Obat Usus Buntu, Penyakit Berbahaya yang Jarang Terdekteksi dan Cara Pencegahannya

ireztia

Cara Pencegahan dan Obat Usus Buntu

Gejala usus buntu memang biasanya tidak terlihat dan dirasa seperti sakit  biasa saja. Namun siapa sangka jika gangguan usus buntu ini sudah semakin parah, bahkan usus yang bentuknya sangat kecil dan ujungnya tidak tersambung pada saluran usus manapun ini bisa pecah dan menimbulkan masalah serius. Penyakit usus buntu yang sudah parah sakitnya luar biasa dan tidak akan berkurang hingga harus dilakukan operasi atau pembedahan pengambilan usus buntu.

Sangat penting sekali untuk mewaspadai sakit usus buntu ini, gejala dan ciri-ciri penyakit usus buntu hendaknya segera dikenali supaya dapat dilakukan perawatan untuk mencegah keadaan memburuk.

  1. Ciri-Ciri Penyakit Usus Buntu yang Umum Terjadi

Bagi para penderita penyakit usus buntu, secara umum akan mengalami beberapa gejala. Tak jarang gejala tersebut memang ringan sehingga tidak diwaspadai sejak awal. Padahal jika tidak segera ditangani, semakin lama usus buntu bisa terisi dengan nanah, semakin membesar dan bisa pecah. Meskipun operasi pengambilan usus buntu ini hanya berupa operasi kecil saja, namun jika sudah pecah bisa jadi akan menjadi operasi besar. Pasalnya usus buntu yang pecah bisa menyebarkan nanah dan juga isi usus besar ke rongga perut.

Ciri-ciri penyakit usus buntu pertama yang harus Anda waspadai terutama bagi orang dewasa adalah kondisi demam dan menggigil. Demam yang diakibatkan karena usus buntu ini biasanya mencapai 39 derajat, dan biasanya akan disertai dengan rasa sakit yang luar biasa pada bagian perut. Maka dari itu ketika Anda atau salah satu anggota keluarga Anda ada yang mengeluhkan sakit perut dan demam yang disertai dengan menggigil, mungkin itu adalah salah satu gejala penyakit usus buntu.

Selain perut yang terasa sakit, biasanya pada area pusar akan terasa nyeri dan rasa nyeri. Dan rasa nyeri ini akan berpindah-pindah apabila penyakitnya sudah semakin kronis dan tidak pernah mendapatkan penanganan yang serius. Jika sudah semakin parah, rasa nyeri ini juga akan lebih sering muncul dan menghilang dengan sendirinya. Anda juga harus mewaspadai ciri-ciri penyakit usus buntu lainnya yaitu hilangnya nafsu makan. Setelah itu gejala lain yang mengikutinya adalah mual dan muntah. Bahkan gejala seperti ini bisa berlangsung secara terus menerus hingga lebih dari 12 jam.

Gejala penyakit usus buntu yang berikutnya adalah timbulnya penyakit diare yang awalnya diakibatkan karena rasa sakit perut yang sudah terlanjur parah. Namun biasanya pada kotoran yang dikeluarkan oleh penderita usus buntu akan mengandung lendir. Bahkan meskipun perut Anda terasa kembung, namun Anda akan sulit untuk membuang gas dan tentu saja rasanya sangat tidak nyaman. Seorang penderita sakit usus buntu ini akan merasakan nyeri pada perut bagian bawah.

Selain itu biasanya untuk mengetahui ciri-ciri penyakit usus buntu, dokter yang memeriksa pun akan mencoba menekan bagian perut penderita. Biasanya perut bagian bawah sebelah kanan akan ditekan. Dan apabila rasanya sakit saat tekanan dilepas, maka hal tersebut menjadi indikasi penyakit usus buntu atau apendiks. Pemeriksaan lain biasanya juga dilakukan dengan cara melipat kaki kanan ke arah dada. Dan apabila seseorang mengalami usus buntu, maka ketika kaki dilipat rasanya akan sakit.

B.    Peyebab Penyakit Usus Buntu yang Harus Dihindari

Usus buntu sendiri adalah salah satu organ tubuh dalam manusia yang sampai detik ini masih belum diketahui secara pasti untuk apa fungsinya. Peneliti memperkirakan usus buntu berfungsi untuk menyimpan cadangan bakteri baik pada usus. Secara umum penyebab terjadinya gangguan usus buntu pada seseorang adalah karena adanya infeksi pada saluran sistem pencernaan. Dan biasanya penderita akan merasakan nyeri pada bagian perutnya. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya peradangan pada apendiks atau usus buntu.

Sama seperti penyakit lainnya, usus buntu bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa, namun pada umumnya gangguan usus buntu ini bisa menyerang seseorang yang berusia 10-30 tahun. Namun tak menutup kemungkinan juga lansia bisa mengalami gangguan kesehatan apendiks ini.

Peradangan yang terjadi pada apendiks atau usus buntu ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah karena adanya penyumbatan, di mana usus buntu akan terisi dengan sisa makanan atau bahkan kotoran. Kemudian zat asing yang masuk tersebut akan mengeras dan terjebak pada rongga usus buntu tersebut. Dan akhirnya semakin lama bisa mengakibatkan peradangan dan membuat perut terasa sakit. Selain karena penyumbatan makanan atau kotoran, peradangan juga bisa terjadi karena infeksi pada apendiks. Infeksi ini bisa disebabkan karena virus gastrointestinal atau diakibatkan karena infeksi dan jenis pembengkakkan lainnya.

C.    Ramuan Tradisional yang Ampuh Mengatasi Usus Buntu

  1. Sambiloto

Daun sambiloto bisa digunakan untuk mengobati penyakit usus buntu. Adapun bahan-bahan yang harus disiapkan untuk mengobati usus buntu yaitu daun sambiloto 30 gram, 400 ml air, dan 1 sdm madu. Caranya, rebus sebanyak 30 gram daun sambiloto yang sudah dibersihkan ke dalam 400ml air. Rebus hingga tersisa setengahnya, lalu saring air rebusan tadi dan tambahkan 1 sdm madu murni. Setelah dingin, minum ramuan tradisional ini sebanyak 3 kali dalam sehari secara rutin.

  1. Temulawak

Cara mengobati usus buntu selanjutnya adalah dengan memanfaatkan temulawak. Adapun bahan-bahan yang harus disediakan adalah temulawak segar 30 gram, kunyit 25 gram dan 500 ml air. Cara pengolahannya adalah cuci dan bersihkan temulawak dan kunyit yang sudah disediakan, lalu rebus campuran temulawak dan kunyit tersebut ke dalam 500 ml air hingga tersisa setengahnya. Setelah itu, saring air rebusan tadi, lalu minum dengan teratur.

  1. Mengkudu dan madu

Campuran mengkudu dan madu juga berkhasiat menyembuhkan usus buntu. Bahan-bahannya adalah 1 sdm madu, 1 buah mengkudu masak. Cara pengolahannya cukup mudah, bersihkan mengkudu terlebih dahulu hingga bersih, lalu parut buah mengkudu yang sudah dibersihkan dan peras airnya. Ambil air mengkudu, lalu campurkan dengan 1 sdm madu. Setelah itu, minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.

Sumber : http://disehat.com/obat-tradisional-usus-buntu-tanpa-operasi/

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply