Penyakit Menular Seksual Ada Di Sekitar Kita !!!

ireztia

Pergaulan bebas di generasi muda Indonesia kini menjadi tak terbantahkan. Budaya Barat telah membunuh paksa budaya ketimuran kita yang terkenal beradab. Disini saya tidak menyebut budaya barat tidak beradab. Tetapi ada begitu banyak perbedaan budaya yang terlampau jauh sehingga bangsa Indonesia mengalami pergeseran budaya.

Pergaulan ini mungkin sebuah trend tersendiri untuk menyebut diri kita sebagai kaum metropolis. Namun yang harus disadari adalah ada begitu banyak efek samping negative dari pergaulan bebas. Salah satunya penyakit seksual.

Penyakit seksual adalah penyakit-penyakit yang timbul akibat dari kegiatan seksual, menyerang organ-organ seksual serta ditularkan melalui hubungan seksual. Jadi, penyakit seksual bisa menular dan bisa juga tidak. Umumnya penyakit seksual yang paling dikenal adalah penyakit seksual menular, seperti AIDS, sipilys atau gonore.

A. Penyakit yang menyerang organ seksual.

Jenis penyakit yang tergolong ke dalam kelompok ini diantaranya kanker dan tumor payudara, kanker ovarium, kanker mulut rahim, keputihan, dan semacamnya. Salah satu penyakit yang umum dijumpai (sekitar 60% perempuan pernah mengalami) adalah penyakit payudara fibrokista yakni suatu keadaan yang terdiri dari nyeri, kista dan benjolan jinak pada payudara. Pendek kata, segala jenis penyakit yang menyerang organ seks yang tidak menular ada dalam kategori ini.

B. Penyakit yang ditimbulkan akibat dari kegiatan seksual. Misalnya penggunaan alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam vagina atau anus bisa menimbulkan peradangan dan luka. Bahkan kegiatan oral seks disinyalir menyebabkan terjadinya kanker mulut.

C. Penyakit Menular Seksual (PMS). Umumnya orang menganggap bahwa penyakit seksual sama dengan jenis penyakit seksual menular. Namun tidak seperti anggapan orang bahwa PMS adalah kasus langka, PMS merupakan kasus umum. Diperkirakan 1 dari 3 orang di seluruh dunia pernah mengidap PMS. Separuhnya terjadi di Asia. Sekitar 1 juta orang meninggal setiap tahun karenanya. Itu diluar meninggal karena AIDS. Pada tahun 2002, WHO melaporkan bahwa terdapat lebih dari 11 juta kasus baru PMS khusus untuk jenis sifilys, klamidia dan gonore saja. Dari jumlah itu, 3 juta lebih terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

 

Karena itulah saya akan mengkaji secara lebih dalam mengenai penyakit menular seksual (PMS). PMS disebabkan oleh virus, bakteri sampai arthropoda. Beberapa PMS yang disebabkan oleh virus adalah :

· AIDS

· Herpes

Herpes disebabkan oleh virus yang diberi nama herpes simplex virus. Gejalanya berupa kemunculan gelembung merah pada kulit yang hilang-timbul. Biasanya penderita mengeluh karena menjadi demam, sakit ketika kencing, rasa terbakar dan nyeri pada organ genital atau gejala lainnya. Gejala tersebut muncul setelah 2 sampai 20 hari tertular. Penularannya melalui hubungan seksual, pergesekan kulit dan pertukaran cairan tubuh.

· Genital Warts (kutil kelamin) atau HPV

Penyakit ini disebabkan oleh human papillomaviruses (HPVs). Para peneliti mempercayai bahwa 90-95% terjadinya kanker mulut rahim disebabkan karena genital warts. Selain kanker mulut rahim, penyakit ini juga dituding sebagai penyebab bagi tumor vulva, vagina dan penis. Gejalanya adalah gatal atau rasa terbakar pada organ seks dan tumbuhnya kutil.

Penanganan terhadap PMS yang disebabkan oleh virus masih belum ditemukan standar baku. Adapun contoh PMS yang disebabkan oleh bakteri adalah :

· Gonore

Gonore diderita oleh 0,2% seluruh populasi penduduk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoea. Bakteri ini menyerang vagina, mulut rahim dan rahim, penis, kerongkongan, anus, dan alat genital lainnya. Pada laki-laki muncul nanah berwarna putih atau kuning kehijauan dari penis. Pada perempuan bisa muncul perdarahan, demam, iritasi anus, sakit saat berhubungan seksual dan pada saat menstruasi terjadi perdarahan berlebihan. Saat kencing terasa panas, nyeri dan gatal. Sejumlah 10% kemandulan disebabkan oleh penyakit ini.

· Kalimidia

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Diperkirakan terjadi pada 200 orang diantara 100 ribu orang, atau sekitar 0,2 % dari seluruh populasi. Pada perempuan, gejalanya berupa rasa nyeri saat berhubungan seks dan kencing, demam dan lainnya. Pada laki-laki gejalanya bisa berupa iritasi sekitar penis, peradangan testis, nyeri dan terbakar saat kencing, dan lainnya. Klamidia bisa menyebabkan kemandulan dan kehamilan di luar rahim atau hamil anggur.

· Sifilis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. WHO melaporkan sekitar 4.200.000 orang menderita sifilis di seluruh dunia pada tahun 2002. Itu artinya sejumlah 0,2 % dari seluruh populasi. Adapun yang meninggal pada tahun itu berkisar 150.000 orang. Sifilis bisa menyerang semua organ tubuh., termasuk jantung dan syaraf. Pada tahap parah, sifilis bisa menyebabkan kebutaan, gangguan mental, gangguan syaraf, abnormalitas jantung dan bahkan kematian. Penularannya melalui hubungan seksual vaginal, anus, maupun oral. Jika ibu menderita sifilis, maka 60-80% bayinya sangat mungkin tertular. Hampir 50% bayi yang terinfeksi dalam kandungan akan meninggal sesaat sebelum atau sesudah dilahirkan.

· Trikomoniosis

Penyakit ini disebabkan protozoa bersel satu yang disebut trichomonas vaginalis. Pada perempuan gejalanya bisa berupa gatal, nyeri dan rasa terbakar pada vagina, kencing berlebihan, menghasilkan cairan berbusa yang berwarna putih, hijau keabuan atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap, gatal sangat hebat atau lainnya. Pada laki-laki gejalanya berupa rasa sakit dan sulit kencing, rasa menggelitik di dalam penis, dan lainnya. Berbeda dengan PMS lainnya yang mati begitu diluar tubuh, bakteri atau protozoa penyebab trikomoniosis bisa hidup diluar tubuh selama beberapa jam. Bisa berada di toilet, di handuk basah, cairan tubuh dan lainnya.


Penanganan PMS akibat bakteri bisa disembuhkan dengan menggunakan antibiotik.

 

Penelitian menemukan fakta bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk membangun antibody terhadap beberapa PMS sehingga akan terjadi begitu banyak peluang untuk terjangkit PMS apabila berhubungan seksual dengan orang yang telah terjangkit PMS. Masalahnya, kita tidak pernah tahu tanda-tanda orang yang terjangkit PMS karena pada tahap awal PMS tidak memiliki gejala yang khas. Kita akan kecolongan karena tiba-tiba saja PMS tersebut sudah parah dan merusak jaringan tubuh. Karena itu, hal yang terbaik adalah memeriksakan diri secara teratur jika Anda kalian memiliki resiko tertular PMS.

Ada banyak jenis penyakit lain yang termasuk PMS selain yang telah disebutkan di atas. Contohnya, kutu kemaluan, infeksi saluran kencing, granuloma, limpogranuloma, molluscum, radang pelvik, dan vaginitis.

Perlu diketahui di sini bahwa PMS ini tidak selalu ditularkan melalui seks, beberapa PMS juga dapat ditularkan dari ibu yang menderita lalu ditularkan ke janin atau bayinya serta bisa juga lewat kontak darah. Ada beberapa perilaku seks yang dapat mempermudah penularan PMS ini semisal berhubungan seks yang tidak aman dengan penderita PMS yang tentunya tanpa menggunakan pelindung/kondom. Lalu bisa juga dengan seringnya ganti-ganti pasangan seks. PMS juga kerap ditularkan lewat kegiatan pelacuran. Tak hanya itu, melakukan hubungan seks secara anal juga berpeluang besar terjangkit PMS karena hubungan ini mudah menimbulkan luka.

Untuk lebih jelasnya, ada baiknya kita mengetahui apa saja gejala dari PMS ini. diantaranya seperti keluar cairan tidak normal, sakit dari vagina seperti keputihan. Lalu pada laki-laki akan keluar cairan tidak normal atau sakit dari penis. Selain itu akan terdapat luka pada sekitar alat kelamin. Ada nyeri perut bagian bawah pada perempuan, ada pembengkakan testis/skrotum pada laki-laki. Bisa juga terjangkit pada bayi yang baru lahir seperti radang mata.

Perlu diketahui bagaimana hubungan penularan HIV dan PMS. Ada lima penjelasan dalam hal ini.

1. PMS merupakan ko-faktor penularan HIV.

2. Penderita PMS lebih rentan terhadap HIV.

3. Penderita PMS serta HIV akan lebih mudah menularkan ke orang lain.

4. Pengidap HIV menjadi rentan terhadap berbagai penyakit termasuk PMS.

5. Pengidap HIV yang juga PMS akan lebih cepat menjadi AIDS

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

7 thoughts on “Penyakit Menular Seksual Ada Di Sekitar Kita !!!”
  1. iwan

    saya istri dari ahmad kurniawan.gejala yang ditulis di atas suda saya rasakan.gatal-gatal setelah berhubungan intim.setelah gatal hilang terasa panas vagina saya dan terkadang perih disaat kencing.saya tidak pernah keputihan sampai saat ini,walaupun saya sudah mempunyai anak tiga.gejala awal saya merasakan bila berhubungan terasa nyeri dan mengeluarkan darah. setelahnya berhubungan.motabolisme tubuh saya menurun,ada kelenjar di leher saya.keluhan suami saya ada bintik merah agak melebar dan dia merasa gatal.kami sudah konsultasi ke dokter.jawaban yang saya dapat saya terkena kuman sedangkan suami saya terkena kutu.yang ingin saya tanyakan kutu pada suami saya berasal dari mana?apa kemungkinan dan menyebab dari kutu ini menular karena hubungan seksual.mana yang lebih dominan,karena kebersihan atau sek bebas.kedua apa kuman atau kutu ini menjadi HIV.tolong pak saya ingin jawaban secepatnya.Terimakasih.

    Reply
  2. wahyu

    aq mempunyai sebuah benjolan merah di ujung penis penyakit apa ya itu…?

    Reply
  3. mira wulansari

    4 hari yang lalu saya dan suami menghabiskan waktu berdua dengan berlibur selama 2 hari 2 malam.selama itu pula kami melakukan hubungan intim.pada awalnya kami menikmatinya, akan tetapi padasaat berhubungan intim yang ke 2, 3, 4, 5 vagina saya terasa perih saat berhubungan (kami melakukannya sampai 5 kali).
    setelah kejadian tersebut, frekuensi untuk buang air kecil saya meningkat, sebentar2 ingin pipis tapi tidak banyak yang keluar dan saat pipis badan rasanya seperti menggelinjang.
    selang 2 hari setelah itu saya mersakan nyeri yang hebat pada perut saya dan saat pipis sudah tidak menggelinjang lagi tapi nyeri yang luar biasa disertai darah yang keluar bersama air kencing saya. dan nfrekuensi pipis tetap tinggi. baru esoknya frekuensinya menurun yang tadinya hampir tiap 2 menit saya pipis, menjadi 1-2 jam. tapi masih mengeluarkan darah walaupun tidak sebanyak sebelumnya. sampai saya tulis comment ini, saya masih merasa nyeri saat pipis tetapi tidak mengeluarkan darah lagi. Mohon bantuannya, sakit apa saya ini………..

    Reply
    • Sebenarnya saya bukan ahli dalam bidang kesehatan wanita. Saya merasa prihatin dengan apa yang dialami oleh ibu, jadi sebaiknya yang paling aman adalah ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan atau ahli kelamin. ( Maklum saya belum menikah 🙂 )

      Reply
  4. LULU

    ai…. mo tnya dunks…….
    q kn lum prnh itu sex
    tp organ q kok gatal bwanget y?
    bisa tau knpa ga?
    dah 2 hr ne…..
    bls ea

    Reply
  5. saya Mery,23thn. sya slalu mlakukan hub dengan calon suami saya disaat saat tertentu sudah sekitar setahun lebih, kmi sepakat untuk tdk mmiliki anak dulu. sekaran muncul bencolan merang di mulut vagina saya, dan benjolan warna putih kusut di vagina bagian bawah, yang mau saya tanyakan, apa itu benjolan kanker, tumor atau kista….????
    mohon jawabannya.
    sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih…

    Reply
Leave a Reply ke ridwanaswar1

Click here to cancel reply.