Teori Upah dan Kompensasi dalam Manajemen SDM

ireztia

Masalah kompensasi memang tidak akan pernah lepas dari dunia bisnis. Kompensasi termasuk upah, gaji tetap, bonus, tunjangan adalah sistem insentif yang berkaitan erat dengan kinerja seseorang dalam melakukan tugasnya.

Disini terdapat 3 teori dalam menentukan kompensasi yang bisa dilakukan sebuah perusahaan :

3 Teori Latar Belakang / Melatar Belakangi Kompensasi Pekerja :

1. Teori Kompensasi Ekonomi Pasar

Teori ekonomi pasar adalah penciptaan suatu harga upah atau bayaran yang didasarkan atas kekuatan tawar-menawar negosiasi / negoisasi antara para pekerja, pegawai, karyawan, buruh, dsb dengan pihak manajemen perusahaan.

2. Teori Kompensasi Standar Hidup

Teori standar hidup adalah suatu sistem kompensasi di mana upah atau gaji ditentukan dengan menyesuaikan dengan standar hidup layak di mana para pekerja dapat menikmati hidup dengan damai, mana, tentram dan sejahtera mencakup jaminan pensiun di hari tua, tabungan, pendidikan, tempat tinggal, transportasi dan lain sebagainya.

3. Teori Kompensasi Kemampuan Membayar

Teori kemampuan membayar adalah suatu sistem penentuan besar kecil kompensasi yang diberikan kepada para pekerja dengan menyesuaikannya dengan tingkat pendapatan dan keuntungan perusahaan. Ketika perusahaan sedang berjaya, maka karyawan diberikan tambahan kompensasi. Tetapi jika perusahaan mengalami kerugian, maka pegawai juga akan mendapat pengurangan kompensasi.

Penetapan kompensasi dapat disesuaikan dengan keadaan perusahaan. Biasanya poin nomor 1 dilakukan oleh perusahaan kelas atas yang sanggup membayar tinggi para pekerjanya dengan timbal balik kualitas pekerja yang terbaik pula. Sementara poin nomor 2 biasanya dilakukan oleh perusahaan swaswa tingkat menengah dan instansi pemerintah. Sementara poin nomor 3 biasanya dilakukan oleh UKM-UKM atau perusahaan yang baru memulai usahanya dimana mereka belum mampu membayar pekerjanya sesuai standar pemerintah yang telah ditetapkan.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

2 thoughts on “Teori Upah dan Kompensasi dalam Manajemen SDM”
  1. Aq disini adalah s’orang mahasiswa salah prguruan tinggi negri di jkrt, akhir2 nc, seneng yg nm’a buka2 n baca2 artikel yg b’kaitan dengan SDM, dalam hal ini kbutlan q mrasa sedikit merasa ksulitan dlm membuat artikel yg berkaitan dengan kompensasi, karena aq sndri bru pertma kalinya negbahas pembhsn ini,jd aq br tau,,,apa kompensasi…
    Qr2…..km pnya meteri artikel tentang kompensasi gk???
    kl da blh jg tuh jd bhan shaing…kl da tlng krim y…byr q lbh faham lg,,, tentang kompensasi….

    Reply
    • zimbab

      ktanya teori kompensasi tinggi maka kinerja karyawan bsa tinggi jga lho… tpi kenyataannya tdk. Di amerika tahun 2000, mereka para bos berfikir kinerja besar dibayar melalui kompensasi yang besar pula.

      Reply
Leave a Reply