Cegah Kanker Payudara dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

ireztia

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan di dunia. Kanker payudara merupakan jenis lain dari kanker  yang terjadi di jaringan payudara. Saat sel abnormal membagi serta tidak terkontrol makan akan menyababkan sel tersebut membentuk jaringan ekstra atau tumor jinak maupun ganas.

Sel tumor ganas (kanker) bisa menyebar ke bagian jaringan tubuh terdekat serta dapat melepaskan diri dari bentuk tumor primer dan akan membentuk tumor sekunder dimanapun pada bagian tubuh. Untuk mengetahui ciri-ciri kanker payudara dapat diketahui dengan cara pengambilan sampel sel jaringan payudara yang mengalami benjolan (biopsy). Tindakan ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan sel yang terjadi, apakah bersifat tumor jinak ataupun bersifat tumor ganas.

5561e72f0423bdd50a8b4567

Belum diketahui secara pasti penyebab kanker payudara akan tetapi terdapat faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kanker payudara antara lain:

  1. Wanita memiliki resiko lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan dengan laki-laki.
  2. Wanita yang berusia lebih 60 tahun memiliki resiko lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan dengan yang berusia muda.
  3. Keluarga yang memiliki riwayat kesehatan kanker payudara maka tidak menutup kemungkinan bahwa kanker ini dapat menurun.
  4. Jika saat masih anak-anak atau saat dewasa pernah mendapatkan perawatan radiasi maka akan memungkinkan akan memiliki kanker payudara pada kemudian hari.
  5. Memiliki tubuh obesitas (kegemukkan) akan menjadi faktor resiko terkena kanker payudara.
  6. Menopause dini atau lebih cepat akan memungkinkan resiko kanker payudara.
  7. Minum alkohol menjadi faktor resiko terkena kanker payudara.
  8. Penggunaan terapi hormon estrogen dan progesteron lebih meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.

Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:

1.      Benjolan pada payudara

Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

2.      Erosi atau eksema puting susu

Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain:

  • Pendarahan pada puting susu.
  • Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ketulang-tulang.
  • Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening diketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990).

Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:

  • terdapatedema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • kanker payudara jenismastitis karsinimatosa;
  • terdapatmodel parasternal;
  • terdapatnodul supraklavikula;
  • adanyaedema lengan;
  • adanya metastase jauh;
  • serta terdapat dua dari tanda-tandalocally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

3.      Keluarnya cairan (Nipple discharge)[sunting | sunting sumber]

Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu, berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.

Banyak cara untuk mengatasi kanker payudara diantaranya:

Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi, 1994), yaitu:

1.             Mastektomi

Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):

  • Modified Radical Mastectomy,yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.
  • Total (Simple) Mastectomy,yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
  • Radical Mastectomy,yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.

2.             Radiasi

Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

3.        Kemoterapi

Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

4.        Lintasan metabolisme

Asam bifosfonat merupakan senyawa penghambat aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang yang sering digunakan untuk melawan osteoporosis yang diinduksi olehovarian suppression, hiperkalsemia dan kelainan metabolisme tulang, menunjukkan efektivitas untuk menurunkan metastasis sel kanker payudara menuju tulang. Walaupun pada umumnya asupan asam bifosfonat dapat ditoleransi tubuh, penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sepertiosteonekrosis dan turunnya fungsi ginjal.

Pengobatan kanker

1.             Pencegahan primer

Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang “sehat” melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.

2.             Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara

Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan denganmammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%

3.              Pencegahan tertier

Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan.

Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif dengan obat herbal kanker payudara.

Dari beberapa cara diatas penggunaan obat herbal dapat menjadi pilihan anda sebagai obat kanker payudara. Kullit manggis dan daun sirsak memiliki khasiat untuk mengobati dan pencegahan kanker. Anda tidak perlu repot untuk meraciknya, karena saat ini sudah banyak obat herbal yang terbuat dari kulit manggis dan daun sirsak. Dan pastinya sudah dijamin kualitas dan pengolahannya. Anda dapat membeli obat tersebut di apotik-apotik terdekat.

Selain itu bagi anda yang tidak memiliki kanker payudara perlu adanya upaya pencegahan untuk anda seperti dengan melakukan teknik SADARI (periksa payudara sendiri) setiap satu bulan sekali. Cara ini dapat dilakukan satu minggu setelah haid. Karena jika dilakukan sebelum haid bisa saja terdapat benjolan pada payudara bukan benjolan abnormal tetapi karena hormon. Untuk teknik-teknik melakukan SADARI yaitu:

  1. Duduk dihadapan kaca dengan menanggalkan baju, kemudian amati pada kaca warna, ukuran maupun bentuk payudara.
  2. Letakkan kedua tangan pada pinggang kemudian toleh kanan dan kiri, lalu amati payudara apakah ada benjolan atau tidak.
  3. Angkat kedua tangan ke atas kemudian amati payudara apakah terdapat benjolan atau tidak.
    4. Setelah itu baring ditempat tidur kemudian tangan kanan meraba perlahan pada payudara menggunakan tiga jari memutar searah jarum jam. Pada bagian payudara sebelah kiri caranya sama, jika terdapat benjolan yang menetap maka tandailah menggunakan bolpoint. Lalu hendaknya anda memeriksakan kedokter dan melakukan biobsy.

Dengan melakukan teknik SADARI secara rutin setiap bulan maka anda sudah melakukan deteksi dini pada kanker payudara. Selain itu anda juga harus memiliki pola hidup yang sehat untuk menghindari berbagai masalah kesehatan diantaranya kanker payudara. Semoga artikel ini bermanfaat J

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply