Cara Backpacker ke Eropa Saat Winter

ireztia

Eropa merupakan negeri 4 musim yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terutama bagi kita yang memiliki iklim tropis. Apabila kita ingin berlibur kesana tentu harus ada persiapan khusus agar liburan terasa semakin menyenangkan. Tidak seperti Indonesia yang hanya punya 2 musim: kemarau dan hujan, Eropa adalah negeri dengan 4 musim. Musim dingin di Eropa biasanya berlangsung bulan Desember-Maret tiap tahunnya.

Di saat orang-orang dari negara empat musim kabur ke negara tropis saat musim dingin, sebagian penduduk Indonesia justru memimpikan untuk menikmati musim dingin dan dapat melihat salju. Bagi mereka, dapat merasakan pengalaman yang tidak ada di Indonesia merupakan sebuah kepuasan tersendiri.

Lalu apa sajakakah yang harus dipersiapkan untuk berlibur ke Eropa?

  1. Dokumen
    selain paspor yang sudah pasti penting ketika kita bepergian ke luar negeri kita harus punya visa untuk pergi ke Eropa. Bagi orang Indonesia yang akan bepergian ke benua Eropa masih memerlukan Visa (ijin masuk ke suatu negara). Sebanyak 26 negara di benua Eropa termasuk dalam perjanjian Schengen, dimana dengan mengajukan satu Visa Schengen pemohon bisa memasuki seluruh 26 negara tersebut. Salah satu negara di Benua Eropa yang tidak termasuk dalam Wilayah Schengen adalah Inggris sehingga untuk memasuki wilayah Inggris ini diperlukan Visa tersendiri. Pengajuan pembuatan visa dapat dilakukan pada Kedutaan Besar setiap negara yang bersangkutan yang ada di Indonesia dengan melakukan perjanjian melalui Internet. Pembuatan Visa dapat dilakukan 3 (tiga) bulan sebelum tanggal keberangkatan.

 

  1. Prakiraan Cuaca

Untuk melakukan perjalanan di Benua Eropa selama musim dingin, anda perlu mengantisipasi prakiraan cuaca selama anda disana karena cuaca tersebut sangat berbeda dengan cuaca di Indonesia yang hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim panas. Anda bisa memeriksa prakiraan cuaca melalui situs www.accuweather.com, www.weatheronline.co.uk, atau www.yahoo.com. Cuaca di Eropa saat musim dingin sangat bervariasi, anda dapat mengalami hujan, salju, angin atau kabut sehingga memeriksa prakiraan cuaca ini sangat diperlukan agar anda dapat melakukan persiapan dalam perjalanan liburan anda.

 

  1. Persiapkankan Pakaian yang cocok

Persiapan untuk antisipasi cuaca di Eropa terdiri dari pakaian, obat dan makanan. Sebagai antisipasi cuaca dingin dan angin, anda perlu menggunakan pakaian yang tepat. Pakaian yang diperlukan antara lain, Mantel panjang dan tebal, jaket, sweater, sarung tangan, scarf, topi, payung, sepatu boot dan kaos kaki yang tebal. Dengan cuaca yang tidak biasa bagi penduduk negara tropis, sebaiknya anda membawa obat-obatan pribadi untuk antisipasi terkena penyakit seperti demam, flu, pilek dan batuk, serta penghangat seperti minyak angin atau pouch penghangat tangan. Selain itu anda perlu membawa pelembab muka, badan dan bibir karena dengan cuaca yang dingin maka kulit anda akan terasa sangat kering hingga terasa terkelupas dan perih. Selama melakukan perjalanan jangan lupa selalu menyediakan makanan ringan atau coklat di tas anda agar anda tidak merasa lapar di dalam cuaca yang dingin.

  • Pilih jaket winter yang ringan. Jaket bulu angsa dengan lapisan luar berbahan polyester biasanya cukup ringat, nggak seberat jaket/coat berbahan wool. Selain ringan juga mudah kempes jika disimpan dalam plastik vakum.
  • Kenakan baju hangat tiga layer. Layer pertama berupa longjohn (inner garment). Longjohn yang bagus terbuat dari bahan yang mengandung thermal, bahannya tipis tapi cukup menghangatkan. Layer kedua baju dari bahan fleece atau kasmir yang lembut dan hangat. Dua layer baju ini digunakan untuk di dalam ruangan. Bisa juga dipake jalan ke luar ruangan jika cuaca cerah.
  • Layer ketiga, untuk ke luar ruang, kenakan jaket waterproof & wind resistant untuk menahan basah dan dingin. Saat winter, cuaca di Eropa bisa tiap saat berubah. Tiba-tiba hujan, angin, dan tiba-tiba kembali cerah. Biar koper enteng, pilih jaket waterproof yang berbahan tipis namun tahan air ini bisa berfungsi sebagai raincoat. Yang paling keren sih jaket Gore-Tex karena bahannya diciptakan khusus untuk tidak tembus air. Jaket model ini biasanya tersedia di toko-toko outdoor atau perlengkapan pecinta alam.
  • Untuk menghangatkan bagian tubuh bawah, pilihlah celana legging dari bahan kaos yang elastis. Bahan kaos dan karetnya akan terasa lebih hangat daripada celana cargo atau jins
  • Foot wear berupa sepasang sepatu boots yang bagian dalamnya berlapis bulu-bulu domba yang menghangatkan kaki. Sol karet yang tebal dan anti selip sangat diperlukan karena saat winter jalanan sering licin. Untuk di dalam ruangan, kenakan sepasang sandal/slipper yang berbulu-bulu juga atau bahan wool yang hangat. Kaos kaki dari bahan wool juga nyaman dikenakan saat tidur.
  • Asesoris wajib yang dikenakan adalah sarung tangan kulit, scraf, penutup teling, dan kupluk hangat berbahan wool. Oleh itu pakaian yang sesuai sangat penting. Sebelum saya tinggal di Eropa saya tidak pernah tahu apa tu Cardigan, Parka, hooded Jacket, Padding Jacket, Gilet, Bodywarmer Vest dan banyak lagi.
  • Untuk kepala kenakan kupluk ketika bepergian di musim dingin. Selain nyaman dipakai karena ringan (lebih ringan daripada helm full face) dengan kontur yang mengikuti bentuk kepala, kupluk pada umumnya memiliki material yang hangat sehingga dapat mencegah hawa dingin menembus kepala yang terkadang dapat menyebabkan pusing. Apabila kamu merasa kupluk berbahan rajutan sudah terlalu umum, maka kamu bisa memilih kupluk dengan bahan polyester fleece, yang dapat menyimpan panas di dalamnya.
  • Penutup Telinga. Telinga, mungkin saja adalah bagian tubuh saya yang paling sensitif terhadap suhu dan embusan angin.
  • Gunakan Lip Balm. Angin di musim dingin senantiasa mengembuskan hawa kering, sementara bibir (dan ujung jari) adalah bagian tubuh yang paling peka terhadap sentuhan. Untuk melindungi bibir dari kekeringan yang berujung bibir pecah-pecah hingga berdarah, kamu dapat menggunakan lip balm untuk memoles bibirmu.
  • Bawalah Facial Cream Ketika berlibur di musim dingin, dapat dipastikan bahwa hampir¬†seluruh bagian tubuh kita akan tertutup dengan pakaian, kecuali wajah, padahal wajah adalah aset berharga yang wajib dijaga supaya tetap cemerlang. Sama seperti lip balm, facial cream juga digunakan untuk mencegah kulit wajah menjadi kering akibat angin musim dingin. Selain itu, facial cream juga dapat melindungi wajah dari sinar ultraviolet yang jahat.
  • Pakaian Dalam adalah lapisan pakaian pertama yang dikenakan setelah kulit, maka sebaiknya pilihlah pakaian dalam yang ketat dan menempel kulit, supaya tidak tertembus udara.
  1. Persiapkan Obat-obatan

Cuaca di Eropa tidak sama dengan cuaca di negara tropis, jadi sebaiknya Anda membawa obat-obatan pribadi untuk antisipasi terkena penyakit seperti demam, flu, pilek dan batuk, serta penghangat seperti minyak angin atau koyo. Jangan lupa membawa pelembab muka, badan, dan bibir karena dengan cuaca yang dingin maka kulit anda akan terasa sangat kering.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply