Tempat-Tempat Surga yang Wajib Dikunjungi di Flores, NTT Indonesia

ireztia

Flores tak hanya berbicara tentang Pulau Komodo. Dalam perjalanan laut, ada banyak pulau indah yang sayang jika tidak kamu singgahi. Ada banyak tempat yang wajib menjadi destinasi yang harus kalian kunjungi saat bersailing ke Flores.

  1. Pulau Moyo

Pulau Moyo terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Merupakan pulau favorite mendiang Lady Diana karena memiliki pantai yang tenang, bawah laut yang mempesona dan air terjun yang indah. Salah satunya objek wisata yang terkenal adalah Air Mata Jitu

 

  1. Pulau Satonda

Satonda memiliki terumbu karang dan ikan jinak yang banyak dan asyik untuk dinikmati saat snorkeling. Berada di wilayah kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Selain bawah lautnya, Pulau Satonda terkenal dengan danau air asinnya yang sangat langka di dunia karena kadar alkalinitas (tingkat kebasaan) sangat tinggi dibandingkan dengan air laut umumnya.

  1. Pulau Kanawa

Pulau Kanawa merupakan sebuah pulau yang terletak di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur. Pulau yang memiliki luas sekitar 35 hektar ini memiliki keindahan alam dan bahari yang sangat mempesona terutama keindahan pantai dan kehidupan bawah laut yang sangat istimewa. Laut yang biru kehijauan, pasir pantai yang putih bersih dan disempurnakan dengan bentang langit luas yang seakan-akan menyambut kedatangan para wisatawan.

Pulau ini juga menawarkan sebuah taman bawah laut yang sangat sayang untuk dilewatkan. Keindahan bawah laut Pulau Kanawa dapat dengan mudah disaksikan sesaat setelah wisatawan sampai di dermaga. Permukaan air yang jernih memudahkan para wisatawan untuk dapat menyaksikan terumbu karang dan berbagai biota laut lainnya. Snorkeling dan diving merupakan sebuah pilihan tepat bagi wisatawan saat mengunjunggi lokasi obyek wisata ini. Di dasar lautnya, para pengunjung akan disuguhi sebuah pemandangan yang memukau dari ikan-ikan kecil yang berwarna-warni, penyu, mola-mola hingga keindahan beraneka ragam terumbu karang yang masih sangat terjaga keasriannya.

Satu lagi keistimewaan dari Pulau Kanawa ini, yaitu pada sore hari air laut Pulau Kanawa akan perlahan-lahan surut, sehingga para wisatawan dapat dengan mudah mengambil beberapa biota laut seperti bintang laut dan kepiting-kepiting kecil yang ada di pesisir pantainya. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh wisatawan, karena wisatawan tidak perlu menyelam atau berenang untuk melihat berbagai macam biota laut. Namun bagi wisatawan yang ingin melakukan bersnorkeling atau diving di lokasi wisata ini, tersedia Diving Center yang menyewakan perlengkapan menyelam bagi wisatawan.

Selain menyewakan peralatan menyelam, Diving Center tersebut juga akan memandu wisatawan untuk menuju lokasi menyelam yang tentunya istimewa. Bagi yang ingin menginap di Pulau Kanawa, terdapat 13 cottage yang dapat disewa. Meskipun cukup sederhana, namun cottage tersebut sangatlah nyaman. Suasana yang tenang, dekat dengan pantai dan ditemani dengan suara-suara alam yang sangat eksotik membuat wisatawan yang berkunjung ke pantai ini akan terasa sangat nyaman sehingga menimbulkan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran. Harga sewanya mulai dari Rp 300.000,- per malam.

 

 

 

 

  1. Pulau Gili Lawa

Pulau ini terbagi dua yaitu Gili Lawa Darat dan Gili Lawa laut. Memiliki bentuk pulau yang terlihat ingin bertaut satu sama lainnya, menjadikan gugusan kedua pulau ini menjadi indah jika dilihat dari ketinggian.

 

Anda hanya perlu trekking selama 30-60 menit untuk bisa mencapai puncak Gili Lawa dan mengabadikan dokumentasi disana. Moment terbaik untuk memotret disana adalah saat sunrise dan pagi hari karena air laut akan terlihat biru toska terang. Bawalah air mineral karena trekking ini cukup melelahkan dan tidak ditemukan penjual minuman satupun.

 

Di Gili Lawa sinyal sangat baik sehingga anda bisa puas mengupload keindahan Gili Lawa langsung on the spot.

 

  1. Pulau Padar

Keunikan pulau Padar adalah memiliki 3 pantai yang meliuk simetris dengan begitu cantiknya. Bukit yang harus didaki di Padar lebih berundak dan berbatu namun berbentuk garis lurus sehingga terkesan lebih mudah didaki dibanding Gili Lawa.

 

Moment terbaik untuk mengabadikan foto adalah saat sunrise di musim kemarau. Sehingga ada baiknya anda melakukan trekking ke Gili Lawa dan Padar dalam hari yang berbeda. Di Pulau Padar tidak terdapat sinyal sama sekali.

  1. Pink Beach

Jika birunya air laut dibingkai oleh pasir putih saja sudah begitu cantiknya, bagaimana jika dibingkai dengan pasir berwarna pink yang sangat kontras?

Hanya ada 7 tempat di dunia ini yang memiliki pasir pantai berwarna pink kemerahan / Pink Beach, dan 2 diantaranya terdapat di Indonesia, yaitu di Pantai Tangsi – Lombok dan di Kepulauan Komodo.

 

Belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

 

Tidak hanya pasir pantainya, Pink Beach di Komodo memiliki koleksi terumbu karang yang cukup lengkap dan bercitarasa dunia. Bisa disebut Pink Beach ini adalah icon terumbu karang yang paling baik yang bisa ditemukan di kepulauan Komodo.

  1. Pulau Namo

Namo Beach, mungkin masih terasa asing di telinga para traveler. Tidak semua guide di Komodo Trip yang mengetahui Secret Beach ini. Saya mengetahuinya dari penduduk asli Komodo yang kebetulan perahunya saya sewa untuk singgah ke Pulau Padar.

 

Namo Beach bisa anda lewati dari rute perjalanan Pink Beach – Padar Island. Dari kejauhan anda akan melihat pasir pink yang jauh lebih kemerahan dibandingkan Pink Beach itu sendiri.

 

Itulah Namo Beach, the second pink Beach at Komodo Island. Saya rasa dunia harus tahu bahwa di Indonesia terdapat bukan hanya dua, melainkan tiga pantai yang memiliki pasir berwarna pink ini.

 

Menurut saya, Namo Beach lebih indah daripada Beach Pink dengan kenyataan pasir yang lebih merah dan terumbu karang yang lebih rapat.

  1. Pulau Kalong

 

Disebut Pulau Kalong karena pulau kecil ini dihuni ribuan kalong. Pulau ini merupakan pulau tak berpenghuni yang kerap dijadikan tempat bersandarnya kapal di malam hari. Kontur Pulau Kalong berupa  kawasan hutan bakau yang dikelilingi laut lepas.

Untuk menuju ke Pulau Kalong, tentu saja harus menggunakan kapal. Idealnya, sampai di sana senja hari, menjelang malam tiba. Saat itulah, terlihat pemandangan menakjubkan dari dalam kapal. Dari pulau penuh bakau itu, ribuan kalong keluar dari sarangnya. Mereka terbang ke arah Pulau Flores dan sekitarnya untuk mencari mangsa. Panorama lebih indah ketika kalong-kalong terbang berlatar matahari yang tenggelam di langit barat. Kalong-kalong ini kembali ke sarangnya pada pagi hari.

 

 

  1. Pulau Rinca

Pulau Rinca adalah pulau kedua terbesar di kepulauan Komodo dan merupakan tempat tinggal bagi 3000 ekor KomodoKomodo di Pulau Rinca terkenal lebih agresif dan lebih mudah ditemui dibandingkan di Pulau Komodo sendiri.

 

Ada cerita mengenai seekor Komodo buas di Pulau Rinca. Para Ranger menyebutnya sebagai si Monster. Jadi, di tahun 2013 lalu si Monster menyerang dua orang Ranger yang sedang bertugas di dalam kantor secara tiba-tiba. Ranger-ranger tersebut sempat melakukan perlawanan hingga berhasil diselamatkan, namun keduanya akhirnya dimutasi ke Labuan Bajo karena menderita trauma berkepanjangan.

 

Singkat cerita, si Monster ini oleh petugas setempat diberi ciri kuning di bagian ekornya lalu diasingkan ke pulau terdekat dari kepulauan Komodo agar tidak memakan korban lagi. Namun, tiga bulan kemudian si Monster ini berhasil menyebrangi lautan dan menemukan habitat aslinya kembali ke Pulau Rinca dan menetap disana hingga saat ini dengan pengawasan ketat oleh para Ranger.

 

Trekking di Pulau Rinca lebih melelahkan karena kita diharuskan mendaki gunung dan melewati padang savanna yang terik. Namun, di puncak Rinca kita mendapatkan spot bagus untuk mengabadikan panorama Pulau Komodo dari kejauhan.

  1. Pulau Komodo

Merupakan pulau utama dan terbesar di wilayah Kepulauan Komodo. Penduduk asli Komodo banyak menetap disini, hidup satu tanah dengan ribuan ekor komodo. Bahkan, komodo lebih mudah ditemukan di dapur-dapur penduduk dan kolong rumah panggung mereka dibandingkan dengan di jalanan hutan. Hal ini disebabkan oleh bau masakan dapur yang merangsang komodo untuk mendekatinya.

 

Dalam setiap kolong rumah penduduk, rata-rata 3-8 ekor Komodo tidur santai disana. Jangan pernah lengah, karena meskipun sudah terbiasa dengan manusia di sekelilingnya, komodo tetap hewan kanibal yang sanggup memangsa korbannya secara buas. Bukan membunuh secara cepat seperti harimau karena Komodo tak pandai bertarung, ia lebih suka memangsa korbannya yang seringkali lebih besar dari tubuhnya hanya dengan menggigitnya saja.  Pasalnya, liur Komodo yang menempel pada luka korbannya lah yang berbahaya dan bisa melumpuhkan hingga mati pelan-pelan selama 1-2 minggu sejak tergigit. Komodo termasuk hewan yang sabar menunggu korbannya hingga mati karena ia sanggup bertahan tidak makan selama 1 bulan.

  1. Danau Kelimutu

 

Danau Kelimutu masuk dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, sebuah taman nasional terkecil dari enam taman nasional yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Tempat wisata ini berada di puncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut. Selain dikenal dengan nama Danau Kelimutu, tempat wisata ini juga dikenal sebagai Danau Tiga Warna. Sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan karena tiga kawah dengan jarak yang berdekatan, namun memiliki warna air yang berbeda. Warna air danau umumnya adalah merah, putih dan biru, namun bisa berubah menjadi hijau, hitam dan coklat, atau variasi warna lainnya. Uniknya, saat para peneliti mencoba mengambil air danau ini sebagai sampel, airnya bening tanpa warna.
Saat yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata ini adalah antara bulan Juni – Agustus dikarenakan hujan cenderung tidak turun sehingga medan yang harus dilewati terhitung aman.

Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Danau Kelimutu, berangkatlah mendaki antara jam 2-3 pagi dari Moni yang merupakan desa terdekat dengan lokasi danau. Sesampainya di puncak, Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit di atas Danau Kelimutu yang luar biasa indah. Jangan lupa menyiapkan kamera, ya.

 

 

  1. Desa Waerebo

 

Wae Rebo memang indah dan menakjubkan, diselimuti oleh kabut tipis di seluruh perkampungan membuat Wae Rebo pantas mendapatkan julukan ‘kampung diatas awan’.Secara geografis kampung ini terletak diatas ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (m dpl). Wae Rebo merupakan bagian dari Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores.

Disini wisatawan mendapat kesempatan untuk melihat dan tinggal di Mbaru Niang, sebuah rumah tradisional Flores yang masih tersisa dan hanya ada di kampung Wae Rebo. Pada tahun 2012 silam, Mbaru Niang mendapatkan penghargaan dari UNESCO. Pemandangan alam perbukitan dan hutan hijau yang masih asri, dengan diselimuti kabut yang kadang tersibak oleh hembusan angin sehingga memperlihatkan tujuh buah Mbaru Niang yang berdiri dengan anggunnya, merupakan sebuah pemandangan bak di negeri khayalan.

 

Berencana menjadikan Flores sebagai destinasi selanjutnya? Baca tips bermanfaat berikut ini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply