Pendaki Wanita Harus Memperhatikan Hal Ini

ireztia

Mendaki adalah salah satu kegiatan yang menantang untuk dilakukan. Beberapa tahun belakang ini, mendaki sudah menjadi salah satu kegiatan favorit terutama di kalangan para perempuan. Perempuan mendaki sudah menjadi hal yang lumrah untuk dilakukan, bahkan banyak akun-akun media sosial dengan nama pendaki cantik. Ada kebanggaan tersendiri jika berhasil meraih puncak dan pulang dengan selamat. Namu jangan hanya karena mengikuti trend, kita sampai lupa akan keamanan dan keselamatan ketika mendaki sebuah gunung. Berikut adalah tips dan trik mendaki untuk kaum perempuan.

  1. Kenali dulu keadaan gunungnya, jangan asal katanya dan katanya

Hal pertama yang hampir sering dilupakan yaitu mengenali dan mempelajari gunung yang akan didaki. Karena setiap gunung memiliki karakteristik yang berbeda-beda, jadi kita harus mempelari betul gunung tersebut. Misalnya gunung Semeru dan gunung Arjuna memiliki struktur puncak yang berbeda. Gunung Semeru memiliki struktur lebih berpasir sedangkan gunung Arjuna berstruktur bebatuan. Dari hal ini juga, kita dapat mengukur kemampuan kita dan latihan fisik yang harus kita lakukan.

  1. Siapkan fisik dan mentalmu

Ladies, jangan pernah menganggap sepele ketinggian sebuah gunung. Meskipun gunung tersebut terbilang gunung yang rendah, namun tetap membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Sebaiknya melakukan latihan fisik kurang lebih tiga puluh hari untuk membiasakan fisik kita agar tubuh  terbiasa. Latihan fisik yang paling mudah adalah naik turun tangga dengan beban dipundak, hal ini dapat membantu kita untuk latihan fisik serta pernapasan. Ingat, jangan dipaksa terlalu kuat dihari pertama melakukan latihan fisik, pelan tapi konsisten.

  1. Pilih tas yang sesuai dengan kapasitas tubuhmu. Jangan sampai keberatan, ya!

Kita akan mendaki sebuah gunung bukan jalan-jalan biasa jadi gunakan tas yang mendukung aktifitas mendaki, seperti tas carrier. Penggunaan tas carrier pun harus diperhatikan, pilih tas yang sesuai dengan tinggi dan kemampuan yang dimiliki. Hal ini perlu diperhatikan karena saat mendaki nanti, beban akan bertambah dua kali lipat. Dan perlu ingat, penggunaan tas carrier untuk perempuan berbeda dengan laki-laki. Jadi jangan pernah memaksakan diri untuk melampaui batas kemampuan.

  1. Bawa pakaian secukupnya. Pilih yang nyaman dan nggak membuatmu kedinginan di sana

Bawa pakaian secukupnya. Perkirakan hari untuk mendaki dengan baju yang akan dibawa. Baju yang akan dibawa diperkirakan tiga potong, jadi lebihkan satu potong untuk keadaan darurat seperti jatuh ke sungai atau basah karena keringat. Jangan lupa untuk membawa baju hangat karena itu yang melindungi diri saat dingin di malam hari.  Untuk satu potong baju cadangan lebih baik ditaruh di dalam plastik agar tetap kering.

  1. Barang-barang krusial seperti pembalut dan lain-lainnya pun harus kamu persiapkan.

Barang perempuan yang satu ini wajib dibawa, karena diatas gunung nanti tidak akan ada  warung yang menjual. Barang perempuan ini adalah pembalut. Hal ini dikarenakan siklus menstruasi bisa berubah hanya karena letih dan kecapekan saat mendaki gunung. Jadi alangkah baiknya untuk mengantisipasi hal ini. Di samping itu, plastik warna hitam juga wajib dibawa. Jadi harus tetap jaga kebersihan.Tidak ingin keteteran di perjalanan, siapkan dirimu dengan olahraga secara teratur

Mendaki gunung adalah kegiatan yang penuh dengan tantangan. Medan yang sulit, cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu serta  minimnya kandungan oksigen di atas ketinggian harus kamu perhitungkan. Untuk dapat melalui medan yang sulit terutama medan yang menanjak kamu sebaiknya melakukan olahraga secara teratur, minimal seminggu sebelum melakukan pendakian. Dengan berolahraga secara teratur maka kamu dapat melatih pernafasanmu. Otot-otot pada beberapa bagian tubuhmu pun juga dapat terlatih, terutama otot pada bagian kaki. Olahraga tidaklah  harus lama. 30 menit sehari bila itu dilakukan secara teratur sudah sangat cukup. Kamu bisa memilih olahraga yang kamu sukai misalkan berenang tau jogging di pagi hari.

6.       Ketahuailah dan ingatlah siklus menstruasimu, pertimbangkan ulang jadwalmu mendaki saat menstruasi

Mendaki disaat menstruasi mejadi dilemma tersendiri bagi seorang wanita dan seringkali hal ini tidak dipahami oleh pendaki laki-laki. Saat menstruasi tentu akan cukup mengganggumu, selain karena nyeri pada bagian perut tentu kamu juga tidak nyaman serta was-was bilamana hal itu terlihat pada pakaian atau celana yang kamu kenakan. Selain itu beberapa mitos juga melarang seorang wanita mendaki gunung bilamana sedang dalam kondisi menstruasi. Semua itu tergantung kita dalam menanggapi mitos tersebut, dalam hal ini kami tidak melarang seorang wanita mendaki saat mengalami menstruasi, melainkan hanyalah mengingatkan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak memaksakan diri bilamana tubuh dalam kondisi yang kurang fit.

 

  1. Beristirahatlah sebelum melakukan pendakian

Di hari terakhir sebelum melakukan pendakian, kamu tidak perlu berlelah-lelah olahraga, Justru di hari terakhir kamu harus beristirahat supaya diperjalanan kamu tidak mengalamai kecapekan. Pastikan di hari terakhir sebelum kamu berangkat melakukan pendakian, peralatan-peralatan yang kamu perlukan untuk dibawa mendaki, sudah dipersiapkan. Kesalahan pendaki pemula yang seringkali dijumpai adalah, di hari terakhir sebelum pendakian, mereka baru mempersiapkan berbagai macam peralatan. Hal ini adalah kebiasaan yang kurang tepat. Oleh karenanya persiapan alat bisa kamu lakukan jauh-jauh hari sebelum hari pendakian.

8.       Tentukanlah gunung tujuan pendakianmu

Untuk pendaki wanita pemula, sebaiknya memilih gunung yang mempunyai tingkat kesulitannya ringan serta memilih gunung yang mempunyai waktu tempuh ke puncaknya relatif singkat. Dalam hal ini bukan bermaksud untuk meremehkan kekuatan seorang wanita, namun sebaiknya memang demikian. Mendaki gunung yang mempunyai track yang cukup mudah akan memberikan pengalaman yang dapat berguna bagi pendakian berikutnya tentunya dengan track yang lebih berat. Indonesia sangat kaya akan gunung atau pegunungan yang mempunyai medan cukup mudah untuk para pendaki pemula. Gunung-gunung tersebut diantaranya gunung Andong di Jawa Tengah, gunung Prau, gunung Papandyan dan masih banyak lainnya.

  1. Carilah rekan sesama pendaki wanita

Pendaki gunung memang saat ini didominasi oleh laki-laki. Namun tidak sedikit kegiatan ini dilakukan oleh wanita. Bila kamu ingin melakukan pendakian, maka sebaiknya mencari sesama pendaki wanita. Mengapa demikian? Dengan mengajak sesama rekan wanita dalam perjalananmu, tentu kamu akan lebih bisa berbagi baik itu cerita ataupun masalah tentang kewanitaan yang hal tersebut akan sangat rahasia bila harus diceritakan kepada rekan cowok. Selain itu, kamu tentu tidak akan merasa canggung bila harus berbaur dengan kerumunan lelaki sesama rekan perjalananmu.

  1. Pastikan peralatan pendakianmu sudah lengkap dan siap pakai

Mendaki gunung memang memerlukan persiapan cukup matang, baik itu persiapan fisik maupun persiapan peralatan. Untuk membantu mempersiapkan peralatan apa yang harus dibawa saat mendaki, anda bisa membaca artikel tentang 25 barang yang harus dibawa saat mendaki gunung. Selain itu, pastikan peralatan yang kamu bawa siap digunakan, jangan sampai peralatan tersebut tidak bisa digunakan dan kamu baru mengetahuinya ketika sampai di tempat pendakian.

  1. Mau menggunakan sandal atau sepatu? Kenali dulu kekurangan dan kelebihannya

Mendaki gunung bisa menggunakan sandal atau sepatu gunung. Kedua macam alas kaki ini memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Sepatu gunung sangat direkomendasikan bilamana kamu melakukan perjalanan yang jauh dan dengan medan yang terjal. Untuk sandal gunung, bisa digunakan pada medan yang tidak terlalu curam dan cocok untuk gunung yang tidak memerlukan waktu yang lama untuk pendakiannya. Khusus untuk sandal gunung, anda bisa membaca kekurangan dan kelebihan menggunakan sandal gunung untuk mendaki gunung.

12.   Pilihlah pakaian yang tepat, untuk digunakan selama pendakian

 

Pakaian dengan bahan sintetis lebih direkomendasikan digunakan saat kamu melakukan pendakian. Pilihlah pakaian lengan panjang sehingga kamu akan terlindung dari beberapa hal yang dapat mencideraimu seperti ranting pohon, atau gigitan binatang yang bisa saja kamu temui selama perjalanan. Selain itu ketika awal pendakian sebaiknya kamu tidak menggunakan jaket, cukup baju lengan panjang saja, karena biasanya kita akan mengeluarkan banyak keringat saat mendaki, sehingga apabila mengenakan jaket, jaket tersebut akan basah karena keringat. Tipsnya tetap gunakan lengan panjang dan bilamana kamu akan beristirahat di dalam tenda kamu bisa ganti dengan pakaian yang kering serta mengenakan jaket untuk melindungi diri dari udara pegunungan yang dingin.

  1. Membawa obat-obatan selama pendakian juga tidak kalah pentingnya

 

Mengingat bila berpetualang kamu atau rekanmu bisa saja mengalami masalah kesehatan, sebaiknya kamu melengkapi peralatan yang kamu bawa dengan obat-obatan sederhana yang bisa kamu gunakan bila sewaktu-waktu kamu membutuhkannya. Selain bila kamu memiliki masalah kesehatan seperti asma, jangan lupa untuk membawa obat obatan pribadimu.

Selain itu sebaiknya kamu juga membawa oabt-obatan bilamana terjadi cidera atau injuri seperti salep kemicetine, kassa, clorhexidine atau rivanol, cairan nacl untuk membersihkan luka serta plester. Selain mempersiapkan obat-obatan tersebut sebaiknya kamu juga mempunyai cukup pengetahuan tentang tatalaksana bilamana terjadi patah tulang, melakukan pembidaian, melakukan fiksasi dan masih ada beberapa lagi.

 

  1. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan dokumentasi

Sangat disayangkan bila kegiatan petualanganmu tidak kamu abadikan, kamu bisa membawa pocket ataupun sport camera yang saat ini bisa kamu beli dengan mudah. Kamu bisa mendokumentasikan perjalananmu dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan selama di jalur pendakian. Jangan karena ingin berfoto selfie keselamatanmu menjadi taruhannya. Pandai-pandailah mencari spot yang aman bagi kamu untuk dapat mengambil foto di tempatmu berpetualang.

  1. Jangan langsung melakukan pendakian bila sudah sampai pos atau basecamp

Bila kamu sudah sampai basecamp, istirahatkanlah badanmu, biarkan tubuhmu menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya. Kamu tentu mengetahui tentang acute mountain sicknees. Gangguan ini bisa disebabkan karena tubuh tidak mempunyai waktu atau kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Kamu bisa memanfaatkan waktumu sebelum melakukan pendakian dengan beberapa hal, misalkan dengan mengurus retribusi, mengecek kembali barang-barang atau peralatan pendakian ataupun melakukan kegiatan lainnya seperti berdoa serta breefing kelompok sebelum mendaki.

  1. Komunikasi itu penting, beritahu orang tuamu sebelum kamu memulai petualangan

Orang tua tentu akan sangat kawatir bila anak ceweknya pergi tanpa memberi kabar. Oleh karenanya supaya mereka tenang dan tidak terlalu kawatir, kamu sebaiknya memberi kabar sebelum kamu melakukan pendakian. Mengingat bila memasuki kawasan pegunungan maka sinyal dari beberapa provider penyedia layanan komunikasi tidak dapat menjangkau tempat tersebut. Beritahu pula bahwa mungkin dalam beberapa waktu tidak bisa memberi kabar karena keterbatasan sarana komunikasi

  1. Jangan malu untuk mengatakan break !!

Break berarti kamu meminta untuk beristirahat, untuk pendaki pemula, untuk sekedar meminta beristirahat seringkali akan merasa canggung. Takut merepotkan ataupun malu dianggap lemah, hal itu tidak berlaku bagi sebuah kelompok. Berbicaralah dengan jujur bahwa kamu kelelahan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sekedar melemaskan otot serta mengatur nafas. Selain itu gunakanlah waktu untuk beristirahat untuk mencukupi kebutuhan nutrisimu. Makan atau minumlah bekal yang sudah kamu bawa dari rumah. Jangan malas untuk makan ataupun minum, karena kegiatan ini memerlukan kalori dan menyebabkan cairan tubuh keluar terlalu banyak.

  1. Berjalanlah beriringan, hindari berjalan jauh dari anggota kelompok lainnya

Untuk mengantisipasi adanya anggota kelompok yang terpisah ataupun keluar dari jalur pendakian, berjalan secara beriringan adalah tindakan yang efektif. Mengingat beberapa kasus pendaki tersesat karena keluar dari jalur pendakian dan tertinggal jauh dari anggota kelompok lainnya. Bila kamu mempunyai kemampuan berjalan dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan dengan anggota kelompok lainnya, sebaiknya kamu berjalan di tengah. Sehingga leader bisa mengontrol kecepatan berjalan kelompok tersebut.

19.   Jangan beristirahat tidur dengan pakaian basah

Pada saat kamu mendaki gunung, pakaian yang kamu kenakan bisa saja akan basah karena air hujan ataupun basah karena keringat yang keluar dari tubuhmu. Jika ini terjadi saat kamu melakukan perjalanan, hal ini tidaklah terlalu bermasalah, namun jika kamu ingin beristirahat tidur, sebaiknya kamu mengganti pakaian basahmu dengan pakaian kering agar tidak terjadi hipotermia. Kamu bisa memasukkan pakaian basahmu di dalam trash bag yang sudah kamu siapkan sehingga tidak tercampur dengan pakaian lainnya.

  1. Jangan melakukan diet saat melakukan pendakian

Bagi kamu yang baru melakukan program diet, sebaiknya berhenti terlebih dahulu sebelum kamu melakukan pendakian. Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang sangat melelahkan. Selain itu kegiatan ini memerlukan banyak energi. Energi berasal dari kalori makanan yang kita konsumsi. Jika kita tidak mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang cukup bisa berdampak buruk pada tubuh kita. Tubuh kita akan lemas sehingga kita tidak bisa melakukan perjalanan dan dapat merepotkan orang lain sesama rekan pendaki.

21.   Di gunung tunjukkanlah kemandirianmu, jauhkan dari sikap manja

 

Salah satu manfaat dari mendaki gunung adalah kita dapat melatih diri kita untuk dapat hidup mandiri, meskipun perjalanan kita hanyalah sebentar. Dengan sikap yang mandiri serta rela menolong sesama rekan pendakian tentu rekan-rekan yang lain akan simpatik terhadap dirimu. Tentu hal ini berbeda jika kamu menunjukkan sikap yang manja, sering mengeluh selama perjalanan ataupun sedikit-sedikit minta tolong kepada rekanmu padahal kamu seharusnya bisa melakukannya seorang diri, tentu akan menimbulkan kesan negatif terhadap dirimu dan orang lainpun tidak akan member i simpati terhadapmu.

22.   Jika ingin BAB gunakanlah prinsip gali lubang-tutup lubang

Ingin membuang hajat atau BAB adalah salah satu kesulitan diantara beberapa kesulitan yang dialami okeh pendaki wanita. Bilamana kamu ingin BAB, carilah tempat yang tersembunyi dan jauh dari rute pendakian serta jauh dari tempat untuk mendirikan tenda. Kamu bisa menggali lubang serta menutupnya setelah selesai dan jangan lupa membersihkannya menggunakan tissue basah yang telah kamu bawa. Janganlah mengotori sumber-sumber mata air dan jangan biarkan sisa hasil eliminasimu dalam keadaan terbuka karena hal itu dapat merugikan pendaki lainnya bila melintasi tempat tersebut.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply