Ngebolang di Pasih Uug dan Angels Bilabong – Catatan Perjalanan Nusa Penida

ireztia

Awalnya syok banget, ga nyangka kalau Nusa Penida sesepi dan sehutan belantara ini. Begitu kita nyampe di dermaga, suasana sepi senyap. Nyaris ga menunjukan kalau pulau ini memiliki banyak destinasi wisata alam yang luar biasa.

IMG20160216113525

Cuma ada beberapa pria yang sedang main kartu disana ketika kami mencari motor yang bisa disewa untuk menemani perjalanan kami sehari di Nusa Penida.

Dari beberapa pra itu, ada satu yang bersedia menyewakan motornya dengan tarif 100ribu yang langsung kami tawar 70rb deal. Tapi keselnya kami baru sadar kalau motornya kosong bensin, wuihhh rugi bandar bok !!

Inget lagi liburan, kami ga ambil pusing daripada ngurangin kebahagiaan kami karena udah sampai di Nusa Penida.

Sekali lagi, agak syok ketika kami mengendarai motor ke Namaste Bungalow karena sepanjang jalan, kami sama sekali tidak melihat keramaian. Hanya deretan kebun kelapa dan ternak sapi, sesekali ada rumah warna dengan nuansa Bali yang masih kental. Di pasar Tojopakeh, ada nampak pemukiman warga muslim.

Selebihnya, perjalanan kami selama 30menit itu benar-benar hanya hijaunya perkebunan dan bukit-bukit yang masih rimbun. Sangat berbeda jauh dengan Lembongan yang terlihat banyak turis mancanegara. Disini, kami belum menemukan turis lain disepanjang perjalanan. Kesannya pulau ini nyaris sepi wisatawan.

Sampai di Namaste, kami yang booking via Booking.com diminta pembayaran cash untuk biaya menginap. Sempat bertanya (baik-baik) karena biasanya kami di-charge via kartu kredit, kami malah dijuteki oleh receiptionis Namaste dengan nada tinggi dia bilang kalau booking.com ga pernah nagih via credit card.

Untung kami bawa uang cash, kalau engga lah piye.. mana ga ada ATM, mana pulau ini jarang penghuni, buset dah..

Gondok banget di kesan pertama sama si pelayan Namaste itu.

Ga pake acara lama leyeh-leyeh disana, karena emang viewnya ga seasik di Laguna Reef, abis solat dzuhur kita langsung tancap gas. Tolong diingat kalau saat itu cuaca luar biasa cerahnya, panas menyengat yang bikin kulit meleleh.

Kita langsung menuju arah Pasir Uug ( Broken Beach ) dengan bantuan Google Map. Kalo dilihat dari peta sih jarak kesana hanya 30km aja. Dengan anggapan tidak ada macet sama sekali, gue rasa setengah jam udah bisa sampe.

Tapi sial, setengah perjalanan, sinyal timbul tenggelam. Mana batere sekarat. Akhirnya gue mutusin buat matiin HP dan ngandelin kebaikan hati warga Indonesia yang katanya ramah dan gotong royong ini buat menuju Broken Beach.

10 kilometer pertama jalanan masih bagus, aspal gitu deh … Tapi setelahnya, lebar jalanan makin menyempit dan semakin menanjak. Rumah warga makin jarang ditemui dan jujur aja gue rada ngeri. Kalau ada apa-apa di jalan semisal ban bocor, alamat harus ngedorong balik lagi ke Namaste daripada berjudi buat nemuin manusia.

Jalanan makin setapak, dilengkapi dengan pemandangan gunung di kanan dan jurang di kiri, makin berasa lagi bertualang aja gue. Naik turun gunung yang bikin shockbreaker motor aus, gue saranin hanya pengendara motor yang bener-bener terlatih aja untuk bisa sampai ke Broken Beach.

Pemandangan sepanjang Nusa Penida

Pemandangan menuju Pasih Uug

Di pertengahan jalan, masih bisa ditemui pemukiman warga dan warung-warung yang jual Petrol seharga 8000-8500/liter. Tapi di sepertiga perjalanan terakhir, sinyal telepon udah ilang sama sekali bersamaan dengan sinyal yang menunjukan bahwa tempat ini mulai tidak berpenghuni.

Sebenernya, beberapa menit sekali gue masih bisa menemui 1-2 orang warga yang berjalan kaki dari atas sana. Dan bikin gue kagum, mereka bisa berjalan sejauh itu tanpa alas kaki dan melewati hutam belantara seperti itu. Malah, gue beberapa kali nemuin motor yang ditinggalkan gitu aja di pinggir jalan tanpa harus khawatir bakal ilang.

Memang ada beberapa petunjuk jalan yang mengarahkan Broken Beach, namun jalanan setapak + padang ilalang dimana-mana + tidak adanya warga yang bisa ditemui membuat perjalanan ke Broken Beach agak sedikit sulit jiga tidak ditemani oleh warga local disana.

Seperti kita yang berkali-kali salah jalan dan menemui jalan buntu, kita terseok-seok kepanasan dan nyasar di salah satu sudut pulau yang punya pemandangan epic ini. Ternyata, inilah yang disebut Pasih Andus.

nusa penida

Nyasar, tapi malah nemuin tempat ini. Mirip blue lagoon di Ceningan

IMG20160216142538

Ga bosen liatin ombaknya…

Pasih Andus Nusa Penida ternyata lokasinya berdekatan dengan lokasi dari pantai pasih Uug dan objek wisata Angel’s Billabong yang kita cari, hanya berjarak beberapa meter dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki, kira-kira 15 menit.

Jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, pasih artinya pantai sedangkan andus artinya asap, jadi pantai mengeluarkan asap dong!

Bukan asap yang keluar, melainkan percikan air laut yang menjulang tinggi akibat dari hantaman ombak laut selatan, menghantam dinding karang terjal yang menjorok ke laut.

IMG_20160219_190142

Jika anda pernah berwisata ke objek wisata waterblow Nusa Dua Bali, maka seperti inilah deburan ombak air laun yang menjulang tinggi, bahkan lebih tinggi dari deburan ombak waterblow Nusa Dua Bali.

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke lokasi Pasih Andus Nusa Penida adalah wisatawan muda, mereka akan menunggu momen ombak menjulang tinggi sambil mengambil foto selfie. Hempasan ombak menjulang tinggi tidak setiap menit terjadi, jadi harus sabar menunggu. Seperti kita, hehe…

Dari pasih Andus, jika pembaca menghadap arah barat laut, akan dapat melihat pulau nusa Ceningan.

hidden paradise itu ada disini...

Inilah surga tersembunyi di Nusa Penida. Nusa Ceningan dapat terlihat dari sini.

tempat cantik yang jarang diekspos

Cantik namun jarang terekspos. Karya Allah yang Maha Pencipta dan Maha Indah.

Ga kuat sama panasnya, akhirnya kita cabut dan lanjut nyari yang namanya Pasih Uug alias Broken Beach yang melegenda di gambar-gambar om google itu.

Dan jalan menuju Broken Beach itu sama sekali ga ada penunjuk jalannya. Ngandelin Google Maps juga aneh karena berkali-kali maps nunjukin kita udah berada di Broken Beach, sementara gue nggak ngeliat apapun. Awalnya kita ragu sama kejujuran Om Google Maps ini, karena kita pikir ini cuma jalan buntu karena jalannya emang kecil banget ketutup alang-alang gitu. Tetapi pas kita maju beberapa puluh meter menyibak alang-alangnya, oh my God !!!!!

Jantung gue nyaris copot demi ngeliat pemandangan luar biasa ini !!

IMG_20160219_185652

IMG_20160217_003531

Bagaimana tidak, jika apa yang tersaji di depan mata gue ini bukanlah hasil buatan tangan manusia, melainkan ciptaan Allah melalui kenaturalan alam semesta. Inilah yang dinamakan Broken Beach, karena seakan-akan ujung pantai ini terputus karena gugusan karang tinggi menjulang, dimana di tengahnya terdapat lubang besar yang tercipta dari deburan ombak entah berapa juta tahun lamanya.

Pasih Uug / Broken Beach

Ini nih yang ngesot-ngesot kita cari. Broken Beach !!! Cantiknya asli tanpa editan !!!

Nama Pasih Uug jika diartikan ke bahasa Indonesia, Pasih artinya pantai sedangkan Uug artinya rusak, jadi dapat diartikan pantai rusak. Dikalangan wisatawan asing Pasih Uug dikenal dengan nama broken beach Nusa Penida.

Tempat wisata Pasih Uug adalah sebuah pantai yang dikellilingi oleh tebing karang tinggi, sangat mirip dengan tebing yang ada di objek wisata pura Uluwatu Bali.

Hidden Paradise di Nusa Penida

Pasih Uug / Broken Beach

Jika dilihat dari atas, jika pengunjung memiliki drone, akan terlihat seperti kolam air laut yang dikelilingi tebing tinggi. Air laut dapat masuk kedalam areal yang dikelilingi tebing, akibat adanya lobang pada salah satu dinding tebing karang dan menyerupai seperti jembatan. Allah emang Maha Pencipta yang Maha Indah. Detail banget cita rasa seni – Nya. Subhanallah….

Karena adanya lubang pada dinding karang, sebagian masyarakat Bali juga menamakan pantai pasih Uug Nusa Penida dengan nama pantai Batu Bolong / Pantai Karang Bolong. Bolong adalah bahasa Bali yang berarti lubang.

Pasih-Uug-Nusa-Penida

Dari situ, aa udah ngajak pulang. Apalagi sebenernya gue udah nahan pipis sekaligus kebelet haus luar biasa. Jangan sedih, disana ga ada warung sama sekali. Jangan harap elo bisa wisata manja kalau ke Penida ! Hahay…

Tapi gue masih penasaran karena menurut Google map, di sekitar situ ada lokasi fenomenal juga namanya Angel Bilabong. Jarak di map Cuma beberapa puluh meter aja. Tapi sejauh mata memandang, gue ga melihat apapun lagi selain gundukan bukit karang.

Masa iya kita lewati bukit terjal karang dulu, huhu…

Hampir menyerah dan berbalik, kita ketemu sama bapak tua. Dia kayanya ga ngerti bahasa Indonesia. Satu-satunya keyword yang dia ngerti adalah saat kita nyebutin Angel Bilabong, beliau langsung menunjuk ke arah…. Oh my God !! Ujung bukit karang terjal itu !!

Jauh-jauh nyungsep ke ujung pulau, mau ga mau kita jabanin lewatin bukit karang itu. #elus-elussendaljepit

Aslinya, Nusa Penida harus siap tempur kayanya. Bawa baju ganti, air minum, kacamata item, sunblock yang tebel, huaaaa…

Tapi ga lama, kita nemuin lagi hidden paradise yang EPIK banget !!!!

IMG_20160217_002801

Elo ngerasa keren kalau renang di infinity pool??

Nih, kalau infinity pool alam kek gini gimana???

Kolam dengan ceruk karang ini langsung berbatasan dengan Samudera Indonesia, broooooooo….

Kolam Angel’s Billabong diapit oleh dua buah tebing karang dan airnya sangat jernih yang membuat anda mampu melihat dasar dari kolam.

Angels Bilabong ini bisa kalian selami alias berenang-renang cantik asalkan tetap hati-hati dengan ombak dari lautan yaa.. Karena kalo kalian lagi sial pas berenang pas ombak gede dateng, trus makin sial lagi kalo kemampuan renang pas-pasan (kaya gue), paling beruntung kalian bisa terhempas ke dinding karang yang setajam silet itu.

Paling sial? Yahhh.. kalian kebawa ombak ikut terseret ke samudera dan harus berenang cantik sampe ada yang bantuin , wkwkwkw….

Sorenya, kita mutusin buat pulang. Ga langsung ke Namaste, melainkan nyari warung makan dulu dan berujung ke Crystal Bay.

 

Pantai Crystal Bay salah satu pantai Nusa Penida yang banyak mendapat kunjungan dari wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang doyan aktivitas wisata bahari terutama snorkeling.

Nama asli dari pantai Crystal Bay adalah pantai Penida. Crystal Bay adalah nama yang diberikan oleh wisatawan asing, karena pantai Penida air lautnya sangat jernih dan berkilau layaknya sebuah kristal. Waktu terbaik untuk mengunjungi pantai Crystal Bay terutama menjelang matahari terbenam. Lokasi dari Pantai Crystal Bay ada di kawasan banjar Penida, desa Sakti, kecamatan Nusa Penida. Ga jauh dari Namaste, tempat kita nginap di Nusa Penida.

Trus, kita yang ga bawa baju renang, ngapain disana?

Nikmatin sunset sambil makan indomie rebus 2 mangkok + telor + energen. Kenyang sangat pemirsa !!!

Barulah kita pulang ke Namaste dengan hati riang dan perut kenyang.

Sekian laporan traveling dari kami, see you on next traveling guys !!!

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

One Response to “Ngebolang di Pasih Uug dan Angels Bilabong – Catatan Perjalanan Nusa Penida”
  1. Ledy

    Terimakasih kak tulisannya sangat membantu .

    Reply
Leave a Reply