6 Keberanian Yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Sukses

6 Keberanian Yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Sukses

Ini artikel pertama saya yang masuk dalam kategori ‘THOUGH’. Jadi, selama bertahun-tahun blogging ini ada banyak sekali pemikiran-pemikiran yang muncul dari benak saya tentang kehidupan. Bicara tentang kehidupan pastinya memang sangat kompleks karena bisa berbicara tentang banyak hal. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah membahas tentang pengusaha sukses.

Namun masalahnya, saya bukan orang yang cukup berani untuk mengemukakan pendapat saya ke depan orang banyak, sekalipun itu melalui media sosial seperti blog dan vlog yang notabene saya tidak perlu bertatap muka langsung dengan lawan bicara saya. Alasannya simple dan picik, karena saya khawatir akan menuai pro dan kotra terhadap apa yang saya sampaikan.

Sepanjang saya mengenali karakter saya sendiri, saya mengakui bahwa saya termasuk golongan yang anti kritik. Saya tak suka berada dalam keadaan dimana lingkungan menjadi terpecah antara yang setuju dengan pendapat saya ataupun sebaliknya. Saya menyukai keteraturan dan kedamaian, saya tidak menyukai perdebatan alot dan lebih memilih jalan mengalah untuk mengakhirinya. Intinya, saya lebih baik ‘memfosilkan’ pendapat-pendapat saya dalam kepala daripada harus berdebat dengan banyak orang tentang mempertahankan apa yang menurut saya salah dan benar.

Introvert? Ya, mungkin saja seperti itu.

Tapi kini saya mencoba untuk berubah. Merubah pandangan bahwa tidak selamanya diam itu emas. Tidak selamanya bahwa apa yang kita sampaikan akan selalu berujung pada perdebatan yang meruncing jika kita dapat memilih cara yang bijak untuk menyampaikanya. Intinya, saya mengubah mindset saya bahwa menyampaikan pendapat itu benar-benar hak semua orang, sama halnya dengan mengomentari pendapat pun adalah hak semua pendengar.

Jadi, awal mula ide artikel ini berawal ketika banyak yang bertanya pada saya, “Kenapa saya bisa traveling begitu sering, seolah saya memiliki waktu traveling yang begitu fleksibel?” Bahkan ada juga yang mengira saya seorang agen travel. Dan dari semua perkiraan tersebut, yang benar adalah saya dan suami adalah seorang pedagang dengan hobi yang sama yaitu jalan-jalan. Jadi, semua perjalanan kami tidak disponsori pihak manapun. Satu-satunya sumber dana perjalanan berasal dari sebagian penghasilan kami berdagang.

Jadi, sepertinya akan menyenangkan jika saya memiliki satu kategori khusus yang isinya membahas tentang entrepreneur, termasuk motivasi berbisnis. Disini bukan berarti saya merasa ahli, tetapi apa yang keluar dari mulut saya ini adalah sebuah pandangan atau pemikiran dari seorang praktisi bisnis biasa, terlepas dari banyak kesalahan dan kekurangan saya sebagai manusia. Namun setidaknya, saya ingin berbagi tentang apa yang saya ketahui dan berbagi inspirasi yang saya miliki kepada kalian semua yang memiliki interest yang sama yaitu berwirausaha.

Berbicara soal berdagang, atau istilah kerennya saat ini adalah entrepreneur, menurut saya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat ini, banyak paradigma yang berkembang bahwa menjadi entrepreneur adalah jalan menuju kebebasan finansial yang diimpikan banyak orang. Sebuah pekerjaan yang dapat memilih waktu beristirahat dan libur kapan saja, dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan idealismenya. Tidak diperintah oleh atasan, dll

Betul. Tetapi seperti uang koin yang memiliki 2 mata sisi, setiap hak pasti ada kewajiban. Setiap kesempatan pasti bersanding dengan resikonya. Setiap keuntungan pasti ada kemungkinan kerugian yang membayang-bayangi.

Jadi, poin terpenting yang ingin saya sampaikan adalah menjadi entrepreneur akan menjadi sesuatu yang benar jika setiap individu menyadari betul tujuan yang ingin dicapai beserta seluruh resikonya. Bukan hanya sekadar agar terlihat keren saat ditanya “Apa kegiatan sehari-hari Anda?” kemudian menjawab “Saya seorang pengusaha.” Tanpa benar-benar bisa menjalankan prinsip bisnis dengan benar itu sendiri.

Karena semua orang mungkin bisa saja berkesempatan menjadi seorang entrepreneur, tetapi belum tentu semua bisa menjadi entrepreneur yang sukses. Semua itu tergantung pada 2 hal menurut saya, yaitu konsistensi dan keberuntungan.

Jadi, artikel pertama ini temanya adalah 6 KEBERANIAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PENGUSAHA SUKSES.

Menjadi pengusaha itu susah-susah gampang. Tapi memang lebih banyak enaknya ketimbang susahnya, asalkan jadi pengusaha sukses beneran, bukan pengusaha ‘setengah jadi’. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena menjadi pengusaha ‘setengah jadi’ akan membuat kamu menjadi seorang ‘self employee’. Artinya, kamu akan mendapatkan uang ketika kamu bekerja di usaha kamu sendiri. Ketika kamu sakit atau berlibur, maka kegiatan usaha kamu terhenti yang tidak bisa membuat penghasilan tetap mengalir.

Jadi, ibaratnya kamu buka lapangan kerja sendiri, kerja disitu, dan menggaji diri kamu sendiri dari hasil usaha kamu. Kamu mungkin punya karyawan, tetapi tanpa keberadaan kamu di usaha tersebut, usaha kamu ga bisa berjalan seperti biasanya.

Nah, bedanya dengan pengusaha sukses beneran adalah mereka berhasil menciptakan sebuah ‘sistem’ dimana keberadaan si pemilik tidak benar-benar berpengaruh terhadap jalannya operasional perusahaan. Si pemilik dapat berada dimana saja dan tetap mendapatkan penghasilan dari sistem usahanya tersebut karena usahanya tersebut telah autopilot. Dia cukup melakukan pengontrolan sekali dalam seminggu, sebulan atau bahkan setahun dan usahanya tetap berjalan seperti biasanya bahkan semakin berkembang.

Dan karena banyak sekali orang yang ingin jadi pengusaha setelah tahu / lihat orang lain yang sukses jadi pengusaha karena dapat hidup berkecukupan, liburan kapan saja, bisa menjamin pendidikan dan kesehatan seluruh keluarga mereka, memiliki asset dimana-mana, kok sepertinya enak banget ya hidup mereka?

Yang perlu diketahui adalah kondisi terbaik yang digambarkan pengusaha sukses itu bukanlah hasil dari kerja semalam. Bukan sesimpel kita mendapatkan untung besar dari hasil jualan kita dalam bulan tersebut kemudian kita dapat langsung menikmati hasilnya saat itu juga. Ada banyak proses yang harus dilalui untuk mencapai titik kesuksesan pengusaha yang dinamakan KEBEBASAN FINANSIAL.

Proses yang harus dilalui seorang pengusaha sukses mungkin akan saya bahas di kesempatan berikutnya. Untuk memulainya, bagi saya ada 6 KEBERANIAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PENGUSAHA SUKSES:

  1. Berani bergaya hidup 1 level dibawah kemampuan

Ada seorang pengusaha sukses kenamaan di Indonesia yang bikin saya tertegun saat beliau bilang, “Jika saya mau, saya bisa membeli mobil Lexus, tetapi kenapa saya memilih bertahan dengan mobil Toyota saya?”

Beliau berkata dengan memiliki gaya hidup 1 level dibawah kemampuan dia sebenarnya justru mampu membuat dia berpikir realistis tentang apa yang seharusnya tidak perlu ia beli meskipun ia mampu melakukannya. Bergaya hidup sederhana justru mampu membuat dia menjadi jauh lebih kaya daripada sebelumnya karena ia memiliki banyak sisa uang untuk digunakan pada hal-hal yang lebih produktif yang dapat melipatgandakan asetnya di kemudian hari.

Beliau tidak terlalu memusingkan tentang apa yang harus ia perlihatkan kepada banyak orang, tentang apa yang ia pakai dan ia miliki. Dicap sebagai orang yang bergelimang harta tidak akan membuat asset realnya bertambah. Itu hanya masalah prestise saja. Masalah kepuasan pribadi seorang manusia untuk disanjung dan dikagumi. Tidak lebih. Baginya, hidup demi gengsi justru akan membuat asetnya tidak bertambah lebih banyak.

Orang seringkali menilai kesuksesan seseorang dari lingkungan tempat tinggal, berapa banyak kendaraan dan seberapa mahal brand fashion yang dipakainya. Namun bagi pengusaha, ada banyak hal ‘mahal’ yang harus ia miliki terlebih dahulu ketimbang hal-hal tersebut jika memang ingin terus berkembang sukses.

Asset-aset produktif seperti lahan kerja, mesin, bangunan kantor/pabrik, ribuan pekerja professional, yang justru membutuhkan budget yang tidak sedikit, namun tak bisa diketahui secara kasat mata oleh orang banyak untuk dikagumi. Benda-benda seperti itulah lebih penting untuk dibeli terlebih dahulu bagi seorang pengusaha sukses karena akan berdampak positif terhadap penghasilannya dimasa depan.

Gaya hidup konsumtif menjadi hal terakhir dalam list kebutuhannya.

  1. Berani melihat uang bukan sebagai pemuas keinginan, tetapi sebagai modal asset.

Nyambung dari poin 1 tadi, terkadang, saat kita masuk ke dalam euphoria bahagia ketika dagangan kita laku, usaha lancar, konsumen bertambah banyak, dan rekening kita bertambah gendut. Ketika itulah godaan untuk menaikan kualitas hidup muncul. Mulai dari memiliki rumah yang lebih besar, mobil yang lebih anyar, penampilan yang lebih glamour, dll.

Hal itu tidak sepenuhnya salah, karena salah satu tujuan hidup kita bekerja pastinya ya untuk memperbaiki kualitas hidup. Tapi yang terpenting adalah ga keblinger saat menggunakan hasil usaha untuk kebutuhan pribadi.

Untuk kehidupan pribadi, belanjakannya segala sesuatunya secara bijak. Butuh mobil, ya beli mobil yang cukup nyaman, tidak perlu mewah sampai menguras isi tabungan. Jika saat ini isi rekening kamu cukup untuk membeli mobil seharga 500juta, belilah mobil yang nilainya 100 juta dulu. Lho kok gitu?

Sisa dari tabungan dapat kamu gunakan sebagai pertambahan modal asset agar bisnis kamu semakin maju. Semakin menguntungkan. Ujung-ujungnya, semakin memberikan penghasilan yang lebih besar dari sekarang. Kamu bisa membeli sepetak tanah, ruko, gudang, mesin produksi, pabrik, atau apapun yang sedang dibutuhkan usaha kamu untuk berkembang lebih pesat.

Kalau kamu menghabiskan seluruh tabungan kamu untuk memuaskan keinginan seperti rumah pribadi, upgrade mobil, perhiasan, ataupun koleksi fashion bermerk, asset bisnis kamu ga bertambah yang artinya potensi penghasilan usaha kamu akan segitu-gitu aja. Bersabarlah, semua akan indah pada waktunya.

  1. Berani mengambil peluang dan resiko dengan bijak

Semakin lama kamu bergelut di dunia usaha, biasanya peluang-peluang menjanjikan akan terlihat dengan sendirinya. Nah, disini insting kamu benar-benar harus terasah. Bagi saya, tidak ada keberuntungan yang datang secara cuma-cuma. Keberuntungan itu didapat ketika PELUANG bertemu dengan KEMAMPUAN. Misal, kamu dapat peluang bertemu dengan calon supplier yang menawarkan bahan baku yang lebih murah, namun kamu tidak memiliki KEMAMPUAN dana mumpuni saat itu. Tentunya keberuntungan tidak bisa kamu raih kan?

Atau juga kamu berpeluang untuk memasarkan produk kamu ke pasar ekspor. Keberuntungan akan berpihak pada kamu disaat kamu menangkap peluang tersebut disertai dengan KEMAMPUAN akan pengetahuan tata cara ekspor yang mumpuni juga.

Karena, jika peluang datang disaat kamu belum memiliki kemampuan, maka resiko kerugian akan lebih besar jika kamu memaksakan mengambil peluang tersebut. Karena itulah, selama kita memiliki waktu, tenaga dan materi untuk meningkatkan kemampuan, seorang pengusaha diwajibkan terus menerus mengasah ‘otaknya’ dengan tambahan ilmu-ilmu bermanfaat dan menyimpan dana cadangan untuk digunakan saat peluang datang menghampiri.

Wawasan umum seperti keadaan ekonomi dan politik di suatu negara cukup membantu para pengusaha sukses juga untuk dapat memutuskan mengambil peluang di saat yang tepat demi meminimalkan resiko kerugian yang mungkin muncul.

  1. Berani bilang tidak pada sesuatu yang salah.

Rata-rata orang Indonesia yang ramah itu orangnya ga enakan. Ga enak untuk bilang tidak terhadap sesuatu yang tidak ia sukai, berani berkata tidak untuk sesuatu yang menurutnya kurang benar hanya karena tidak ingin menyakiti hati orang lain atau memiliki musuh.

Padahal keberanian untuk bilang tidak pada sesuatu yang salah itu ternyata memberikan efek sangat posotif terhadap attitude kerja. Jika dari awal memulai usaha, kita sudah memisahkan secara tegas apa yang benar dan salah, dalam proses usaha kedepannya secara naluri kita menjadi tidak takut untuk berkata dan bertindak sesuatu yang benar karena kita tidak pernah terlibat pada kesalahan masa lalu.

Berkomitmen pada penghasilan yang halal pun akan membuat kita memiliki barrier untuk tidak mengambil hak yang tidak semestinya. Menjaga kesucian usaha kita dari hal-hal yang merugikan orang lain akan membuat nama baik kita semakin benderang, yang ujung-ujungnya akan melipatgandakan kepercayaan semua pihak untuk memberikan rejeki yang lebih lagi untuk perusahaan kita.

  1. Berani bersedekah lebih banyak dari sebelumnya.

Keberhasilan kita sebagai seorang pengusaha sukses tentunya berefek pada penghasilan kita yang terus-terus mengalir. Dan sebagai muslim saya percaya tentang ‘KEAJAIBAN SEDEKAH’ atau ‘BERTRANSAKSI DENGAN ALLAH’.

Salah satu yang membuat saya memilih jalan hidup sebagai pengusaha adalah impian saya untuk dapat mensejahterakan banyak orang. Semakin banyak karyawan yang dimiliki, artinya semakin banyak harapan penghidupan orang lain yang kita pikul. Doa-doa mereka tentang kelancaran rejeki tentunya menjadi doa tidak langsung juga terhadap bisnis yang saya jalani karena bisnis itu menjadi sumber penghasilan mereka.

Ketika kalian berani memiliki penghasilan lebih banyak dari hasil usaha, maka kalian pun harus berani untuk mengeluarkan sedekah lebih banyak dari sebelumnya. Buatlah Sang Pemberi Rezeki percaya kepada kita kalau kita sanggup berkomitmen untuk menyalurkan kembali amanah rejeki yang dititipkan kepada orang-orang yang berhak.

Terkadang, saya percaya bahwa bersedekah tidak perlu menunggu penghasilan kita banyak dulu. Tetapi bersedekahlah sebelum kita memulai usaha, karena sesungguhnya saat itu kita tengah BERTRANSAKSI KEPADA ALLAH, Sang Pemilik Rejeki itu sendiri untuk melancarkan segala usaha yang akan kita jalani.

  1. Berani menganggap seluruh asset yang dimiliki hakikatnya adalah titipan Allah yang bisa hilang kapan saja agar kita tetap berpijak pada bumi alias tidak sombong.

Apa yang pantas kita sombongkan terhadap seluruh kekayaan yang kita miliki jika pada dasarnya semua itu hanya titipan??

Sedikit bercerita tentang kejadian yang saya alami seminggu lalu di parkiran motor sebuah mall. Saat itu kita menghabiskan waktu sekitar 4 jam di mall kemudian menyadari bahwa kunci motor kami tidak berada di tempatnya. Rasa panik langsung menjalar. Saya membayangkan kesusahan apa saja yang harus dilalui kalau kunci motor kami benar-benar hilang saat itu.

Singkat cerita, ternyata kunci motor kami tidak hilang, melainkan tergantung begitu saja di motor selama 4 jam kami tinggalkan karena suami saya lupa mengambilnya. Disitu saya tertegun, betapa Allah menjaga rejeki kami sebegitu indahnya. Ada berapa ratus orang berlalu lalang disekitar motor selama 4 jam yang bisa saja mengambil motor kami dengan mudahnya. Karena kunci motor kami begitu nyentrik untuk bisa menarik perhatian orang.

Jadi, pada dasarnya segala sesuatu yang saat ini kami miliki hanya berstatus titipan. Bisa diambil kapan saja. Bisa ditambah kapan saja. Terserah si Pemilik Rejeki yaitu Allah SWT. Kejadian motor tersebut menggambarkan betapa mudahnya jika memang motor itu hilang karena kelalaian kami. Tapi toh, ternyata motor tersebut tetap berada di tempatnya karena memang Allah yang menjaganya.

Entah karena memang takdirnya motor itu tidak hilang dicuri, ataupun karena perlindungan dari sedekah aka transaksi dengan Allah yang kami jalani. Intinya, jika pada dasarnya kita menyadari semua itu hanyalah titipan Allah SWT, ketika usaha kita merugi, asset pailit, rumah kebakaran, motor hilang atau sejenisnya, yakinlah bahwa itu memang sudah digariskan. Bahwa ternyata Allah ingin mengambil kembali apa yang dititipkan untuk kita.

Susah memang, tapi bukan berarti ga bisa. Berpositif thinking bahwa Allah ingin melindungi kita dari sesuatu yang bathil. Mungkin ada yang ingin Ia tegur dari perilaku kita. Mungkin masih ada yang kurang dari rasa syukur kita. Selalu berbuat baik, berusaha dan bekerja keras lah setelahnya karena bukan hal yang sulit bagi Allah untuk mengembalikan kembali rejeki kita yang sempat hilang bahkan lebih banyak dari sebelumnya jika memang Allah menghendaki.

Mungkin sekian dulu pandangan perdana saya tentang 6 KEBERANIAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PENGUSAHA SUKSES. Jadi, kalau kamu merasa punya 6 keberanian di atas, yuk segera gabung jadi pengusaha sukses Indonesia. Semoga bermanfaat dan terinspirasi ya.