Review Hotel : Adhistana Hotel Yogya – Hotel yang Asik Untuk Backpackeran

ireztia

Entah sudah ke berapa kalinya kami ke Yogyakarta, namun nyata-nyatanya kami tak kunjung merasa bosan. Buat gue, Yogya akan menjadi tempat yang selalu gue kangenin. Kalau suntuk, satu-satunya kota yang amat menggoda untuk tempat menyegarkan pikiran ya Yogya.

Mungkin juga karena setiap kali mudik ke kampung halaman suami di Nganjuk, kami selalu melewati kota ini sehingga hampir setiap lebaran kami akan singgah di kota ini beberapa hari.

Dan karena seringnya kami ke kota Yogya, kami jadi punya banyak pengalaman tentang penginapan yang recommended jika kalian singgah di kota Gudeg ini.

Dan di artikel ini gue mau ngereview satu hotel yang nyaman dengan harga relative terjangkau. Namanya, Hotel Adhistana.

Hotel Adhistahana ini berada di Jalan Prawirotaman 2 no 613, patokannya kalau kamu datang dari Jalan Sisingamangaraja, pilihkan belokan kanan kedua setelah Alfamart di sisi kanan. Sekitar 100 meter, ketemu deh Adhisthana hotel. Dari sini menuju pusat kota memang agak jauh, tidak bisa mengandalkan tukang becak, semisal ingin ke kawasan Malioboro.

Tapi kalau kamu membawa kendaraan sendiri semisal motor atau mobil, ini ga akan jadi masalah sama sekali. Kawasan Prawirotaman memang didominasi oleh berbagai homestay dan hotel yang memiliki keunikan sendiri-sendiri.

Hotel Adhistana ini tidak memiliki parkir yang luas, hanya cukup untuk sekitar 3-4mobil saja. Saat kami datang, kami agak kesulitan buat ngeluarin koper karena pintu belakang kami mepet ke dinding hotel. Suami agak sedikit manyun saat kami turun dari mobil. “Ini hotelnya murah, a.. jangan ngeluh dulu.. katanya mau hemat.”

6

Lalu kita masuk ke lobby hotel. First sight gue suka sama interiornya. Nyaman. Interiornya asik banget, Memadukan unsur jawa dengan gaya minimalis masa kini. Gue selalu suka dengan sesuatu yang hommy dan hotel ini punya itu semua. Di depan lobby ada sofa panjang dan bantal-bantal yang bikin kita pengen duduk berlama-lama disana.

4

Berjalan agak masuk ke dalam, yang ternyata masih bagian dari lobby, gue ngeliat 2 set sofa beludru yang besar dan empuk. Lucu deh, setiap meja disana diisi sama set permainan ala jaman 90-an seperti monopoly, ular tangga, halma, catur, kartu UNO, congklak, apa lagi ya… Pas banget buat kita bersosialisasi atau sekedar menikmati suasana kalau bosen di kamar melulu.

7

8

9

10

12

13

Hotel ini punya FREE WIFI yang lumayan kenceng. Jadi kamu bisa pakai area lobby yang super hommy ini untuk berselancar dengan gadget ataupun laptop kamu.

Belum lagi penataan koleksi buku dan majalah di rak yang apik. Ada beberapa property kuno seperti telepon putar dan mesin tik yang gue pikir ga bisa dipake juga.

11

Kalau diperhatiin sih bentuk bangunannya seperti rumah kuno jaman Belanda. Lantainya masih lantai keramik hitam ukuran 20-20.. Daun-daun pintu dan jendela jaman dulu yang dipasang di beberapa bagian dinding hotel menambah kesan klasik. Namun dipercantik dengan sangkar-sangkar burung yang digantung di langit-langit bikin hotel ini kayak semacam shabby style gitu.

Saat check in, receptionistnya menyambut ramah seperti kebanyakan orang Yogya. Kami diberi welcome drink air lemon (seinget gue) dan diantar ke kamar kami di lantai 3. Ternyata hotel ini gak punya lift sehingga aa (lagi-lagi) manyun karena harus menggotong koper kami naik tangga 2 lantai. Untungnya helper di hotel tersebut langsung berinisiatif membantu membawa masuk sebagian bawaan kami yang berat.

1

2

Ketika masuk ke kamar, gue langsung suka. Lantai model kuno ini disesuaikan dengan interior kamar yang serba batik biru dongker dan putih. Kamar mandinya pun cukup oke. Namun untuk orangtua sebaiknya memilih kamar di lantai dasar saja, hehe…

3

Oiya, setiap dinding di area tangga ditempeli jendela-jendela bekas yang dicat berwarna warni namun dengan aksen luntur yang membuat seolah itu jendela bekas jaman dahulu (entah beneran jendela bekas gue ga tau).

Soal harga, hotel ini memiliki rate harga yang terjangkau tidak begitu mahal. Terdapat beberapa jenis kamar di hotel Adhisthana, mulai dari kamar Dormitory, Superior, Deluxe dan Suite. Harganya untuk yang dormitory mulai dari IDR 110K, Superior mulai dari IDR 288K, Deluxe mulai dari IDR 368K, dan Suite mulai dari IDR 368K.

Dan kami saat itu memilih kamar superior. Dapat fasilitas sarapan dengan sistem parasmanan. Seinget gue, saat itu menunya adalah nasi goreng, omelet, cereal, roti dan aneka selai, juga ada nasi putih dan lauk pauk seperti daging dan sayur. Interior restonya juga asik, berasa lagi di café-café bandung yang berkonsep Victorian gitu.

Affordable banget. Dengan harga segitu kita udah puas banget. Tersedia juga fasilitas kolam renang yang ukurannya bisa dibilang cukuplah kalo buat sekedar cemplang-cemplung sambil ngebakar kalori dari makanan yang bisa kita pesan dari Café Lawas yang satu manajemen dengan hotel Adhistana ini.

14

Oiya lupa, tepat di depan hotel ini, gue baru nyadar kalau ada Sellie Coffee. Itu lho, yang dijadikan syuting Cinta – Rangga dengan statement hitsnya “Apa yang kamu lakukan itu… jahat !!”

5

Kesimpulan :

(+) : Harga terjangkau, staff ramah, kamar bersih, ada kolam renang, Free WIFI, sarapan lumayan enak, lobby nyaman dengan pilihan aktifitas family yang cukup menyenangkan.

(-) : Parkir sempit, tidak ada lift

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

One Response to “Review Hotel : Adhistana Hotel Yogya – Hotel yang Asik Untuk Backpackeran”
  1. I love your blog.. very nice colors & theme. Did you design this website yourself or did you hire someone to do it for you?
    Plz answer back as I’m looking to create my own blog and would like to find
    out where u got this from. kudos

    Reply
Leave a Reply