Tips Traveling Murah ke Eropa

ireztia

Siapa yang ga pernah mimpi bisa liburan keliling Eropa? Hihiii… Berlibur ke kumpulan negara-negara romantis di Eropa memang menjadi mimpi bagi sebagian besar orang, termasuk kamu dan aku kan ya? Ehem,… Berlibur ke Eropa tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Rugi rasanya kalau ke Eropa hanya beberapa hari saja. Hal ini dikarenakan karena letak negara yang berdampingan sehingga para traveller bisamengelilingi berbagai negara sekaligus dalam rentang 1-2 minggu.

Nah, untuk dapat berkeliling Eropa dengan biaya minimalis, tentunya kita harus menggunakan tips dan trik untuk menghemat anggaran. Seperti apa aja tipsnya? Ini dia…

  1. Mencari Tiket Pesawat Murah

Dari beberapa pengamatan melalui website Skyscanner.net , maskapai penerbangan timur tengah seperti Etihad, Qatar Airways dan Saudi Airlines-lah yang paling banyak menawarkan tiket murah. Harga yang didapat akan lebih murah lagi bila berangkatnya bukan dari Indonesia tapi dari negara tetangga seperti Singapura atau Kuala Lumpur. Booking tiket pesawat ke Eropa setidaknya 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Tiket pesawat akan lebih murah jika dibeli jauh-jauh hari. Tiket termurah ke Eropa berkisar pada harga 6 jutaan untuk keberangkatan 6 bulan sampai setahun kedepan. Resikonya kalau visa tidak tembus yah kita tinggal memohon-mohon saja pada pihak maskapai supaya bisa direfund yang biasanya sulit dilakukan bila harga promo.

  1. Menyusun Itinerary

Mulailah susun itinerary untuk perjalanan. Itinerary tak bisa dilepaskan dari biaya atau budget yang kita sediakan. Transportasi antar negara di Eropa dan transportasi lokal yang akan kita pakai sangat memengaruhi anggaran.

  1. Beli Eurail Pass

Dari hasil hitung-hitungan itinerary, sudah terlihat dengan rute dan tujuan yang akan lebih murah bila menggunakan Eurail Pass. Bisa pilih Eurail Global Pass 15 days Continuous yang memungkinkan untuk naik kereta terus menerus (unlimited) selama 15 hari berturut-turut.  Harga Eurail Global Pass ini memang tergolong mahal karena untuk orang dewasa diatas usia 26 tahun hanya ada satu pilihan yaitu kelas 1. Untuk meminimalkan biaya, semua reservasi diatas saya lakukan di stasiun kereta Eropa.

  1. Booking Hotel

Dengan durasi perjalanan yang panjang dan sering berpindah-pindah kota, maka pilihlah hotel yang strategis di Eropa menurut saya adalah dekat dengan stasiun besar (biasanya ditandai dengan kata HBF atau Central). Hauptbahnhof atau biasa disingkat HBF menunjukkan stasiun utama suatu kota.

  1. Bawa Perlengkapan Sesuai Musim disana

Bawalah perlengkapan sesuai musim yang ada disana agar tidak perlu membeli lagi yang bikin jebol dompet.  Gunakan Vacuum seal bags untuk jaket atau sweater yang agak tebal. Bentuknya seperti kantong plastik besar dengan lubang dan penutup yang rapat di bagian atas. Fungsinya untuk “mengempiskan” bahan-bahan yang tebal. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengurangi beban bawaan dan tidak terlalu besar. Apabila terlalu bisa kita bisa kena charge untuk bagasi.

  1. Bawa Makanan Kering dari Indonesia

Perbekalan yang dibawa sangat bermanfaat saat di Eropa. Disamping untuk penghematan, kita juga tidak kuatir soal kehalalannya. Mie instan, Abon, sambal goreng kentang, kopi dan Milo 8 sachet, sambal pecel dan sambal terasi, kopi. Bisa juga bawa mini rice cooker ukuran 0.4 liter yang bisa dimasukkan kedalam koper ukuran kecil. Rice cooker dibawa untuk berjaga-jaga kalau hotel atau hostel yang kita tempati tidak punya fasilitas dapur umum.

  1. Download Peta Offline

Download aplikas peta offline Maps With Me yang bisa diakses tanpa koneksi internet. Jadi sebelum pergi atau bila ada koneksi Wifi, download terlebih dahulu peta kota-kota yang akan kita datangi. Peta yang sudah didownload akan bisa dibuka walaupun tidak ada sambungan internet. Dalam peta ini akan terlihat titik tempat kita berdiri yang akan bergerak bila kita berjalan. Aplikasi peta offline ini sangat membantu sekali terutama saat harus mencari hotel yang sudah kita booking.

  1. Berpergianlah pada saat low season (off-season)

Sekitar bulan November sampai Maret saat di Eropa sedang musim dingin. Beberapa keuntungan yang bisa didapat antara lain, tiket pesawat yang lebih murah dibeberapa rute, berkurangnya kepadatan di kereta, tidak banyak turis di tempat-tempat wisata dan harga hotel yang lebih murah. Kerugiannya adalah cuaca yang kurang mendukung dengan suhu yang lebih dingin dan siang hari yang lebih pendek.

  1. Gunakan jasa Couch Surfing untuk meminimalkan biaya hotel.

CouchSurfing adalah sebuah jaringan non-profit internasional yang menghubungkan wisatawan dengan penduduk setempat di lebih dari 230 negara dan teritori di seluruh dunia. Ini adalah komunitas pertemanan seluruh dunia, dimana membernya terbuka untuk berinteraksi dengan traveler dari luar kota atau luar negaranya. Baik sebagai host yang membuka rumahnya untuk tempat tinggal sang traveler, menemani ngobrol, menemani jalan2, atau sekedar memberi informasi kepada sang traveler. Maupun sebagai guest yang mencari tumpangan menginap, ingin berinteraksi dan jalan2 bersama warga lokal, atau pun justru memperkenalkan negara asalnya kepada warga lokal di negara tujuan.

  1. Sebisa mungkin memasak sendiri untuk memperkecil biaya makan.

Untuk itu menginaplah di hostel yang memiliki fasilitas dapur untuk memasak. Kalau sedang tidak dijalan, biasanya untuk makan pagi dan malam memasak sendiri dan baru siangnya makan diluar. Selain itu membawa makanan kering dari Indonesia seperti abon atau mie instan juga akan banyak membantu tapi sebelumnya carilah informasi dulu jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh dibawa supaya tidak panjang urusan di bandara.

  1. Untuk menghemat transport jangan terlalu sering berpindah kota.

Kalau ingin lebih murah jangan beli Eurail Pass tapi belilah Eurolines Pass atau Megabus dan rancanglah jadwal perjalanan sesuai dengan pass tersebut. Selain itu sering-seringlah jalan kaki dan manfaatkanlah fasilitas-fasilitas transportasi gratis seperti bis dan kereta gratis di Interlaken dan Jenewa.

  1. Bila berniat pergi ke Eropa tanpa ikut tur, travelinglah dengan bawaan yang ringan.

Jangan bawa koper berukuran besar atau barang yang terlalu berat karena hal tersebut akan menyusahkan diri kita sendiri.

  1. Pakai kartu kredit yang menawarkan kurs valas yang wajar.

Sebaiknya gunakan hingga 2 macam kartu kredit saja untuk transaksi online supaya tidak bingung waktu validasi.

  1. Jangan pergi waktu Summer

Ingin murah, jangan pergi waktu summer (Juni-September). Harga hotel bisa 2x lipat harga normal

  1. Apply Visa yang diperlukan.

Sebagai WNI, Anda perlu Visa Schengen untuk masuk ke Eropa, kecuali Inggris/UK. Visa UK harus diurus terpisah. Khusus Swiss, diperlukan visa lagi (kalo gak salah November 2008 Swiss akan menerima visa Schengen). Anda harus punya bukti booking tiket pesawat dan hotel untuk dapat mengurus permohonan visa. Booking hotel mungkin optional di kedutaan tertentu, tapi usahakan Anda menyertakan bukti booking supaya lebih meyakinkan.

  1. Bawa Obat Pribadi

Bawa obat yang mungkin perlu dan juga resep dokter. Kita bisa membeli obat dokter di apotik tanpa resep, tapi di luar negeri hal ini tidak berlaku.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply