Mengenali Perbedaan Cara Hidup Orangutan, Simpanse dan Gorila

ireztia

Banyak orang salah dalam memahami dan menyebut istilah lingkungan hidup. Mereka banyak yang tidak bisa membedakan golongan kera, diantaranya orangutan, simpanse, dan gorilla. Kesalahan- kesalahan itu masih bisa dimaklumi karena bidang lingkungan hidup belum menjadi perhatian serius bagi banyak orang. Lingkungan hidup masih kalah pamor bila dibandingkan dengan isu hukum dan politik.

Tapi kesalahan-kesalahan itu janganlah dianggap sepele, karena hal ini bisa menyebar dan bisa menyesatkan orang lainnya. Orangutan, simpanse, dan gorilla sama- sama masuk kedalam golongan kera. Golongan kera ini bisa hidup mencapai usia 50 tahun. Berikut ini adalah ulasan yang lebih mendalam mengenai perbedaan cara hidup orang utan, simpanse, dan gorilla.

I. Cara Hidup Orangutan

Orangutan atau nama lainnya mawas termasuk kedalam golongan kera besar yang memiliki badan yang penuh dengan bulu merah atau coklat. Kera besar ini hidup di negara Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Orangutan berasal dari bahasa Melayu. Orang yang berarti manusia dan utan yang berarti hutan. Orangutan ini terbagi menjadi dua sub spesies yaitu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan orangutan Sumatra (Pongo abelii).

Orangutan merupakan makhluk yang pemalu
Orangutan merupakan makhluk yang pemalu dimana ia tidak pernah menunjukan diri pada manusia atau binatang lain yang tidak ia ketahui sebelumnya. Namun, jika ia telah mengenal manusia tersebut, ia seperti memiliki ikatan batin. Hal inilah yang menyebabkan mengapa manusia lebih dekat dengan orang utan dibandingkan dengan simpanse dan gorilla.

Orangutan betina bisa mengandung dan melahirkan ketika ia berusia 7 sampai 10 tahun dan mengandung berkisar 8,5 sampai 9 bulan. Binatang ini dapat memiliki hanya satu bayi saja sekali melahirkan. Anaknya bisa hidup mandiri ketika ia berumur 6 sampai 7 tahun. Akibat banyak hal yang perlu dipelajari mengenai kemampuan hidup mandiri oleh anaknya, ketergantungan orangutan terhadap induknya merupakan waktu terlama dibandingkan mamalia lainnya. Selisih waktu reproduksi orangutan juga merupakan terlama bila dibandingkan dengan hewan lainnya yaitu 7 sampai 8 tahun.

Usia orangutan di alam liar adalah 45 tahun sedangkan 55 tahun didalam penangkaran. Selain itu, orangutan betina hanya mampu melahirkan hanya tiga anak dalam hidupnya. Hal itu menyimpulkan bahwa orangutan memiliki reproduksi yang lambat.

Orangutan dapat berayun dari satu pohon ke pohon lainnya dengan cepat. Walaupun mereka bisa berjalan dengan kedua kakinya, hal ini tidak sering terlihat. Hal itulah yang menyebabkan orangutan memiliki lengan atau tangan yang besar dan kekar. Hal yang perlu diketahui juga, orangutan tidak mampu berenang dan sangat takut terhadap api.

Orangutan betina bisa mengandung dan melahirkan
Orangutan tidak hidup dalam kawanan yang besar, tidak seperti simpanse dan gorilla. Hewan ini faktanya merupakan hewan yang semi-soliter. Orangutan betina bisanya ditermani oleh anaknya sedangkan orangutan jantan biasanya hidup sendiri. Selain itu, hewan ini adalah arboreal, yang artinya ia lebih banyak hidup diatas pohon. Hal ini juga yang membedakan orangutan dengan simpanse dan gorilla yang merupakan hewan terrestrial yang lebih banyak menghabiskan hidupnya diatas tanah.

Hal unik lainnya yang ditemukan dalam orang utan adalah hewan ini bisa menggunakan dedaunan untuk melindungi dirinya dari hujan dan sinar matahari dan bisa menggunakan tongkat untuk mengambil makananya.

II. Cara Hidup Simpanse.

Simpanse adalah anggota dari keluarga Hominidae, sama seperti manusia, orang utan, dan gorilla. Simpanse memiliki kultur berburu dengan cara berkelompok sesama simpanse muda yang dipimpin oleh jantan alfa. Simpanse merupakan hewan yang bisa memakan segala makanan dan memiliki kehidupan bersosialisasi yang kompleks.

Hal ini yang membedakan simpanse dengan orang utan yang hanya memakan buah, tidak melakukan kekerasan, dan bisa hidup sendiri. Simpanse memiliki strategi berburu yang membutuhkan influensi dan kerjasama yang canggih. Mereka juga mampu menggunakan simbol dan memahami bahasa manusia. Simpanse berkomunikasi hampir sama dengan manusia non-bal yaitu dengan gerak tangan, mimik wajah, dan vokalisasi.

Simpanse adalah anggota dari keluarga Hominidae
Simpanse hidup dalam kelompok besar yang disebut komunitas yang terdiri dari multi-jantan dan multi-betina. Hewan ini memiliki hierarki social yang jelas dimana satu atau lebih individu dapat mendominasi anggota lainnya dari tingkat yang lebih rendah.

Jantan alfa adalah jantan yang memberikan perintah dan memegang kontrol ketika terjadi perselisihan. Jantan alfa tidak perlu jantan yang terkuat tapi jantan yang manipulatif dan politis yang berpengaruh ketika terjadi sesuatu dalam grup. Simpanse dari peringkat yang lebih rendah akan menunjukan gesture dan bahasa tubuh yang hormat dan patuh dengan cara menjulurkan tangan disertai dengkur. Simpanse betina akan memperlihatkan gesture hormatnya pada jantan alfa dengan cara memperlihatkan seperempat bagian belakangnya.

Dalam kelompok, simpanse memiliki sifat altruistik, namun tidak peduli terhadap keselamatan kelompok lainnya. Namun, terkadang simpanse di alam liar bisa mengadopsi anak yatim piatu bahkan dari kelompok yang tidak bertalian. Simpanse juga bisa mempelihatkan rasa berkabung ketika terdapat anggota kelompok yang mati, rasa bahagia ketika mengalami cinta pertama, dan melakukan tarian saat hujan.

Simpanse betina akan mencapai masa pubertas atau kematangan pada usia 8-10 tahun. Masa kehamilan simpanse betina ini adalah 202-261 hari. Kemudian, betina tidak akan kawin lagi hingga anak mencapai 3 tahun. Ketika ibu simpanse berpindah dan berayun dari satu pohon ke pohon lainnya, simpanse muda akan menempel pada induknya. Anak simpanse akan terus bersama induknya hingga ia mencapai kematangan seksual.

Simpanse betina akan mencapai masa puberty
Simpanse dapat membuat alatnya sendiri untuk mengambil makanan. Selain itu, pembuatan sarang oleh simpanse adalah diatas pohon dengan cara menyatukan dahan dari satu pohon dan pohon lainnya. Sarang simpanse terdiri dari matras yang dilapisi oleh dedaunan dan ranting yang lembut dan memiliki fondasi yang kuat. Simpanse memiliki kecerdasan dan kepandaian yang tinggi. Bahkan menurut penelitian di Primate Research Institute, Universitas Kyoto, menunjukan bahwa simpanse dapat mengenali angka dari 1-9.

III. Cara Hidup Gorila

Gorila adalah primata yang terbesar diantara orangutan dan simpanse. Makanan gorilla adalah buah-buahan dan kadang-kadang serangga. Gorila membutuhkan makanan sekitar 25 kilogram yang terdiri dari buah-buahan, dedaunan, bunga, biji-bijian, dan tangkai pohon. Terkadang, gorilla juga memakan semut dan sejenis rayap yang ada di pohon. Karena gorilla sudah cukup mendapatkan cairan dari makananya, hewan ini jarang minum.

Gorila adalah primata yang terbesar
Gorilla merupakan salah satu primata yang memiliki kecerdasan dan kepandaian yang tinggi. Penelitian menunjukan bahwa hewan ini mampu berkomunikasi dengan bahasa sandi. Gorila adalah binatang pemalu namun mereka masih bisa bersosialisasi. Biasanya, mereka hidup di keluarga yang terdiri dari 6-7 gorila. Satu keluarga terdiri dari satu gorilla dominan atau sering disebut silverback gorilla, dua atau lebih gorilla betina, dan sisanya adalah anak-anak gorilla.

Bila anak gorilla telah tumbuh dewasa dan bisa hidup mandiri, mereka akan pergi dan mencari dan membentuk keluarga yang lain. Sebelum tidur, gorilla akan membuat sarang yang terbuat dari dedaunan, tangkai-tangkai, dan rerumputan. Para ilmuwan bisa menebak jumlah anggota gorilla dengan menghitung sarang tempat tidurnya.

Gorilla merupakan salah satu primata

Di alam liar gorilla bisa hidup selama 35 tahun sedangkan dalam penangkaran mereka bisa bisa hidup hingga 50 tahun. Gorila bisa hamil dan melahirkan anak pada usia 10-12 tahun. Hewan ini bisa mengandung selama 8- 9 bulan dan melahirkan tiga anak di hidupnya.

Berikut tadi adalah ulasan mengenai perbedaan cara hidup orangutan, simpanse, dan gorilla.

Kini, anda jangan sampai salah lagi membedakan ketiga primata besar ini. Mulailah untuk peduli terhadap lingkungan dan melihat isu lingkungan bukanlah isu yang sepele.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply