TRAVELING : PANDUAN MENUJU GILI TRAWANGAN

ireztia

Ini sedikit review yang masih terekam di otak gue tentang traveling bersama suami Desember 2013 lalu ke Gili Trawangan. Berawal dari rencana liburan yang amat sangat mendadak, gue trip dari Bandung-Lombok_Bali.

Start dari Jatinangor Bandung

 

Day 1 : Minggu, 8 Des 2013

Bangun dengan bahagia. Sekoper gede penuh baju gue dan aa, tas ransel aa, tas kamera, sama clutch coklat gue udah siap diangkut. Jam 6 pagi kita berangkat dari kediaman kita di Jatinangor, Bandung. Naik angkot ke pangkalan bus Damri di depan kampus Unpad.

Sekitar pukul 06.30 Damri berangkat dengan rute Jatinangor-Elang. Cuma butuh waktu 1 jam buat sampe di pool Elang, kita naik taksi menuju Bandara Husein.

Masih kepagian secara keberangkatan kita 2,5 jam lagi. Akhirnya kita mutusin buat sarapan dulu di Solaria (sejak Solaria udah ada sertifikat MUI, aku perhatiin tempatnya jadi lebih rame loh). Sekitar jam setengah 10 kita masuk bandara, bayar airport tax 25.000 per person.

 

Nyampe dengan selamat di Denpasar sekitar jam 13.00 WITA. Kelaperan, aa maksa makan Burger King dulu tanpa melihat secara pasti jadwal pesawat kita dari Denpasar-Mataram. Makan setengah leyeh-leyeh dan setengah jam kemudian baru sadar kalau pesawat 40 menit lagi take off.

Panik takut ketinggalan pesawat, susah payah gue yang dengan begonya pake heels harus lari ngejar antrean check in yang dari Burger King ke tempat check in sekarang jadi jauh banget sejak Bandara Ngurah Rai direnovasi. Pengen nangis, takut tijalikeuh kalo kekencengan lari sama takut ketinggalan pesawat bikin gue keringetan sendiri. Dan yang bikin gue syok adalah antrian yang sangat panjang di Gate 20 padahal udah jam 14.05 sampe aa harus melanggar antrian karena pesawat udah mau berangkat.

 

Note : Gue ga kebayang, andai si Lion Air yang awal tadi delay, keberangkatan kita ke Mataram pun bakal batal dengan gemilang.

 

Namun Allah masih pengen gue ke Lombok hari itu, pas gue naik pesawat, kurang dari 5 menit kemudian pesawat berangkat. Horeeeee, jam 3 sore itu gue nyampe Lombok dengan selamat.

4

 

Sempet motret view dari pesawat menuju Lombok :

 

 

1

 

2

 

3

 

Nyampe di bandara di daerah Praya dan keluar dari pengambilan bagasi, kita berdua bingung. Tujuan pertama kita langsung ke Gili Trawangan, tapi masalahnya gak tahu harus pakai apa kesana. Yang gue tahu dari peta, kalau kita mau ke Gili Trawangan, kita harus naik perahu dulu di Bangsal Harbour yang jaraknya sekitar 120km dari bandara.

 

Pas keluar dari pintu bandara gue ngeliat ada jasa taksi, gak pikir panjang gue pilih itu. Tarif taxinya bikin mau bunuh diri.

IDR 247.500 dari Bandara menuju Pelabuhan Bangsal. Pengen pingsan. Ternyata disana taxinya dikelola koperasi bandara. Jadi kita bayar di counternya langsung, jadi emang taksinya resmi kerjasama sama koperasi bandara. So, kita ga usah takut bakal dibawa kabur. Tapi kalau pake argo sebenernya sama aja, sekitar 240.000 karena jarak tempuhnya sekitar 1,5-2jam dari Bandara ke Pelabuhan Bangsal.

 

Tapi yang bikin gue eneg adalah tepat 5 langkah setelah gue bayar taksi, gue ngeliat counter Damri yang rutenya Bandara-Senggigi 20.000/orang.

 

Anjrit !! Pengen sumpah serapah. Karena gue tau dari Senggigi ke Pelabuhan Bangsal itu cuma setengah jam, pakai taksi ga lebih dari 60.000.

 

JADI TIPSNYA, buat tips kalian yang mau ke Gili Trawangan. Akomodasi termurah adalah naik damri dari bandara (20.000/orang) turun di Senggigi, lanjut naik taksi/ojeg dari Senggigi ke Bangsal Harbour sekitar 30menit. Tarifnya sekitar 60-100rb tergantung kamu jago nawar. Kalau 2 orang aja, biayanya cuma 100.000 aja dari bandara – Bangsal. Bandingin sama naik taksi langsung dari bandara 247.500. Huekkk !!!

 

5

PELABUHAN BANGSAL – LOMBOK

 

 

6

 

Nyampe di Bangsal Harbour, kita bisa beli tiket perahu. Disana udah bisa keliatan Gili Air dan Gili Meno, tapi Gili Trawangan yang terjauh dari pulau Lomboknya ga keliatan. Untuk tarif perahu ada 2 macem, yang privat 200.000 kalau yang public cuma 13.000 per orang. Kalau yang privat kamu bisa dianterin langsung tanpa harus nunggu yang lain. Analoginya kaya taksi vs angkot lah. Cuma kamu mending pake perahu publik aja. Nunggunya ga lama kok, paling lama cuma 20 menitan.

 

Waktu tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan pun ga lama, hanya sekitar 20-30 menitan. Asli, pulaunya indaaahhh banget. Pasirnya putih abis. Gue malah mikir andai ada yang bisa bangun resort-resort antara gili-gili ini, pasti Maldives bakal ada pesaing berat. Airnya bening abis.

7

 

Yang bikin gue takjub tentang pulau ini adalah keindahan panoramanya. Ternyata apa yang gue lihat di foto-foto google tentang jernihnya air laut yang biru bergradasi, pasir putih yang berkilauan, dan sederet pemandangan eksotis yang membuat gue berdecak kagum itu sama persis dengan aslinya. Gue ga perlu susah payah mengedit foto untuk mendapatkan latar belakang pemandangan yang luar biasa indah.

 

 

47

Indahnya ciptaan Tuhan kan, ini gue ambil dari jepretan LSR standar no edit. Udah seindah ini. Dengan pemandangan sekece ini, rasanya Gili Trawangan ga kalah indah sama Hawai, Maldives, ataupun panorama di luar negeri sana.

32

Dan yang bikin lebih takjub lagi adalah kenyataan bahwa pulau ini dihuni oleh campuran wisatawan seluruh dunia. Dulu gue pikir, bule ya pirang, mata biru, kulit putih. Tapi disini gue jadi bisa lebih sensitif kalau ternyata bule-bule dari seluruh dunia itu punya karakteristik yang berbeda. Hidung orang Eropa jauh lebih tinggi dan runcing. Akses Inggris mereka pun berbeda. Sumpah, disini gue lebih ngerasa jadi minoritas. Pulau ini benar-benar bercitarasa internasional. Elo bakal ngerasa sedang berada di luar negeri (ketimbang lo dateng ke Bali sekalipun) karena di seluruh mata memandang elo lebih sering melihat si rambut pirang daripada wajah-wajah Asia apalagi Indonesia.

 

Pantas kalau Gili Trawangan disebut desa bule bertaraf internasional. Elo bisa melihat beraneka ragam manusia ciptaan Allah dengan karakteristik masing-masing yang bercampur dengan kehangatan dan keramahan Asia.

 

Dan ternyata, villa dan hotel di Gili Trawangan tuh berjejer di bibir pantai. Melingker di sepanjang pinggir pantai sehingga bisa dipastikan semua villa ini menghadap pantai. Nih view pantai depan villa yang gue tempati :

22

 

Asik banget ga sih. Dan android gue nunjukin kalau Dream Village, tempat dimana kita bakal menginap itu cuma 750 meter dari pelabuhan Gili Trawangan. Gue udah bilang jalan kaki aja, tapi aa bilang bawaannya berat sehingga kita pake Cidomo.

 

Cidomo tuh sejenis andong kalau di Jogja. Di Gili Trawangan, gak ada kendaraan bermotor. Makanya udaranya sejuk abis. Yang ada disini cuma sepeda dan cidomo. Selain itu ya jalan kaki. Wong pulau kecil, dikiterin pake kaki juga paling 3 jam udah bisa keliling pulau.

 

Tapi jangan kaget pembaca, coba tebak tarif cidomo yang nganterin kita CUMA 750 meter itu!! Sekali lagi, bayangin 750 meter itu sedeket apa. Kayanya masih jauhan rumah kamu ke mesjid terdekat kali ya. Itu kita kena charge 50.000 SAJA pemirsa. Gondok banget.

 

Tips, lihat di peta sejauh mana penginapan kamu dari titik pelabuhan. Kalau kurang dari 1kilo mending kamu jalan kaki aja. Trus buat kamu yang belum sempet booking pun ga usah khawatir karena di Gili Trawangan udah banyak banget tempat penginapan yang rata-rata tarifnya dari 200-500rb (di bagian timur pulau) dan 500-2juta (di bagian barat dan utara pulau).

map-gili_lowres

Well, bule-bule yang backpakeran banyaknya di bagian timur.  Keliatan kan banyak banget villa di sepanjang timur pulau Gili Trawangan. Harganya pun relatif murah. Tipe bule yang ingin menghabiskan liburannya untuk snorkling, diving, dan night clubbing. Sementara bule yang menginap di bagian barat dan utara karakteristiknya lebih ke suasana tenang, sepi, dan menikmati birunya pantai sambil berjemur dan membaca buku.

Sekali lagi, Gili Trawangan disebut desa bule. Kamu akan ngerasa lagi jalan-jalan keluar negeri disini karena 90% bahasa yang gue denger selama disini adalah bahasa inggris. Bahasa Indonesia sangat jarang terdengar. Penduduk Gili Trawangan rata-rata mahir berbahasa Inggris. Selama gue 4 hari di Gili Trawangan, gue cuma nemuin 6 orang turis lokal. Sisanya dari Amerika dan Eropa, hanya sedikit dari Asia Timur.

 

Jadi, malah gue yang jadi perhatian selama  di Gili Trawangan (pede abis) karena justru menjadi minoritas. Turis lokal, yang berhijab pula. Disini, gue berasa yang jadi bule malah, saking jarangnya turis lokal yang mereka lihat. Mereka lebih sering ngelihat orang berbikini daripada cewek cantik berhijab kaya gue. Ehm, #mendadakkeselek

 

Begaya dikit ama kucing Gili Trawangan

Begaya dikit ama kucing Gili Trawangan

Tapi disini mesjidnya banyak, ga seperti di Bali. Bar dan club malam pun lebih terlihat hangat dan terbuka untuk gue datangi sekalipun karena auranya yang membaur. Mereka hanya minum coctail, bukan bar yang diisi dengan disko2 ga jelas.

 

8

Cafe di Gili Trawangan

Untuk makan, tergantung budget kalian. Kalau pengen foya-foya bisa makan di café-café romantis di sepanjang pinggir pantai. Cafenya cantik-cantik. Ada bar dan tempat duduk, candle light dinner. Makanannya susah dieja, jadi mending nunjuk menu daripada dibacain, hihihiii… range antara 80-160ribuan untuk main menunya. Seafoodnya juara, di Senggigi ataupun Bali sekalipun rasanya lebih enak Seafood yang di Gili Trawangan.

 

Cuma kalau mau hemat, setiap malem ada pujasera dadakan. Kaya pasar malem. Letaknya sebelah barat pulau. Menu favorit kita ada paket ayam/ikan yang dikasih sambal lalab hanya 15.000 aja. Sambelnya mantap, pedesnya juara. Dan rata-rata di pujasera malem itu yang dijual makanan khas Indonesia. Dan rame juga loh bule-bule makan disana. Makanan Indonesia favorite bule tuh rata-rata nasi goreng, sate, sama bakso loh.

 

Buat yang backpackeran, wajib makan disini aja kalau ga pengen kantong bolong.

Notes : Gili Trawangan ramai sampai malam hari, beda sama Gili Meno dan Gili Air yang abis magrib sepi banget. Desa para bule yang menjadikan pribumi sebagai minoritas ras. Sayang, disini cidomo dipatok mahal. Jadi lebih baik kalian jalan kaki atau naik sepeda saja.

Untuk para backpacker, ga usah khawatir soal transportasi antar pulau. Disini banyak jasa travel dengan tujuan Senggigi, Mataram, bahkan sampai Denpasar dengan rate 75-150 ribu.

Untuk urusan sinyal, di Gili Trawangan semua provider bagus. Paling bagus telkomsel. Bahkan di tengah laut (perjalanan Bangsal-Trawangan) sinyal Telkomsel masih lancar jaya dipake buat BBM-an.

Sekian review hari pertama di Gili Trawangan.

Sudah makin larut malam, mari tidurrrr....

Sudah makin larut malam, mari tidurrrr….

 

Baca lanjutan reviewnya di :

  1.      TRAVELING : SNORKLING DI GILI TRAWANGAN, SURGA DUNIA DI TANAH LOMBOK
  2.      TRAVELING GILI TRAWANGAN : BERSEPEDA KELILING PULAU, TEMUKAN KEUNIKAN PANTAI YANG        CANTIK
  3.      TRAVELING : PANTAI-PANTAI EKSOTIS DI LOMBOK SELATAN
  4.      TRAVELING : FIRASAT BURUK, TRAGEDI SENGGIGI
  5.      TRAVELING : MARINA SAFARI PARK, KEBUN BINATANG ALAM DI BALI
  6.      TRAVELING : BALI TAK SEINDAH DULU, TAK LAGI SEMENARIK CERITA

 

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

4 thoughts on “TRAVELING : PANDUAN MENUJU GILI TRAWANGAN”
Leave a Reply