Waspadai Infeksi Jamur pada Vagina

ireztia

Menjaga kesehatan organ reproduksi merupakan langkah awal dalam mempersiapkan masa depan yang menyenangkan. Terutama wanita yang notabene mengalami siklus menstruasi, kebersihan dan kesehatan organ intimnya harus selalu dijaga. Infeksi jamur vagina adalah masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan para wanita, kurang menjaga kebersihan daerah Miss V adalah salah satu penyebabnya.

Tak jarang wanita terkena masalah gangguan kesehatan pada organ intimnya, salah satunya adalah infeksi vagina. Selain bisa menurunkan kepercayaan diri, hal ini juga bisa menggangu aktivitas harian. Yang paling menonjol dialami wanita terkait infeksi vagina adalah rasa gatal dan iritasi di daerah organ intimnya ini. Namun Anda tak perlu khawatir, karena keluhan terkait infeksi vagina ini bisa di cegah.

Macam-macam Gangguan pada Organ Intim Wanita :

  1. Gangguan Menstruasi ( Amenore )

Menstruasi merupakan siklus teratur yang terjadi pada wanita. Gangguan menstruasi ini akan terjadi jika siklus yang semula teratur menjadi berantakan dan tidak menentu. Amenore primer adalah gangguan menstruasi yaitu tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun sementara itu Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan pada wanita yang mengalami siklus menstruasi. Faktor penyebabnya bisa karena perubahan hormon yang signifikan atau karena pengaruh penyakit tertentu. Untuk itu sebaiknya segera hubungi dokter jika merasa mengalami gangguan menstruasi.

  1. Infeksi Vagina

Ini permasalahan yang paling umum dialami wanita, gejalanya berupa keputihan dan gatal – gatal pada area vagina, kadang juga timbul semacam jerawat atau bintik – bintik merah yang sangat gatal. Penyebabnya bisa karena infeksi jamur atau bakteri. Untuk mengatasi gatal pada Miss V.

Jenis-jenis Infeksi Vagina :

  1. Infeksi vagina spesifik.

Infeksi spesifik antara lain disebabkan virus, parasit, akibat hubungan seksual, dan kuman seperti coccus(bakteri berbentuk bulat atau oval). Infeksi spesifik yang kerap ditemui adalah Trichomonas vaginitis. Infeksi ini disebabkan parasit flagella, jenis parasit berambut dan sebelumnya tak ada pada wanita tersebut. Disebut vaginitis karena sudah itis (terjadi peradangan/infeksi). Flagella menjadi aktif karena ditularkan dari pasangannya atau ada fenomena “ping-pong”. Karena itu, infeksi ini dikelompokan pada sexual transmitted disease (penyakit akibat hubungan seksual).

Saat kelamin pria tak dibersihkan, sehingga masih ada kuman-kuman di kulitnya. Kalu berhubungan maka istri pun ketularan. Bisa pula terjadi sebaliknya, istri kurang menjaga kebersihan, suami tertular saat bersanggama. Tanda dan gejalanya adalah cairan yang keluar sangat berbau busuk dan berbentuk seperti susu bubuk berwarna kecokelatan.

Tak heran jika infeksi jenis ini sangat mengganggu si penderita. Lain lagi apabila di daerah vagina ditemukan pertumbuhan seperti kembang kol, infeksi ini disebabkan virus Condyloma acuminata.

  1. Infeksi bakterial vaginosis

Infeksi bakterial vaginosis tergolong nonsexual transmitted disease (bukan penyakit akibat hubungan seksual). Ciri umum infeksi jenis ini, keputihan yang berwarna kuning kehijauan. Secara normal dalam tubuh wanita terdapat bakterial vaginosis. Namun dalam keadaan tertentu, bakteri ini menjadi lebih aktif.

Salah satu faktor pencetusnya, sanggama terlalu sering. Bisa juga karena terlalu sering membersihkan vagina dengan menyemprotkan obat-obatan antiseptik. Sebab, jika vagina terlalu sering dibersihkan, maka bakteri lactobacillus (penyeimbang) akan mati. Sehingga kuman gardnella atau mycoplasma akan menjadi lebih aktif dan terjadilah gangguan.

Seringpula infeksi disebabkan ada jamur kandida atau kandidosis, misalnya Vulvovaginal candidiasis. Tapi, infeksi akibat jamur ini lebih ringan dibanding Trichomonas. Kelompok jamur ini bisa berada di mana-mana, seperti di kaki, kulit, dan sebagainya. Reaksinya berupa keluarnya cairan seperti susu kental putih atau seperti keputihan. Biasanya tak berbahaya dan mudah diobati. Infeksi ini banyak sekali terjadi pada wanita.

  1. Kanker Genitalia

Kanker genitalia cakupannya meliputi kanker pada serviks dan ovarium. Gejalanya bervariasi tergantung lokasi kanker yang diderita, jika tempatnya di ovarium maka akan muncul gejala seperti rasa berat di panggul dan pendarahan abnormal pada vagina. Penanganannya bisa dengan kemoterapi ataupun prosedur pembedahan.

  1. Infeksi Vagina dan Penangannya

Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai infeksi jamur vagina yang banyak sekali dialami perempuan di dunia. Infeksi jamur vagina adalah jenis vaginitis atau peradangan vagina yang ditandai dengan iritasi, rasa gatal yang intens, serta keputihan. Infeksi ini bisa menyerang kapan saja, artinya wanita bisa mengalami lebih dari satu kali infeksi jamur vagina. Infeksi ini tidak tergolong sebagai penyakit menular seksual (PMS) meskipun jamur yang menyebabkan kondisi tersebut mampu menyebar melalui kontak seksual.

Infeksi jamur vagina disebabkan oleh jamur candida. Candida adalah mikroorganisme yang biasanya hadir dalam vagina anda secara alami bersama dengan bakteri Lactobacillus. Bakteri candida ini menghasilkan asam berlebih pada vagina yang menyebabkan bakteri lainya mati.

Lalu terjadilah ketidakseimbangan mikroorganisme dalam vagina yang mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari jamur candida, dan terlalu banyaknya jamur ini dalam vagina mengakibatkan vagina gatal, rasa panas, dan tanda – tanda lain infeksi jamur. Pertumbuhan jamur berlebih di vagina bisa disebabkan oleh konsumsi antibiotik yang penggunaannya mengakibatkan penurunan jumlah bakteri lactobacillus (bakteri baik) dalam vagina.

Selain itu faktor perubahan PH (tingkat keasaman atau kebasaan) vagina, kehamilan, tidak terkontrolnya diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau apapun yang mengubah jumlah bakteri yang biasanya hadir dalam vagina, seperti masalah iritasi dan kebersihan juga turut mengambil peran dalam terjadinya Infeksi jamur vagina.

Gejala Infeksi jamur vagina adalah keputihan abnormal seperti Keluar cairan kekuningan dengan bau yang tidak enak, keluar cairan putih dan sangat kental seperti keju, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, kemerahan dan pembengkakan vulva, vagina dan bibir vagina terasa panas dan gatal dan terkadang juga muncul semacam jerawat atau bintik – bintik merah yang sangat gatal di sekitar Miss V

Tips Untuk Mengobati Infeksi Jamur Vagina :

Pengobatan biasanya efektif, kecuali jika anda memiliki infeksi jamur berulang empat kali atau lebih dalam satu tahun. Jika anda merasa mengalami infeksi jamur berulang sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Salah satu tips untuk mengobati infeksi jamur vagina adalah sebagai berikut :

  1. Jika gejala ringan dan Anda tidak memiliki nyeri panggul atau demam, dan bukan infeksi jamur vagina pertama namun juga tidak berkali – kali terkena infeksi jamur vagina sebelumnya, dan tidak sedang hamil, anda bisa mengobati sendiri dirumah dengan mengkonsumsi obat-obatan yang ada di apotek.
  2. Berendam di air hangat
  3. Hindari menggunakan seprotan kesehatan wanita, wewangian, atau bedak di area kelamin
  4. Hindari pemakaian celana dalam atau luar yang terlalu ketat untuk menghindari iritasi
  5. Kenakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun agar bisa menjaga kelembaban area kelamin serta memaksimalkan penyerapan keringat
  6. Jaga kebersihan area Miss V anda dengan rajin mengganti pembalut dan mandi 2 kali sehari atau lebih
  7. Hindari pemakaian sabun atau tisu pada area vagina, sebaiknya gunakan air jika ingin membersihkannya
  8. Rajinlah berolahraga secara rutin untuk memelihara kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terkena Infeksi jamur vagina
  1. Agar tidak menyebabkan infeksi, basuhlah area intim Anda dan hindari untuk menggaruk, baik saat gatal atau membersihkannya.
  2. Tak jarang kita kehujanan saat musim hujan tiba. Apabila kehujanan hingga menyebabkan Anda basah dari kepala sampai kaki segeralah ganti pakaian Anda, termasuk pakaian dalam. Mengenakan pakaian dalam yang basah akan meningkatkan kesempatan untuk bakteri berkembang.
  3. Gunakanlah celana dalam berbahan katun ketika cuaca sedang panas atau musim hujan. Celana berbahan katun baik untuk kulit dan menyisakan ruang untuk sirkulasi udara yang akan membuat vagina Anda selalu kering.
  4. Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jagalah selalu agar daerah vagina Anda terus kering
  5. Banyak minum air bisa membantu menyingkirkan infeksi.
  6. Apabila Anda harus menggunakan toilet umum, termasuk sekolah, perguruan tinggi dan kantor, terlebih dahulu bersihkan bangku toilet untuk mencegah tertular infeksi dari orang lain yang sebelumnya memakai toilet.
  7. Pastikan untuk selalu mencuci tangan setelah pergi ke toilet

Jika kondisi termasuk parah baiknya Anda meminta pertolongan dokter. Ada kalanya Anda tidak dianjurkan untuk melakukan perawatan dan pengobatan sendiri di rumah, ini dikarenakan kondisi infeksi yang memang seharusnya ditangani tenaga kesehatan.

Berikut hal – hal yang bisa dijadikan pertimbangan untuk pengobatan ke dokter diantaranya :

  1. Jika Anda memiliki kondisi yang dapat memperparah infeksi seperti kehamilan, diabetes, atau HIV, Anda tidak boleh menggunakan perawatan rumahan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu
  2. Jika infeksi jamur tidak memberikan respon terhadap obat-obatan yang dijual bebas, obat resep mungkin juga akan demikian. Sama halnya, jika gejala Anda alami kembali setelah dua bulan perawatan, maka Anda harus menghubungi dokter untuk mendapatkan perawatan profesional dan berhenti melakukan perawatan di rumah
  3. Jika Anda pertama kali mengalami infeksi vaginal, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter dan tidak melakukan perawatan rumahan.

Waspadai Infeksi Jamur Vagina dari sekarang dan sebelum terlambat. Gaya hidup bersih akan sangat membantu dalam mencegah atau mengobati infeksi vagina Anda.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply