pemilihan karyawan, keputusan kebijakan perusahaan, bahkan keputusan memilih lingkungan bersosialisasi.

Termasuk juga keputusan pendanaan. Sekaya-kayanya orang kaya, mereka harus memiliki dana cadangan / tabungan yang cukup untuk menopang ketidakpastian usaha. Boros adalah sebuah titik awal kejatuhan bagi seorang pengusaha, sesukses apapun pengusaha tersebut. Kamu bukannya tidak boleh membelanjakan uangmu untuk hal-hal yang menyenangkan seperti liburan ataupun berbelanja. Tetapi tetaplah terukur dan pastikan kamu masih memiliki tabungan sepulang kamu berlibur atau berbelanja.

Jadi, jika pengusaha sukses aja menghindari sifat boros karena merugikan, apa nasibnya orang-orang yang belum sukses tetapi masih memilih hidup boros? Mau jadi apa masa depan / masa tua mereka nanti??
#tanyadirisendiri

5. Kaya itu sesuatu yang ghaib.

Nah, poin ini sengaja saya simpan di bagian terakhir karena ini yang terpenting. Saya selalu menyukai untuk menyimpan sesuatu yang paling special di moment terakhir. Termasuk soal postingan artikel pola pikir orang kaya ini.
#apasih

Kalian pasti bingung apa maksud statement saya tentang “Kaya itu sesuatu yang ghaib”

Jika saya melemparkan pertanyaan kepada kalian, “Siapa yang paling mudah untuk menjadi orang kaya di dunia ini?”, apa yang akan kalian jawab?

1. Yang paling mudah untuk menjadi orang kaya di dunia ini adalah orang yang bekerja keras sepanjang waktu.”
2. Yang paling mudah itu orang-orang cerdas.
3. Yang paling mudah itu orang-orang yang punya kekuasaan.

Oke. Kalau jawabannya no 1, seharusnya orang-orang kuli tukang panggul yang harusnya mudah kaya karena mereka bekerja keras sepanjang waktu. Kalau jawabannya no 2, berarti para ilmuwan dan professor peraih nobel yang mengisi daftar orang kaya di dunia ini. Atau no 3, berarti para presiden dan raja yang menjadi orang-orang terkaya di muka bumi

Tapi kenyataannya, orang-orang kaya berasal dari berbagai lintas bidang. Random. Mungkin saja benar berasal dari no 1,2,3 atau gabungan dari ketiganya.

Namun saya punya jawaban tersendiri, karena saya percaya kekayaan adalah hal yang ghaib. Sesuatu yang memiliki banyak, tetapi pada akhirnya menjadi absurd karena tak memiliki benang merah yang pasti seperti pelajaran matematika.

Kekayaan bisa datang kepada siapa saja yang memang DITAKDIRKAN untuk mengalaminya.

Seberapapun kita bekerja keras, menjadi orang cerdas dan memiliki kekuasaan, kalau memang Yang Maha Pemberi Rejeki tidak memberikan kesempatan kita untuk menjadi orang kaya, maka hal itu tidak akan pernah terjadi.

Pola pikir orang kaya yang mulia adalah mempercayai sumber kekayaan itu berasal dari sesuatu yang ghaib, yaitu Allah SWT. Jadi, orang yang paling mudah untuk menjadi orang kaya (menurut saya) adalah orang yang dapat membuat Allah SWT berkenan memberikan rahmat-Nya karena orang tersebut DAPAT MEMPERGUNAKAN AMANAH KEKAYAAN TERSEBUT SECARA BENAR DAN BERMANFAAT.

Mereka percaya kepada ‘kekuatan langit’ yang dapat membuat mereka tidak pernah lupa bersujud kepada-Nya. Entah untuk memohon ataupun bersyukur.

Karena itulah, poin ini menjadi pola pikir orang kaya yang terpenting yang harus dimiliki. Karena sifatnya yang ghaib, mereka tidak akan pernah lupa untuk meminta kemudahan pada Sang Pengasih untuk memberi mereka kesempatan menjadi kaya dan mulia. Inget lho, bukan hanya kaya. Karena kemuliaan yang didapat saat menjadi kaya itu berasal dari seberapa besar kita menolong banyak orang dengan kekayaan yang kita miliki.

Tapi tolong menolong dalam kebaikan tentunya.

Dan karena saya baru sadar artikel saya kepanjangan, saya sudahi dulu ya. Hihii.. semoga tidak bosan membacanya. Semoga terinspirasi dan bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa untuk membaca artikel saya sebelumnya tentang “6 KEBERANIAN YANG HARUS DIMILIKI PENGUSAHA SUKSES”