Solusi Agar Luka Bakar Tak Berbekas

luka-bakar-lagi-640x435

Cara Penanganan dan Pertolongan pada Luka Bakar

 

Luka bakar adalah sejenis  cedera  pada  daging  atau  kulit  yang disebabkan oleh panas, listrik, zat kimia, gesekan, atau radiasi. Luka bakar yang hanya mempengaruhi kulit bagian luar dikenal sebagai luka bakar superfisial atau derajat I. Bila cedera menembus beberapa lapisan di bawahnya, hal ini disebut luka bakar sebagian lapisan kulit atau derajat II. Pada Luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit atau derajat III, cedera meluas ke seluruh lapisan kulit. Sedangkan luka bakar derajat IV melibatkan cedera ke jaringan yang lebih dalam, seperti otot atau tulang.

  1. Penyebab luka bakar :
  • Suhu panas. Biasanya disebabkan oleh api, uap, cairan, atau benda yang panas.
  • Listrik. Ini bisa disebabkan karena terkena arus listrik atau pun petir.
  • Sinar matahari. Kondisi ini disebabkan karena pajanan terhadap sinar matahari. Beberapa alat untuk menggelapkan warna kulit juga bisa mengakibatkan luka bakar.
  • Kimia. Biasanya disebabkan karena bersentuhan dengan bahan kimia rumah tangga maupun industri.
  • Radiasi. Peralatan seperti X-raydan terapi radiasi untuk penderita kanker juga bisa mengakibatkan luka bakar pada kulit.

Selain menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit, penyebab-penyebab di atas juga bisa melukai bagian tubuh lainnya, seperti otot, pembuluh darah, saraf, paru-paru, dan mata.

 

 

  1. Tingkat keparahan luka bakar seseorang sangat tergantung kepada:
  • Ketebalan lapisan kulit yang terbakar
  • Ukuran dan lokasi luka bakar
  • Penyebab luka bakar
  • Usia dan faktor kesehatan penderita luka bakar.
  1. Pengelompokan luka bakar sesuai dengan tingkat keparahannya:
  • Luka bakar tingkat empat. Ini adalah jenis luka bakar yang paling parah. Luka bakar yang terjadi memengaruhi seluruh lapisan kulit dari epidermis hingga hipodermis dan bahkan bisa sampai merusak otot serta tulang di bawah kulit. Pada tahap ini, kulit sudah terbakar habis, saraf di balik kulit akan terlihat putih atau menghitam jika hangus. Jika saraf sudah rusak, Anda mungkin tidak merasakan sakit.
  • Luka bakar tingkat tiga. Luka bakar ini memengaruhi lapisan hipodermis. Biasanya luka bakar tingkat tiga berwarna putih pucat atau hitam akibat terbakar, dan melepuh. Kulit sekitar menjadi kering dan berwarna putih, hitam atau cokelat. Luka ini bisa terasa sakit sekali atau mati rasa jika saraf kulit telah hancur.
  • Luka bakar tingkat dua. Luka bakar ini memengaruhi epidermis dan dermis. Kulit yang terbakar akan terlihat berwarna merah, bisa berair dan melepuh. Luka bakar tingkat dua akan terasa sangat sakit dan jika lukanya cukup dalam, dapat menimbulkan bekas di kulit.
  • Luka bakar tingkat satu. Luka bakar jenis ini biasanya hanya memengaruhi lapisan luar atau epidermis. Kulit akan memerah dan sedikit membengkak.Luka akan terasa sakit, tapi biasanya tidak melepuh. Luka ini cukup ringan dan bisa ditangani dengan pertolongan pertama, serta sembuh dalam beberapa hari.

 

Untuk luka bakar tingkat satu, pertolongan pertama bisa dilakukan sendiri tanpa memerlukan pengobatan ke dokter. Tapi jika luka bertambah parah dan mengeluarkan makin banyak cairan, segera hubungi dokter. Atau jika luka bakar tidak membaik setelah beberapa minggu atau muncul gejala lain, periksakan diri Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Luka bakar yang disebabkan bahan kimia, listrik, dan luka bakar tingkat dua yang berdampak kepada tangan, kaki, wajah, alat kelamin, bokong, dan persendian, perlu dianggap sebagai kondisi darurat. Penderita yang mengalami kesulitan bernapas juga perlu dibawa ke dokter.

  1. Pertolongan Pada Luka Bakar

Pertolongan pertama bisa dilakukan untuk mengobati luka bakar ringan. Hal ini dilakukan agar kerusakan kulit yang terjadi tidak bertambah. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Mendinginkan luka dengan air biasa selama 20-30 menit; jangan menggunakan es atau air dingin.
  • Menyingkirkan pakaian atau aksesoris yang menutupi luka bakar.
  • Membersihkan dan menutup luka bakar dengan plastik bening yang bersih atau perban.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti parasetamol.
  • Jauhkan luka bakar dari paparan sinar matahari langsung.

Jika terjadi melepuh pada kulit akibat luka bakar, hindari upaya untuk memecahnya sendiri karena berisiko membuat luka terinfeksi.

Terdapat beberapa kondisi lain yang juga membutuhkan pertolongan medis secepatnya, jika luka bakar terjadi pada:

  • Luka bakar yang terjadi luas atau dalam.
  • Luka bakar yang disebabkan bahan kimia dan listrik.
  • Luka bakar dalam yang terjadi pada wajah, tangan, lengan, kaki, telapak kaki, alat kelamin, bokong dan persendian.
  • Mengalami kesulitan bernapas, merasa pusing, atau lemas.

Kelompok yang rentan yaitu wanita hamil, lansia, balita dan penderita penyakit kronis seperti diabetes juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami luka bakar.

Bagi yang mengalami luka bakar karena panas matahari, waspadai terhadap terjadinya sengatan panas. Sengatan panas yang tidak diatasi dengan cepat bisa merusak otak, jantung, dan ginjal. Jika penanganan ditunda, kondisi akan memburuk dengan cepat dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Jika mencurigai terjadi kelelahan karena panas matahari, segera pindahkan penderita ke tempat teduh. Pastikan minum banyak air untuk menghindari dehidrasi, dan longgarkan pakaian mereka. Penderita seharusnya segera membaik. Jika tidak segera membaik, segera bawa ke rumah sakit terdekat sebelum mereka mengalami sengatan panas.

 

  1. Komplikasi Luka Bakar

Luka bakar bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius jika dibiarkan saja. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat luka bakar.

  1. Bekas luka

Luka bakar bisa menyebabkan bekas luka dan juga keloid. Keloid adalah pertumbuhan jaringan bekas luka yang berlebih di atas kulit. Luka bakar ringan biasanya hanya meninggalkan bekas luka yang sedikit. Bekas luka bisa dikurangi dengan menggunakan krim atau salep pada bekas luka bakar dan juga memakai tabir surya.

  1. Infeksi

Infeksi dapat terjadi jika bakteri mulai berkembang biak di luka yang terbuka. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan luka melepuh yang telah pecah.

Beberapa tanda terjadinya infeksi adalah ketika luka terasa lebih sakit atau menjadi bau. Selain itu, Anda mungkin mengalami demam dan pembengkakan pada kulit yang terinfeksi. Infeksi biasanya bisa diatasi dengan antibiotik dan obat pereda rasa sakit. Segera periksakan ke dokter jika Anda mencurigai luka telah terinfeksi.

Luka bakar yang terinfeksi bisa menyebabkan terjadinya sepsis dan sindrom syok toksik. Sepsis dan sindrom syok toksik terjadi ketika infeksi telah menyebar ke dalam darah, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

 

  1. Masalah pernapasan

Menghirup udara panas atau asap bisa melukai saluran udara dan menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Menghirup asap bisa merusak paru-paru dan menyebabkan kegagalan fungsi organ pernapasan.

  1. Masalah tulang dan persendian

Luka bakar yang dalam bisa membatasi pergerakan tulang dan juga persendian. Bekas luka bisa menyebabkan kontraktur. Kontraktur adalah ketika kulit, otot, maupun urat memendek dan/atau mengencang. Akibatnya, sendi tidak bisa digerakkan secara normal.

  1. Sengatan panas

Sengatan panas adalah kondisi ketika suhu tubuh mencapai 40° celcius atau lebih. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang terlalu lama terkena pajanan terhadap sinar matahari atau cuaca panas. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Kelelahan yang parah.
  • Kulit terlihat merah.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Mualdan muntah-muntah.
  • Pusing atausakit kepala.
  • Denyut jantung cepat.
  • Menjadi linglung.

Jika mencurigai terjadi sengatan panas, pindahkan penderita ke tempat teduh. Pastikan penderita minum banyak air dan longgarkan pakaian mereka.Coba turunkan suhu tubuh penderita dengan kain yang telah dibasahkan dengan air dingin. Sengatan panas merupakan kondisi darurat yang perlu segera ditangani di rumah sakit.

  1. Syok

Syok adalah kondisi berbahaya yang muncul ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen. Orang yang terkena luka bakar parah bisa mengalami syok. Beberapa gejala syok adalah ketika wajah terlihat pucat, denyut jantung cepat, bernapas cepat atau pendek, sering menguap,kulit terasa dingin dan bahkan pingsan.

Jika terjadi syok, segera antar ke rumah sakit. Baringkan penderita dan posisikan kaki mereka lebih tinggi dari tubuh. Hangatkan suhu tubuh dengan memakai selimut, usahakan untuk tidak menutupi bagian yang mengalami luka bakar.

Semoga kita bisa lebih mengerti mengenai penanganan luka bakar dan mulai menerapkan penanganan luka bakar yang benar. Apabila Anda masih ragu dengan penanganan luka bakar Anda, sebaiknya segera ke dokter terdekat agar dapat ditangani langsung oleh ahlinya.