Facebook Menghancurkan Hidupku…

ireztia

Ada beberapa orang sahabat bercerita padaku.

1. Awalnya mereka keluarga yg bahagia. Berkecukupan dan harmonis. Komunikasi yang terjalin di antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Kedua anaknya selalu merasa lebih nyaman di rumah krn suasana rumah yang selalu menyenangkan. Ibu mereka ibu rumah tangga tulen yang pintar memasak.

Kemudian, kedua anak mereka meminta ayahnya u/ memasang internet di rumah agar mudah u/ mengerjakan tugas2 kuliahnya. Sang ayah mengizinkan, dengan alasan agar situs yg dibuka anak2nya bisa terpantau oleh ayah dan ibunya.

Demam facebook melanda. Termasuk anak2nya, hampir setiap jam jika mereka ada di rumah, situs itulah yg dibuka oleh mereka. Browsing ilmu bermanfaat sebentar, lalu sibuk berjam-jam di jejaring sosial itu.

Ibu mereka pun mulai bertanya-tanya, apa sih yang namanya facebook itu. Karena tetangga2nya, teman-teman sekolahnya dulu, keluarganya, semua menanyai dirinya, “punya facebook gak?”

Akhirnya sang ibu meminta anaknya u/ diajarkan yg namanya FB. Ternyata setelah mengerti, ibunya bahkan lebih keranjingan lagi dibanding anaknya. Dia rela bangun lebih pagi dr biasanya agar bisa ber-facebook ria sebelum mengerjakan tugas rumah. Sibuk memperhatikan layar komputer saat suaminya bekerja dan anak2nya sibuk bersekolah.

Kemudian, datang trend baru lagi yg bernama blackberry. Ibu dan kedua anaknya merengek pada sang ayah u/ dibelikan gadget mahal itu agar lebih mobile saat berinternet. Sang ayah lagi-lagi memenuhi keinginan keluarganya saking sayangnya kepada mereka semua.

Anak keduanya yg masih bersekolah di SMP pun tak ingin ketinggalan. Dengan blackberry di tangan, ia mulai sibuk dengan handphonenya. Sesekali membuka situs porno, selebihnya kembali ke dunia facebook. ‘Siang malam ku selalu, menatap layar terpaku. Aku online…online…’

Seperti itulah keadaanya.

Kemudian, istrinya kembali menemukan teman-teman lamanya di facebook. Termasuk mantan-mantan pacarnya. Berawal dr iseng-iseng belaka, berlanjut dengan godaan-godaan ringan, janji-janji pertemuan saat anaknya sekolah, hingga benar-benar cinta lama bersemi kembali, tanpa disadari menyergap hati sang istri.

Suami menjadi tak terlalu menarik lagi bagi hatinya. Anak-anak tak lagi menjadi prioritas utamanya. Melalui facebook, ia seperti menemukan kembali dunia mudanya yg telah lama ditinggalkan.

Kemudian prestasi anaknya turun karena terlalu sering berselancar di dunia maya daripada belajar. Sang ibu menjadi kurang perhatian lagi kepada anak mereka.

Beberapa bulan berjalan, ada yang berubah. Setiap bangun tidur, yg pertama kali mereka lakukan adalah mengecek inbox masuk di blackberry mereka. Jika ada status baru, comment foto, ataupun sekadar menulis wall tak penting pun tak sabar untuk mereka balas. Sebagai bukti eksistensi mereka di dunia sosial dan dunia maya.

Saat sarapan, tak ada lagi percakapan hangat antara anggota keluarga. Mereka sibuk dengan blackberry-nya masing-masing.

Saat di sekolah dan di kampus, mereka lebih sering mengintip notifikasi di handphone mereka daripada mendengar penjelasan guru dan dosennya.

Saat bertemu, kadang rayuan-rayuan ringan keluar dari mulut sang pria yang membuat istri merasa menjadi gadis muda kembali.

Tak ada lagi keharmonisan itu. Komunikasi yang hilang, tergantikan oleh dunia maya. Saat facebook menjadi lebih penting daripada keutuhan rumah tangga.

Curahan hati suami :

Dear my wife…
Dulu…
Saat bangun tidur, akulah yang pertama kali kau lihat.
Aku yang pertama kali mendapat senyuman tercantikmu.
Saat aku berbicara, kau menatapku dengan perhatian dan penuh cinta. Kau selalu ada waktu untuk sekedar bercinta denganku.

Dulu…
Saat kita hendak terlelap
Kau tak pernah lupa untuk memelukku
Mengungkapkan betapa kita beruntung karena saling mencintai
Menciumku sesaat sebelum aku terlelap
Dan berkata bahwa I’m only one you have…

Dear my son…
Betapa aku mencintai kalian semua
Betapa aku bahagia bisa membesarkan kalian dengan layak
Betapa aku merasa dihargai saat kalian menceritakan masalah2 kalian di sekolah Betapa aku merasa berguna bisa membuat kalian merasa aman

Sekarang semua berubah
Antara aku, facebook, dan blackberry kalian…
Aku seolah terasing di duniaku sendiri
Aku seperti hidup di tengah-tengah manusia bisu
Aku raga yang tak terlihat
Kalian acuh
Tak lagi ada canda tawa
Suasana makan pagi yang aku rindukan
Kehangatan suara kalian saat menyapaku
Kini hanya terdengar seperti sapaan basa-basi belaka
Selebihnya kalian diam, sibuk memencet keyboard dimanapun kalian berada Aku terluka tanpa terlihat

Terlebih lagi
Saat kulihat kamu, dear my wife…
Sibuk bercumbu dengan lelaki lain di yahoo messegermu…
Tak ada lagi ciuman mesra itu
Kadang wajahmu seperti terpaksa saat melayaniku
Saat aku berbicara denganmu
Kamu mendengarkan sambil sesekali terus melihat layar hp
Saat bangun tidur pun
Yang pertama kali kamu cari bukan aku, tapi blackberrymu
Yang pertama kali kamu sapa bukan aku, tapi teman-teman facebookmu
Senyuman pertamamu bukan lagi untukku, tetapi untuk menertawai isi comment statusmu…

Seperti inikah seharusnya duniaku kini???

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

10 thoughts on “Facebook Menghancurkan Hidupku…”
  1. antok

    Moto facebook:
    “Facebook helps you connect and share with the people in your life”

    sekedar saran saja ireztia’s weblog, sepertinya judul “Facebook menghancurkan hidupku” terlalu berlebihan. kalau konten tidak ada masalah, malah setuju banget 😀
    thanks buat ireztia’s weblog

    Reply
    • heheheee….
      Kan judul emang harus ‘eye catching’ mas 😀

      Reply
  2. Iwan

    Judul ini lebih tepatnya buat para facebooker yang melupakan Tugas dan kewajiban seorang istri.. iya kan? Nah, mungkin baca ini akan sadar dengan merasakan sendiri apakah dia berada didalam isi ireztia’s weblog ini… Thanks hehehe..

    Reply
    • Engga semua kaya gini kok mas, saya bikin ini biar kita bisa mengendalikan diri untuk membagi waktu dengan tepat ^_^

      Reply
  3. ka Resti,, ijin copas yaah.. buat teman2 aku yg hobinya FB & BBan truuuzzz.. 🙂

    Reply
  4. They have got low cost AND retail covered. This generally ends up with
    confused appears and uncomplicated retorts of Inchwhy?Half inch My response is
    learning Spanish can enable you to get extra money. activity, they may certainly not produce a dime on-line.

    Reply
  5. The a very important factor people forget to inquire about a service performing caravan repairs
    is if personal belongings are covered. Though some companies
    will extend the policy for those caravans which are
    as old as fifteen years. Most luxury caravans on the market are static given that
    they tend to be larger and will enjoy many with
    the same creature comforts that you just enjoy in your own
    personal home.

    Reply
  6. Facebook memang ada manfaat dan mudhorotnya, yang pasti bukan fbnya yang salah, tapi penggunaan dan pengawasannya saja yang harus diperhatikan

    Reply
  7. Hello, Nice blog. Be sure to stop by and leave a comment
    on my blog.

    Thanks,
    Shavonne
    MintCams.com

    Reply
  8. Hi there, everything is going sound here and ofcourse every one is sharing information, that’s truly good,
    keep up writing.

    Reply
Leave a Reply