Pulau Diyonumo

ireztia

Provinsi Gorontalo tidak hanya dikenal dengan kuliner khasnya yang menggugah selera, namun juga dengan deretan obyek wisata dengan pemandangan alam indah yang menanti untuk disinggahi. Di Kabupaten Gorontalo Utara yang merupakan wilayah kabupaten termuda di Provinsi Gorontalo, terdapat satu pulau kecil tak berpenghuni yang masih jarang dikunjungi. Pulau ini menyimpan keindahan yang tak kalah cantik dengan wisata lain di Gorontalo. Pulau yang terletak di Desa Deme, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo ini bernama Pulau Diyonumo.

Nama pulau Diyonumo mungkin masih sedikit asing di telinga para wisatawan bahkan di telinga warga Gorontalo sekalipun, karena pulau ini terbilang masih perawan dengan belum adanya fasilitas wisata yang biasa ditemukan di tempat-tempat wisata lainnya. Berkemah bersama teman-teman perjalanan di Pulau Diyonumo sangat direkomendasikan, anda dapat puas mengelilingi pulau ini. Untuk menambah pengalaman seru, bisa juga memancing dan membakar rupa-rupa ikan dan hewan laut untuk mengganjal perut setelah seharian berkeliling pulau. Jika tidak mau repot, tak jarang para nelayan mampir ke pulau ini, para pengunjung bisa membeli berbagai macam ikan atau cumi untuk dimasak.

Jika berangkat dari pusat Kota Gorontalo, lokasi Pulau Diyonumo dapat ditempuh dalam waktu dua atau tiga jam perjalanan darat. Setelah menempuh waktu tersebut, pengunjung akan tiba di wilayah Kecamatan Sulamata. Dari sini pengunjung dapat meneruskan perjalanan hingga Desa Deme 2 yang menjadi tempat penyebrangan menuju Pulau Diyonumo. Penyebrangan dilakukan menggunakan kapal kecil milik warga yang biasa dipakai untuk mencari ikan. Penyebrangan hanya menghabiskan waktu kurang dari 15 menit saja. Sesaat tiba di tepi pantai pulau ini, memang nampak biasa, terlihat seperti pantai pada umumnya. Namun jangan terburu-buru, cobalah untuk sedikit mendaki ke bagian bukitnya. Anda akan tercengang dengan keindahan yang ditampilkan dari pulau yang tak berpenghuni ini, hamparan rumput tinggi seakan menyambut hangat siapapun yang datang ke pulau ini. Rerumputan yang tumbuh tinggi dan luas memenuhi puncak bukit, sangat cocok dijadikan tempat untuk berfoto.

Perpaduan warna hijau dari hamparan rerumputan di puncak bukit Pulau Diyonumo, dengan birunya air laut di sekitar pulau ini, menambah cantiknya lukisan yang Maha Kuasa di Gorontalo Utara.
Terkait dengan pengembangan wisata alam bahari pulau Diyonumo, pemerintah saat ini terus berupaya melakukan penjajakan dengan pihak investor untuk dapat mengelolah beberapa tempat wisata di wilayah itu. Sementara untuk infrastruktur atau sarana prasarana lainya, secara bertahap Pemprov Gorontalo mulai membenahinya, mengingat keberlangsungan investasi oleh para investor juga memperhatikan sarana penunjang dari pemerintah itu sendiri.

“Bagaimana bisa calon investor tertarik untuk pengembangan wista bahari ini, sementara akses jalan menuju tempat-tempat tersebut belum memadai,” ujarnya. Karena itu, pada tahun depan ini, selain pengembangan empat program unggulan di Gorontalo, pihaknya juga akan fokus pengembangan potensi wisata di Gorontalo.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, Sutrisno AP, mengatakan, Pulau Raja yang letaknya tidak jauh dari Pulau Diyonumo merupakan tempat bertelurnya Penyu. “Kita patut bersyukur karena Penyu yang saat ini semakin punah, keberadaannya masih bisa kita selamatkan,” katanya.
Kegiatan penyelamatan terhadap kepunahan penyu baru dilakukan pada tahun 2015, berawal dari isu masyarakat sekitar Desa Dunu, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo, yang memelihara tukik dijaring yang ditangkap di Pulau Raja. Berdasarkan laporan masyarakat itulah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo mengambil tindakan untuk membuat penangkaran penyu skala semi alami.

Dengan hasil penangkaran tersebut, beberapa jenis penyu sudah menetas yaitu tercatat pada bulan Februari 2016 ada tiga jenis penyu yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply