Stone Garden, Referensi Liburan Akhir Pekan di Bandung

stone garden

Memang tidak ada habisnya jika membicaran tentang Bandung. Paris Van Java ini memiliki banyak tempat wisata yang harus anda kunjungi. Kini ditemukan tenpat wisata baru di daerah Cipatat, Bandung. Adalah Stone Garden, referensi liburan akhir pekan di Bandung yang patut kamu coba.

Stone Garden terletak di Cipatat, Padalarang, Bandung Jawa Barat. Tepatnya Stone Garden terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Anda bisa mengunjungi tempat wisata ini dengan rute jalur cimahi- Padalarang- Cipatat dan Gunung Masigit. Bagi anda yang berangkat dari Bandung, anda bisa menggunakan tol Cipularang dan keluar dari pintu Tol Padalarang. Kemudian anda melewati Kota Baru Parahyangan dan selanjutnya ikuti rute menuju Cianjur.

Jam operasional atau jam buka Stone Garden dibuka setiap hari dari Senin sampai Minggu dari pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Untuk masuk ke tempat wisata ini, anda cukup merogoh kocek dibawah Rp10.000. Anda bisa memiliki salah satu dari dua jalur masuk yaitu jalur langsung dari pintu utama dengan harga tiket Rp3000/ orang dan jalur pintu masuk lewat Gua Pawon dengan harga tiket Rp6000/orang.

Stone Garden berada di tanah seluas 2 hektar. Saat pertama kali masuk pintu Stone Garden, anda akan menemukan jalan yang terus menanjak. Dengan ketinggian puncak Stone Garden setinggi 907Km diatas permukaan air laut dan rute yang terjal dan menanjak sejauh 1,5 Km, dibutuhkan kondisi yang prima untuk menaiki puncaknya. Anda harus memiliki tenaga extra karena jalur keatas puncak Stone Garden yang belum dibenahi ini. Terlebih hanya ada jalan setapak untuk mencapai puncak Stone Garden.

Jadi untuk menuju ke puncak, anda perlu mempersiapkan sepatu, makanan, minuman, topi, dan peralatan lainnya yang mendukung. Dari tempat anda memarikirkan kendaraan hingga puncak Stone Garden memakan waktu 30-45 menit.

Namun, rasa letih dapat tebayar dengan panorama yang indah diatas bukit. Anda bisa melihat hamparan Stone Garden atau Taman Batu.

Warga setempat memanggilnya Taman Batu Padalarang tapi ada satu nama yang membuatnya terkenal yaitu Stone Garden. Jika dilihat dari namanya, mungkin anda berpikir bahwa tempat ini hanyalah batu-batu saja. Namun, mungkin anda harus membuktikannya sendiri akan keindahan hamparan luas yang artistic ini membuat anda seolah-olah anda tidak berada di Padalarang Bandung.

Tempat ini memiliki pemandangan yang begitu indah dan mengagumkan yang wajib anda kunjungi. Dilengkapi dengan batu-batu gamping yang berjajar tak beraturan, pemandangan yang disuguhkan sangatlah luar biasa dan memiliki nilai seni. Para penikmat alam banyak yang berkunjung ke tempat ini hanya untuk memanjakan mata dan berfoto dengan latar batu-batu alam peninggalan purbakala. Disini terdapat fosil aneka koral diatas bukit yang menandakan bahwa dahulu Bandung adalah danau purba.

Dahulu, koral tersebut hidup kemudian mati dan menumpuk di suatu tempat seukuran batu gamping. Yang membuat uni tempat ini adalah batu-batu gamping ini tidak hanya terletak di hamparan tanah yang luas. Batu-batu ini terdiri dari batu yang kecil hingga besar. Yang menjadi daya tarik pengunjung adalah batu-batu gamping tersusun sangat cantik dan jika dilihat secara seksama akan terlihat menyerupai formasi matematis. Batu-batu ini tentu saja tersusun secara alami dan tidak ada orang atau petugas yang menyusun batuan ini.

Nah, di sekitar Stone Garden, anda lembah yang dangkal. Selain itu, anda akan disuguhi pemandangan gunung yang ada disekeliling bukit tersebut. Tumbuhan ilalang pun masih menghiasi sekitar Stone Garden. Ada juga akan disuguhkan pemandangan pertanian milik masyarakat setempat. Disamping itu, panorama pedesaan dan perkotaan akan bisa anda lihat dari puncak bukit Stone Garden.

stone garden

Ditambah langit yang begitu luas terbentang akan memperlihatkan keindahannya dan anda juga akan melihat Gunung Masigit yang memiliki keindahan hampir sama dengan Stone Garden. Hal yang menjadi daya tarik pengunjung lainnya adalah peninggalan zaman purbakala yaitu Gua Pawon. Gua alam ini juga berada di sekitar Stone Garden yang juga sering didatangi pengunjung.

Didalam Gua Pawon, anda bisa menemukan fosil atau tulang manusia dan binatang yang masih dipertahankan hingga sekarang. Meski begitu, gua ini kelihatannya tidak memiliki cerita mistis. Oleh katena itu, kamu tidak perlu takut untuk mengunjungi Gua Pawon ini.

goa pawon

Pemandangan lain yang bisa anda lihat adalah Pabrik Pasir yang masih beroperasi. Oleh karena itu, truk yang berlalu-lalang adalah pemandangan anda saat ada di Stone Garden. Saat hari mulau senja, matahari akan mulai terlihat di ufuk Barat yang sangatlah mempesona. Senja yang sangatlah indah sangat cocok untuk dijadikan latar foto anda. Anda bisa menghabiskan waktu anda seharian disini dan anda tidak perlu takut pulang malam karena aka nada petugas keamanan di kawasan ini.

Beberapa pengunjung Stone Garden banyak yang membicarakan bahwa keindahan dan pesona di kawasan ini hampir menyerupai Christmas Island yang ada di Australia. Bahkan banyak artikel yang mengulas bahwa kasan ini membuat anda seolah-olah berada di luar Planet Bumi. Namun, itu semua kembali ke penilaian masing-masing. Anda sendiri bisa menilai seberapa indah tempat ini.

Disamping itu, anda perlu mengetahui sejarah Stone Garden Padalarang. Masyarakat di sekitar Stone Garden dahulu memiliki mata pencaharian sebagai penambang batu kapur. Sebagian lainnya berjualan oleh-oleh Bandung. Perlu anda ketahui sebelum ada jalur tol untuk menghubungkan Bandung dan Jakarta, Padalarang – Cipatat adalah jalur yang ramai dilewati baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kawasan ini dahulunya adalah pusat dan sentra penjualan kerajinan, kuliner, dan oleh-oleh khas Bandung termasuk peuyeum Bandung.

Namun, setelah tol Bandung-Jakarta beroperasi, kawasan Padalarang menjadi sepi aktivitas usaha dan hanya menyisakan usaha penambangan kapur. Bahkan Gunung Kapur yang tegak sepanjang Jalan Citatah pun menyisakan sejarah danau purba yang tercatat pernah menengelamkan kawasan Bandung beberapa ribu tahun yang lalu. Yang menyebabkan danau purba tersebut surut adalah Shangyang Tikoro. Shangyang Tikoro adalah tempat dimana danau purba surut dan menghilang. Kini hanya menyisakan cekungan besar yaitu kota Bandung.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung. Selain adanya kepulan asap dari pabrik apu atau kapur, jalan menuju Stone Garden pun dapat menjadi kendala bagi para pengunjung. Memang kawasan Stone Garden ini telah menjadi masalah tersendiri sejak lama. Jejak peninggalan zaman purba ini memang telah menyimpan problematika mulau dari bukit kapur yang terus tergusur dan pemerintah yang belum menemukan pembenahan, pengelolaan, dan perlindungan yang mumpuni bagi kawasan Stone Garden ini.

Walaupun sedikit, selalu ada pengunjung yang datang ke tempat ini baik dari dalam kota maupun luarkota. Meskipun banyak wisatawan yang belum mengetahui tempat ini, tetap saja Stone Garden menambah daftar wisata di Kota Bandung. Namun kini, Stone Garden mulai terangkat namanya seiring dengan banyak orang yang berfoto dan mengunggahnya di media social, seperti halnya tempat wisata Kawah Putih dan Kampung Gajah Wonderland.